Ask The Expert

Anda punya pertanyaan seputar kesehatan mulut?

Silakan tanyakan kepada ahlinya disini.
Gunakan form di sebelah kanan atau bawah untuk pertanyaan anda.
Jawaban akan kami update di halaman ini setiap minggunya.

Ask Here

 

Ask Our Oral Care Expert

Kirimkan pertanyaan Anda kepada dokter gigi kami, dan jawabannya akan kami kirimkan kepada Anda melalui email. Apabila pertanyaan anda unik, akan kami tampilkan di halaman ini.
Protection

 Cara menghilangkan atau mencegah karang gigi gimana Dok?? Cara agar gigi putih bagaimana Dok?? -Mutiara-

Halo Mbak Mutiara, salam kenal.. 1. Karang gigi atau nama lainnya calculus seringkali dijumpai pada permukaan gigi geligi. Bila karang gigi ini sudah terbentuk, memang tidaklah mudah untuk dihilangkan. Dengan penyikatanpun cukup sulit untuk membersihkannya sampai benar- benar bersih. Oleh karena itu, sebaiknya kita mencegah terjadinya karang gigi. Secara alami karang gigi dapat dicegah dengan rajin membersihkan gigi dan melakukan penyikatan gigi yang benar, karena terbentuknya karang gigi berawal dari penumpukan yang tidak dibersihkan. Permukaan gigi harus disikat secara merata sehingga tidak ada sisa makanan yang tertinggal. Sela- sela gigi dan bagian permukaan dalam gigi harus benar- benar disikat agar sisa- sisa makanan yang terselip bisa dikeluarkan. Dengan rutin membersihkan gigi, membersihkan sela-sela gigi dengan dental floss, berkumur dengan obat kumur, penumpukan plak dan pembentukan karang gigi dapat dicegah. Anda dapat mencoba sikat gigi Protector Range dari Formula Oral Care, yaitu Platinum Protector Extreme Clean dan Platinum Protector Comfort. Kedua sikat gigi ini didesain khusus dengan keunggulan 85 bulu sikat, sehingga mampu membersihkan plak dengan lebih efektif. Bentuk kepala sikatnya mampu menjangkau hingga gigi paling belakang dan dilengkapi dengan batang anti slip. Bila karang gigi sudah terlanjur terbentuk sebaiknya jangan dibiarkan, karena karang gigi dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri penyebab gingivitis/ radang gusi. Lama kelamaan radang dapat menjalar ke jaringan sekitarnya, menyebabkan penyakit periodontal penyebab gigi tanggal/ lepas. Selain penyakit periodontal, karang gigi yang ada dalam rongga mulut dapat menjadi penyebab bau mulut. Untuk menghilangkan karang gigi yang sudah terbentuk pada permukaan gigi disarankan pergi ke dokter gigi. Dokter gigi akan melakukan skeling menggunakan alat scaler manual atau ultrasonic. Dengan menggunakan alat tersebut, dokter gigi akan membersihkan karang gigi yang melekat pada permukaan gigi, sela- sela gigi, bagian permukaan dalam gigi belakang dan karang gigi yang ada di dalam gingiva. Untuk mencegah penumpukan karang gigi, disarankan melakukan pembersihan gigi geligi yang optimal dan kontrol berkala ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

2. Salah satu cara mendapatkan gigi lebih putih adalah dengan membersihkannya secara teratur. Gigi yang kuning warnanya biasanya terkait dengan faktor eksternal termasuk kebersihan mulut atau faktor internal. Menyikat gigi secara teratur sebaiknya dilakukan dengan cara penyikatan yang benar. Anda bisa mengecek kembali gigi Anda apakah sudah bersih/ belum setelah penyikatan. Untuk bagian sela- sela gigi yang kadang terlewat, Anda dapat menggunakan sikat interdental, dental floss atau benang gigi. Pembersihan gigi yang kurang optimal menyebabkan gigi masih ditempeli sisa- sisa makanan, plak, dan lama kelamaan gigi menjadi berwarna kuning. Gigi tidak putih/ kuning dapat disebabkan faktor internal, yaitu penyebabnya berasal dari dalam struktur gigi itu sendiri, jadi gigi sudah terlihat kuning sejak gigi tersebut erupsi/ keluar ke permukaan. Namun gigi juga bisa kuning akibat faktor eksternal yaitu pembersihan gigi yang kurang baik, konsumsi makanan/ minuman berwarna, merokok, serta konsumsi obat- obatan tertentu dsb. Gigi yang berwarna kuning dapat dilakukan pemutihan gigi (bleaching), sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter gigi bila ingin melakukan bleaching. Dokter gigi akan mencari solusi yang sesuai dengan kondisi gigi geligi Anda. Belakangan ini juga banyak beredar pasta gigi pemutih di pasaran. Pasta gigi pemutih ini dapat digunakan untuk mengurangi noda/ pewarnaan pada gigi akibat faktor eksternal sehingga memberikan hasil gigi tampak lebih bersih. Bila Anda ingin menggunakan pasta gigi tersebut, sebaiknya Anda memilih pasta gigi yang tidak mengikis permukaan gigi. Formula Oral Care memiliki rangkaian produk Sparkling White, terdiri dari pasta gigi dan obat kumur yang dilengkapi dengan teknologi White Active Complex yang dapat mengholangkan noda tanpa mengikis permukaan gigi. Semoga saran saya bermanfaat bagi Anda..

������Dok, umur saya 13 tahun, saya sangat takut kalau gigi saya nantinya ompong atau copot semua hehe… oh ya dok, gimana ya cara nguatin akar gigi ya,apa dengan minum kalsium sama gosok gigi teratur sudah cukup? sama satu lagi dok, apa di umur remaja gigi bisa jadi ompong ??-Chacha-

Halo Chacha.. Salam kenal..
Senang sekali mendapat pertanyaan dari remaja seusia Chacha :)
Seperti kita ketahui, setiap manusia mengalami pergantian gigi dari gigi susu menjadi gigi tetap/ permanen. Pada usia remaja, gigi geligi kebanyakan sudah berganti menjadi gigi permanen atau gigi tetap. Gigi permanen berjumlah 32 buah yang terletak di rahang atas dan bawah. Gigi permanen yang terakhir tumbuh/ erupsi adalah gigi geraham bungsu, yang biasanya muncul sekitar usia 17- 18 tahun atau lebih. Gigi geligi tetap atau permanen ini tidak akan mengalami pergantian lagi. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk tetap menjaga kesehatan gigi geligi yang sudah tidak akan berganti lagi ini agar tidak rusak ataupun sakit. Bukan tidak mungkin di usia remaja mengalami kerusakan gigi. Apabila tidak membiasakan merawat gigi sejak dini, gigi remajapun bisa berlubang, rusak ataupun tanggal/ lepas. Bahkan di usia remaja mungkin saja terjadi sudah menggunakan gigi palsu/ gigi tiruan karena tidak memiliki beberapa gigi.

Ada beberapa cara untuk menjaga kesehatan gigi, antara lain adalah :
1. Membersihkan gigi dengan penyikatan secara teratur.
Menyikat gigi setiap pagi dan malam bertujuan untuk menjaga gigi geligi dari akumulasi plak yang menempel. Penyikatan yang benar adalah penyikatan yang mampu mengangkat/ menghilangkan seluruh sisa- sisa makanan yang menempel pada gigi geligi. Pemilihan jenis sikat gigi dan pasta gigi penting untuk mencegah karies sekaligus mencegah akumulasi plak pada gigi geligi. Chacha dapat mencoba produk Formula Oral Care Protector Range yang dirancang khusus mencegah gigi berlubang. Pasta gigi Formula Protector mengandung Calsium dan Fluoride yang dapat memberikan perlindungan terhadap serangan asam penyebab gigi berlubang. Dengan penyikatan secara teratur, selain menghilangkan sisa- sisa makanan yang menempel pada gigi, juga turut mencegah akumulasi bakteri penyebab bau nafas tak sedap.

2. Selain penyikatan, Chacha juga dapat membersihkan bagian sela- sela gigi dari sisa makanan yang menyelip dengan menggunakan dental floss/ benang gigi. Lubang gigi seringkali ditemukan di sela- sela gigi karena penumpukan sisa makanan yang luput saat penyikatan. Flossing atau pembersihan menggunakan benang gigi dapat dilakukan setiap kali selesai menyikat gigi.

3. Menggunakan obat kumur untuk membantu membersihkan mulut. Chacha dapat mencoba obat kumur dari Formula Oral Care yang bebas dari kandungan alkohol dan memberikan sensasi nafas segar lebih lama. Obat kumur Formula Oral Care mengandung Triclosan yaitu bahan antibakteri dan juga mengandung Fluoride untuk mencegah gigi berlubang. Selain obat kumur, Formula Oral Care juga mengeluarkan produk pembersih lidah/ tongue cleaner yang berfungsi mengangkat sisa kotoran pada lidah dan mengurangi bau mulut.

4. Banyak konsumsi sayur- sayuran dan buah- buahan berserat yang dapat membantu membersihkan gigi geligi pada saat pengunyahan. Kandungan vitamin pada buah- buahan dan sayuran juga baik bagi kesehatan gusi/ gingiva dan jaringan periodontal. Jaringan periodontal adalah jaringan di sekeliling gigi geligi yang mengelilinginya, dari gusi hingga ke tulang rahang. Jaringan periodontal ini adalah jaringan penyangga gigi. Bila jaringan tempat gigi melekat ini tidak sehat, gigipun dapat goyang dan bahkan tanggal/ lepas.

5. Rutin kontrol/ cek berkala ke dokter gigi minimal tiap 6 bulan sekali. Gigi adalah jaringan keras yang bila sudah berlubang sifatnya irreversible, atau tidak akan dapat tumbuh jaringan baru. Maka dari itu gigi harus dijaga agar tidak berlubang, atau bila sudah berlubang sebaiknya segera dirawat/ ditambal agar lubangnya tidak membesar dan tidak menjadi semakin parah. Semoga jawaban saya dapat bermanfaat bagi Chacha..

 Apakah gigi berlubang harus ke dokter gigi? -Kevin-

Halo Kevin, salam kenal.. Gigi memiliki struktur email dan dentin yang keras seperti tulang, dengan jaringan saraf pulpa di dalamnya. Walaupun terdiri dari jaringan yang keras, gigi tetap dapat berlubang. Gigi berlubang awalnya tidak selalu menimbulkan rasa sakit. Namun apabila sudah menimbulkan rasa sakit, rasa sakitnya akan sangat mengganggu dalam kegiatan sehari- hari. Rasa sakit terjadi karena penjalaran infeksi akibat gigi berlubang lama kelamaan semakin dalam hingga mengenai lapisan dentin dan pulpa. Berbeda dengan jaringan tubuh yang lain, bila gigi sudah berlubang ataupun pecah, maka tidak akan tumbuh jaringan baru seperti halnya kalau kulit kita luka/ cedera. Kerusakan yang dialami gigi bersifat irreversible. Selain lubang/ karies, apabila gigi terkena trauma/ benturan keras, email atau dentin bisa retak/ pecah, pembuluh darah dalam ruang pulpa bisa terputus. Dalam ruang pulpa terdapat jaringan saraf dan pembuluh darah yang berfungsi memberikan suplai oksigen serta nutrisi bagi gigi. Bila terkena benturan keras, pembuluh darah pulpa dapat terputus, maka suplai oksigen dan nutrisi juga terputus. Lama kelamaan gigi tersebut mati/ non vital, dan warnanyapun berubah menjadi lebih gelap daripada gigi yang masih vital. Penyebab gigi berlubang adalah asam yang dihasilkan oleh bakteri dalam mulut kita. Adanya sisa-sisa makanan dan pembersihan yang kurang baik, akan menyebabkan berlangsungnya proses fermentasi oleh bakteri. Bakteri mengubah gula dari sisa-sisa makanan menjadi asam yang menyebabkan lingkungan gigi dan mulut menjadi asam. Asam inilah yang akan melarutkan mineral- mineral yang ada pada struktur email. Awalnya terjadi lubang kecil yang semakin lama membesar dan semakin dalam. Bila keadaan ini didiamkan tanpa dirawat, maka akan berlanjut mengenai lapisan dentin dan juga pulpa di bawahnya, sehingga terjadilah rasa sakit. Oleh karena itu dianjurkan sebelum mengalami rasa sakit, sebaiknya gigi berlubang segera dirawat. Dokter gigi akan membersihkan gigi tersebut dan menambalnya dengan tambalan gigi. Bila tidak dirawat, gigi yang berlubang tersebut dapat menjadi tempat perlekatan sisa makanan/ kotoran dan tempat berkumpulnya bakteri dalam rongga mulut. Akibatnya infeksi menjalar semakin dalam daripada kondisi sebelumnya dan selain itu juga dapat mencetuskan bau mulut. Selain bau mulut, gigu berlubang yang didiamkan tidak dirawat berpotensi menyebabkan pembengkakan/ abses mulut, pembengkakan pada wajah, serta penyebaran infeksi ke jaringan atau organ lain dalam tubuh kita. Infeksi akibat gigi berlubang dapat menyebar melalui pembuluh darah menuju organ paru, jantung, ginjal, hati dan lain- lain. Salah satu cara yang penting agar gigi Anda terbebas dari lubang adalah dengan rutin menjaga kebersihan mulut. Gigi bisa tetap sehat asalkan kita selalu menjaga kebersihannya dengan penyikatan yang teratur menggunakan pasta gigi berfluoride. Anda dapat mencoba pasta gigi Protector Range dari Formula yaitu pasta gigi Action Protector dan Strong Protector. Kedua jenis pasta gigi ini efektif untuk melindungi gigi dari asam penyebab gigi berlubang. Penting pula melakukan pembersihan sela- sela gigi dengan benang gigi/ dental floss setelah penyikatan gigi. Penggunaan obat kumur yang mengandung bahan antibakteri Triclosan dan Fluoride dapat turut membantu menjaga kebersihan rongga mulut dalam mencegah gigi berlubang. Selain itu, membatasi konsumsi gula dan asam, serta tidak lupa untuk kontrol berkala ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

 dok, kenapa ya plak gigi itu selalu ada di gigi? padahal uda rutin sikat gigi. Apakah ada tahap lain setelah sikat gigi? Sebaiknya tahap itu dilakukan berapa hari sekali? Ohya, plak gigi juga membuat mulut saya sedikit berbau. Cara mengatasinya? Trim’s Dok. -Silvia-

Halo Silvia, salam kenal..

Plak gigi merupakan gabungan pelikel, sisa makanan dan bakteri. Pelikel adalah lapisan tipis protein saliva yang menempel pada permukaan gigi dalam beberapa menit setelah gigi dibersihkan. Plak yang terbentuk berhubungan dengan sekresi saliva atau air liur, bakteri dalam mulut dan asupan karbohidrat, oleh karena itu plak akan terus menerus ada. Walaupun kita sudah membersihkan gigi tetapi plak akan selalu muncul kembali. Dengan pembersihan gigi secara teratur maka akumulasi plak akan dapat dicegah.
Bila pembersihan gigi kurang optimal maka lama kelamaan plak akan terakumulasi pada permukaan gigi. Bakteri pada plak akan terus berkembang biak sehingga massa plak terus bertambah. Selain dapat menyebabkan karies, akumulasi plak dapat menyebabkan gingivitis dan bau mulut. Lama kelamaan plak yang tidak dibersihkan akan menjadi karang gigi. Karang gigi lebih sulit dibersihkan karena menempel erat pada gigi. Biasanya karang gigi dibersihkan dengan cara skeling di dokter gigi.
Untuk mencegah akumulasi plak yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1) Penyikatan teratur dengan cara yang baik dan benar.
Penyikatan gigi yang baik dan benar adalah penyikatan yang mampu mengangkat/ menghilangkan seluruh sisa- sisa makanan yang menempel pada gigi geligi Anda. Pemilihan jenis sikat gigi serta pasta gigi berfluoride penting untuk mencegah akumulasi plak penyebab karies, gingivitis dan bau mulut. Anda dapat mencoba produk Formula yaitu sikat gigi Platinum Protector Extreme Clean yang memiliki keunggulan 85 lubang bulu sikat. Sikat gigi ini efektif membersihkan plak serta sisa makanan pada kantung gusi.
2) Selain penyikatan, Anda dapat membersihkan bagian sela- sela gigi dengan menggunakan dental floss/ benang gigi. Karang gigi seringkali terbentuk di sela- sela gigi akibat penumpukan plak di daerah tersebut yang luput saat penyikatan gigi. Flossing atau pembersihan menggunakan benang gigi dapat dilakukan setiap kali Anda selesai menyikat gigi.
3) Penggunaan obat kumur juga dapat membantu membersihkan mulut Anda. Anda dapat mencoba obat kumur dari Formula Oral Care yang bebas alkohol dan memberikan sensasi nafas segar lebih lama. Obat kumur Formula juga mengandung Triclosan sebagai bahan antibakteri dan mengandung Fluoride untuk mencegah gigi berlubang. Selain obat kumur, Formula Oral Care juga mengeluarkan produk pembersih lidah/ tongue cleaner yang berfungsi mengangkat sisa makanan yang menempel pada lidah dan mengurangi bau mulut.
4) Sebaiknya banyak konsumsi sayur- sayuran dan buah- buahan berserat yang dapat membantu membersihkan gigi geligi Anda saat pengunyahan.
5) Rajin kontrol kondisi gigi geligi ke dokter gigi minimal tiap 6 bulan sekali. Bila terdapat banyak plak dan karang gigi, dokter gigi akan melakukan skeling (pembersihan karang gigi). Dengan membersihkan karang gigi secara teratur dan mencegah akumulasi plak melalui pembersihan yang optimal, maka kesehatan gigi dapat terjaga dan bau mulutpun dapat diatasi. Semoga jawaban saya bermanfaat bagi Anda.

 +++saya mahasiswa+++ gigi saya banyak lubang kenapa yah dok? -Agus-

Halo Agus, salam kenal..
Gigi merupakan jaringan yang keras, tetapi gigi tetap dapat mengalami karies atau yang kita ketahui dengan kondisi gigi berlubang. Gigi dapat berlubang karena disebabkan oleh asam yang dihasilkan bakteri dalam mulut kita. Bakteri akan mengubah gula dari sisa-sisa makanan dalam mulut kita yang menyebabkan lingkungan gigi dan mulut menjadi asam. Asam inilah yang akan melarutkan mineral- mineral pada email dan dentin gigi sehingga terjadilah lubang gigi. Awalnya lubang kecil lama kelamaan menjadi besar dan semakin dalam. Bila lubang yang mula- mula kecil didiamkan, lama kelamaan akan membesar dan menyebabkan terjadinya rasa sakit. Rasa sakit akibat gigi berlubang terjadi karena penjalaran infeksi semakin dalam sehingga mengenai dentin dan pulpa/ saraf gigi.

Bila gigi Anda sudah terlanjur berlubang, saran saya sebaiknya Anda pergi ke dokter gigi. Gigi yang sudah berlubang tersebut akan dibersihkan dan dirawat oleh dokter gigi. Bila sisa jaringan gigi masih cukup kuat dan gigi masih dapat dipertahankan maka gigi tersebut dapat ditambal. Gigi berlubang yang besar dan dalam bila dibiarkan tidak dirawat, maka dapat menimbulkan penyebaran infeksi ke jaringan sekitarnya. Selain dapat menyebabkan bau mulut yang mengganggu, juga dapat menyebabkan timbulnya pembengkakan/ abses pada mulut dan wajah. Infeksi akibat gigi berlubang melalui pembuluh darah dapat menyebar pula pada organ paru, jantung, ginjal, hati dan lainnya.

Masalah gigi berlubang adalah salah satu masalah kesehatan gigi yang sering dialami banyak orang. Sebenarnya gigi berlubang dapat dicegah. Untuk mencegah terjadinya gigi berlubang, yang perlu dilakukan adalah selalu menjaga kebersihan mulut. Gigi dapat terhindar dari lubang atau karies asalkan kita selalu menjaga kebersihannya. Caranya adalah dengan penyikatan yang teratur, pembersihan khususnya bagian sela- sela gigi dengan benang gigi/ dental floss, serta dibantu dengan penggunaan obat kumur. Anda dapat mencoba rangkaian produk dari Formula Oral Care yang terdiri dari sikat gigi, pasta gigi, obat kumur dan benang gigi/ dental floss dalam meningkatkan kebersihan gigi dan mulut Anda. Dalam pasta gigi dan obat kumur Formula Protector terdapat Calsium, bahan antibakteri Triclosan dan Fluoride yang dapat memperkuat gigi dari serangan gigi berlubang. Selain menjaga kebersihan mulut, penting pula untuk membatasi konsumsi gula dan asam, serta tidak lupa untuk kontrol berkala ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Semoga saran saya dapat membantu Anda..

 Dok gigi saya berlubang dan menghitam pada bgian atas depan bagaimana cara mengatasinya dok tolong bantu saya.-Nurul-

Halo Mbak Nurul, salam kenal..
Gigi berlubang lama kelamaan dapat berwarna coklat atau kehitaman. Tentunya bila letak lubang pada gigi depan, akan mengganggu penampilan. Memang gigi berlubang tidak selalu menimbulkan rasa sakit, namun jika sudah menimbulkan rasa sakit, rasa sakitnya dapat mengganggu kegiatan Anda sehari- hari. Rasa sakit akibat gigi berlubang terjadi karena penjalaran infeksi semakin dalam sehingga mengenai dentin dan pulpa.

Mengapa gigi kita dapat berlubang? Gigi berlubang disebabkan karena asam yang dihasilkan oleh bakteri dalam mulut kita. Adanya sisa-sisa makanan dan pembersihan yang kurang baik, akan menyebabkan terjadinya proses fermentasi oleh bakteri. Bakteri mengubah gula dari sisa-sisa makanan menjadi asam yang menyebabkan lingkungan gigi dan mulut menjadi asam. Asam inilah yang akan melarutkan mineral- mineral yang ada pada struktur email dan dentin gigi sehingga terjadilah lubang gigi. Awalnya lubang kecil lama kelamaan menjadi besar dan dalam. Bila didiamkan akan berlanjut dan menyebabkan terjadinya rasa sakit.

Pada kondisi gigi Mbak Nurul yang berlubang di bagian depan dan sudah menghitam, saran saya sebaiknya Anda memeriksakan gigi Anda ke dokter gigi. Gigi yang sudah berlubang tersebut akan dibersihkan dan dirawat oleh dokter gigi. Bila sisa jaringan gigi masih cukup kuat dan gigi masih dapat dipertahankan maka gigi tersebut dapat ditambal. Yang terpenting adalah mencegah penjalaran infeksi lebih lanjut akibat gigi berlubang tersebut. Dengan perawatan gigi, makanan atau kotoran yang masuk dapat dicegah, sehingga penjalaran infeksipun tidak semakin parah. Gigi berlubang yang besar dan dalam jika dibiarkan tidak dirawat maka dapat menimbulkan pembengkakan/ abses mulut dan wajah, bau mulut serta penyebaran infeksi ke jaringan atau organ lain dalam tubuh kita. Infeksi akibat gigi berlubang melalui pembuluh darah dapat selanjutnya menyebar pada organ paru, jantung, ginjal, hati dan lain- lain.

Untuk mencegah terjadinya gigi berlubang, yang perlu dilakukan adalah selalu menjaga kebersihan mulut. Gigi dapat tetap sehat asalkan kita selalu menjaga kebersihannya, dengan penyikatan yang teratur dan pembersihan khususnya bagian sela- sela gigi dengan benang gigi/ dental floss. Gunakanlah pasta gigi dan obat kumur yang mengandung bahan antibakteri Triclosan dan memiliki kandungan Fluoride yang dapat memperkuat gigi dari serangan gigi berlubang. Selain itu, penting pula untuk membatasi konsumsi gula dan asam, serta tidak lupa untuk kontrol berkala ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Semoga saran saya dapat membantu Anda..

 Gimana cara memperbaiki gigi yang mulai kropos? -Fika Firmansyah-

Halo Mbak Fika, salam kenal..

Gigi kita dapat mengalami pengeroposan yang istilahnya adalah karies gigi. Karies gigi ini merupakan masalah utama pada kesehatan mulut dan gigi masyarakat di dunia. Karies pada gigi terjadi karena adanya proses demineralisasi (hilangnya mineral dari lapisan gigi), yang tidak diimbangi dengan terjadinya remineralisasi (pengembalian mineral gigi). Proses demineralisasi terjadi pada kondisi PH mulut rendah yaitu di bawah 5,5 (kondisi mulut asam). Asam ini berasal dari makanan/ minuman dan bakteri dari sisa- sisa makanan yang kita konsumsi. Gigi kita rentan terhadap asam karena asam bersifat korosif terhadap Kalsium yang ada pada gigi kita. Bila keadaan ini berlangsung terus dalam rongga mulut, terjadilah karies pada gigi. Awalnya karies hanya terlihat sebagai bintik putih atau white spot pada permukaan gigi, lama kelamaan bisa menjadi kecoklatan dan menjadi lubang pada email ataupun dentin gigi.
Bila gigi Anda mulai keropos, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter gigi. Gigi yang mulai keropos dan rapuh, walaupun tidak terasa sakit saat ini, dapat pecah atau patah seketika. Tentunya jika patah, akan dapat menimbulkan rasa sakit, ataupun terjadi bagian gigi yang tajam sehingga dapat mengiritasi gusi atau mukosa mulut Anda. Proses karies pada gigi awalnya hanya mengenai email, namun bila dibiarkan akan semakin dalam ke bagian dentin dan bahkan mengenai saraf gigi. Pada saat itulah akan terasa sakit yang sangat tidak menyenangkan.��Dokter gigi akan melakukan perawatan pada gigi yang mulai keropos. Namun apabila gigi sudah sangat rapuh dan tidak dapat dipertahankan, maka kemungkinan akan dicabut. Walaupun tidak terasa sakit, gigi keropos sebaiknya jangan dibiarkan saja, karena selain dapat menimbulkan peradangan ataupun pembengkakan, juga menjadi sarang kuman penyebab bau mulut dan sumber penyakit bagi tubuh kita.
Beberapa tips menjaga gigi agar tidak mudah keropos:
1) Menjaga kebersihan mulut secara optimal. Penyikatan gigi sehari 2 kali dilakukan dengan cara penyikatan yang benar. Pergunakanlah pasta gigi yang memiliki sistem perlindungan terhadap gigi, dengan kandungan Calsium serta Fluor pencegah gigi keropos. Pilihlah sikat gigi yang memiliki tekstur bulu medium agar dapat mengangkat plak pada gigi namun tidak sampai merusak lapisan permukaan gigi. Selain menyikat gigi, Anda dapat berkumur dengan obat kumur antiseptik. Sebaiknya memilih obat kumur yang bebas gula dan alkohol. Gula dapat merusak email gigi, sedangkan kandungan alkohol dapat mempengaruhi PH balance dan menimbulkan rasa perih atau iritasi pada gusi.
2) Mengurangi makanan penyebab gigi karies, seperti makanan yang mengandung gula tinggi, asam, soda. Makanan ini terutama dikurangi konsumsinya diantara waktu makan yang utama. Dengan membatasi frekuensi konsumsi makanan yang mengandung gula serta asam, gigi akan terhindar dari karies. Sebaiknya setelah konsumsi makanan/ minuman manis atau asam, Anda dapat berkumur dengan air putih untuk menetralkan kondisi PH di rongga mulut. Berkumur dengan air putih dapat turut membersihkan sisa- sisa gula atau asam yang menempel di permukaan gigi geligi Anda.
3) Rutin melakukan pemeriksaan gigi di dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Selain pemeriksaan, Anda dapat pula membersihkan plak atau karang gigi di dokter gigi. Bila dalam pemeriksaan ditemukan ada lubang yang masih kecil, dapat dilakukan penambalan. Jangan menunggu sampai lubang gigi besar dan menimbulkan sakit yang mengganggu aktivitas Anda.
Semoga jawaban saya bermanfaat bagi Anda. Have a nice day..

 Dok gimana cara biar karang gigi hilang?trus bagaimana merawat agar karang gigi tidak muncul lagi.thanks dok -Oliv-

Halo Oliv, salam kenal.. Karang gigi atau calculus bila sudah terbentuk pada permukaan gigi memang tidak mudah untuk dihilangkan.  Dengan penyikatanpun cukup sulit untuk membersihkannya sampai benar- benar bersih. Namun walaupun sulit dibersihkan, karang gigi sebaiknya jangan dibiarkan, karena karang gigi dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri penyebab gingivitis/ radang gusi. Lama kelamaan radang dapat menjalar ke jaringan sekitarnya, menyebabkan penyakit periodontal penyebab gigi tanggal/ lepas. Selain penyakit periodontal, karang gigi yang ada dalam rongga mulut dapat menjadi penyebab bau mulut. Secara alami karang gigi dapat dicegah dengan rajin membersihkan gigi dan melakukan penyikatan gigi yang benar. Permukaan gigi disikat secara merata dan tidak ada sisa makanan yang tertinggal. Sela- sela gigi dan bagian permukaan dalam gigi harus benar- benar disikat agar sisa- sisa makanan yang terselip bisa dikeluarkan. Dengan rutin membersihkan gigi, membersihkan sela-sela gigi dengan dental floss, berkumur dengan obat kumur, pembentukan karang gigi dapat dicegah. Bagaimana cara membersihkan karang gigi yang sudah timbul di permukaan gigi geligi? Untuk menghilangkan karang gigi disarankan pergi ke dokter gigi. Dokter gigi akan melakukan skeling menggunakan alat scaler manual atau ultrasonic. Dengan menggunakan alat tersebut, dokter gigi akan membersihkan karang gigi yang melekat pada permukaan gigi, sela- sela gigi, bagian permukaan dalam gigi belakang dan karang gigi yang ada di dalam gingiva. Untuk mencegah penumpukan karang gigi, disarankan melakukan pembersihan gigi geligi yang optimal dan kontrol berkala ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Semoga jawaban saya dapat memberi masukan bagi Anda.

 Gigi geraham saya tdak terasa skit apabila di gunakan untuk mkan, karena saya lbih sering pakai gigi geraham sblah kiri untuk mengunyah, ketika mengunyah makanan secara tdak sengaja sdkit makan msuk ke lubang dan terasa skit yg begitu nyeri, mhn solusi -Latif-

Halo Mas Latif, salam kenal.. Gigi berlubang awalnya memang tidak selalu menimbulkan rasa sakit. Namun apabila sudah menimbulkan rasa sakit, rasa sakitnya akan sangat mengganggu dalam kegiatan sehari- hari. Rasa sakit terjadi karena penjalaran infeksi akibat gigi berlubang sudah semakin dalam hingga mengenai lapisan dentin dan pulpa. Gigi sebenarnya memiliki struktur yang keras bahkan lebih keras dari tulang, namun gigi tetap bisa berlubang. Penyebab gigi berlubang adalah asam yang dihasilkan oleh bakteri dalam mulut kita. Adanya sisa-sisa makanan dan pembersihan yang kurang baik, akan menyebabkan berlangsungnya proses fermentasi oleh bakteri. Bakteri mengubah gula dari sisa-sisa makanan menjadi asam yang menyebabkan lingkungan gigi dan mulut menjadi asam. Asam inilah yang akan melarutkan mineral- mineral yang ada pada struktur email sehingga terjadilah lubang gigi. Awalnya lubang kecil lama kelamaan menjadi besar dan dalam. Bila didiamkan akan berlanjut mengenai lapisan dentin dan juga pulpa di bawahnya, sehingga terjadi rasa sakit. Pada kondisi gigi Mas Latif yang berlubang dan saat makan terasa sakit, kemungkinan penjalaran infeksinya sudah mengenai bagian saraf/ pulpa gigi. Sebaiknya saran saya Anda memeriksakan kondisi gigi Anda ke dokter gigi. Kemungkinan pada gigi yang berlubang tersebut ada makanan/ kotoran yang masuk, sehingga infeksi menjalar semakin dalam daripada kondisi sebelumnya. Adanya infeksi yang lebih dalam akan menimbulkan rasa sakit/ nyeri. Gigi yang sudah berlubang besar dan dalam jika dibiarkan, lama kelamaan dapat menimbulkan pembengkakan/ abses mulut, pembengkakan pada wajah, bau mulut dan penyebaran infeksi ke jaringan atau organ lain dalam tubuh kita. Infeksi akibat gigi berlubang dapat menyebar melalui pembuluh darah menuju organ paru, jantung, ginjal, hati dan lain- lain. Oleh karena itu menjaga kebersihan mulut sangat penting dilakukan agar terhindar dari gigi berlubang. Gigi bisa tetap sehat asalkan kita selalu menjaga kebersihannya, dengan penyikatan yang teratur dan pembersihan sela- sela gigi dengan benang gigi/ dental floss. Penggunaan obat kumur yang mengandung bahan antibakteri dan fluoride dapat turut membantu menjaga kebersihan rongga mulut dalam mencegah gigi berlubang. Selain itu, penting pula untuk membatasi konsumsi gula dan asam, serta tidak lupa untuk kontrol berkala ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Semoga saran saya dapat membantu Anda..

 Saya punya masalah dengan gigi bungsu saya yang tumbuhnya miring tidak sempurna dan gigi bungsu ini merusak geraham yang ada di depannya dan sekarang ini sering sakit,yang mana yang saya cabut,apakah gigi bungsu saya atau geraham depannya yang berlubang?-Endah Purwanti-

Halo Mbak Endah, salam kenal..
Gigi geraham bungsu tumbuh paling terakhir dalam susunan gigi geligi. Gigi ini memang sering kekurangan tempat, sehingga tumbuhnya tidak sempurna. Ada kalanya gigi geraham bungsu ini tumbuh setengahnya, tumbuh dengan posisi miring, posisi horisontal, atau bahkan tidak tumbuh sama sekali karena tidak adanya tempat. Karena posisi geraham bungsu miring atau tidak sempurna ini, kadang makanan mudah menyelip dan sulit dibersihkan sehingga akhirnya terjadi lubang pada gigi tersebut ataupun pada gigi geraham yang ada di depannya (gigi geraham kedua).

Pada kasus gigi Mbak Endah, gigi geraham kedua yang berlubang dan sudah terasa sakit, kemungkinan lubangnya sudah cukup dalam. Lubang yang besar dan dalam dapat mengenai pulpa dan akan menyebabkan rasa sakit. Walaupun lubang sudah mengenai pulpa, gigi tersebut masih dapat dirawat dengan perawatan endodontik (perawatan saluran akar) apabila kondisinya masih memungkinkan. Saran saya, sebaiknya dilakukan pemeriksaan oleh dokter gigi terlebih dahulu. Pemeriksaan klinis yang ditunjang dengan pemeriksaan radiologis dental akan membantu dokter gigi Anda memutuskan perawatan selanjutnya. Bila gigi geraham kedua Anda masih dapat dipertahankan, sebaiknya dilakukan perawatan dan tidak dicabut. Sedangkan geraham bungsu yang tumbuhnya miring di belakangnya dapat dicabut. Dengan demikian tidak perlu dua- duanya dicabut.

Pengambilan gigi geraham bungsu pada usia Anda 33 tahun ini, tidak ada masalah selama tidak ada kontra indikasi pencabutan. Adapun kontra indikasi pencabutan berkaitan dengan kondisi sistemik dan kondisi lokal. Selama tidak ada kontra indikasi pencabutan dari kondisi sistemik dan lokal pasien, maka tindakan pencabutan gigi bungsu baik di rahang atas maupun rahang bawah aman untuk dilakukan. Sebelum pencabutan gigi geraham bungsu, dokter gigi akan memeriksa terlebih dahulu meliputi pemeriksaan gigi serta jaringan penyangga sekitarnya. Gambaran radiologis diperlukan untuk menilai posisi gigi yang miring, kondisi tulang di sekitar gigi, posisi sinus (pada kasus gigi geraham bungsu rahang atas), posisi kanalis mandibula (pada kasus gigi geraham bungsu rahang bawah), dan jaringan sekitarnya yang tak terlihat pada pemeriksaan dalam mulut. Dokter gigi akan menanyakan riwayat penyakit, memeriksa tekanan darah Anda, gula darah (bila perlu) sebelum tindakan pencabutan dilakukan.

Kondisi yang harus dipertimbangkan dokter gigi sebelum melakukan pencabutan gigi antara lain adalah : adanya abses apikal, selulitis, pembengkakan gusi di sekitar gigi, infeksi pericoronal akut,  kanker ataupun tumor ganas, paska radioterapi, alergi obat suntik (anestesi), kondisi ibu hamil, penderita penyakit tertentu (kelainan jantung, hepatitis, nefritis, diabetes mellitus yang tidak terkontrol, hipertensi berat) dan pasien dengan kelainan darah (trombositopenia, leukemia, anemia parah, hemofilia). Kondisi tersebut perlu dipertimbangkan agar efek samping pencabutan yang dapat terjadi seperti perdarahan, fraktur gigi, reaksi alergi, shock anafilaktik, dll, dapat diminimalisir. Selama kondisi Anda baik, tudak perlu khawatir untuk dilakukan pencabutan gigi bungsu. Semoga jawaban saya bermanfaat bagi Anda, Have a nice day..:)

 Kira2 perawatan apa yg bisa saya lakukan agar gigi saya tidak perlu dicabut karena terakhir kali sebelum saya pasang tambal gigi, lubangnya sekitar 60% dari gigi 14 saya. thx -Ricky-

Halo Ricky, salam kenal..
Gigi 14 Anda lubangnya sekitar 60% sebelum ditambal, berarti jaringan gigi yang hilang dan harus diganti cukup besar. Ini belum termasuk bagian gigi yang sudah hitam dan ada abses gingiva. Bagian gigi yang hitam dalam perawatan akan diambil/ dibersihkan. Pada lubang gigi yang besar, kemungkinan saraf gigi sudah terinfeksi atau bahkan bisa jadi gigi ini sudah mati/ nekrosis. Sebaiknya Anda memeriksakan ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan. Perawatan yang dilakukan adalah perawatan endo- perio yaitu perawatan endodontik/ saraf gigi dan perawatan jaringan periodontal, yang dilanjutkan dengan penambalan atau pembuatan restorasi untuk mengganti bagian gigi yang hilang.

Abses gingiva yang terjadi dapat disebabkan oleh infeksi jaringan periodontal akibat faktor iritasi seperti plak, kalkulus, trauma, poket periodontal, infeksi bakteri dsb, yang biasanya terjadi pada pasien dengan kondisi kebersihan mulut yang buruk/ oral hygiene buruk. Atau dapat pula abses pada gingiva ini terjadi akibat penjalaran infeksi dari gigi berlubang yang didiamkan sehingga invasi bakteri menjalar ke jaringan sekitarnya, yang disebut sebagai abses periapikal. Secara klinis akan terlihat pembengkakan pada gusi, bagian yang kemerahan dan rasa sakit. Hasil pemeriksaan dokter gigi akan menentukan apakah abses ini murni penyebabnya dari gusi atau abses periapikal. Diagnosis dapat ditegakkan dengan bantuan gambaran radiologi dan pemeriksaan pulpa/ saraf gigi.
Terapi abses periodontal dilakukan dengan drainase (kuretase atau insisi abses), menghilangkan plak dan kalukulus, pengurangan poket dan terapi antibiotik. Sedangkan pada terapi abses periapikal yang penting dilakukan adalah perawatan endodontik/ perawatan saluran akar gigi, selain juga mengatasi abses yang sudah terjadi.

Menurut saya, sebaiknya diketahui terlebih dahulu penyebab abses, sehingga penanganan yang dilakukan akan sesuai dengan kondisi tersebut. Pertimbangan gigi itu dicabut atau tidak, tergantung pada kondisi gigi, sisa jaringan gigi, dan prognosis perawatan. Bila gigi tersebut masih dapat dipertahankan, tentu tidak perlu dicabut. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi Anda mengenai perawatan yang akan dilakukan dan juga restorasi yang sesuai dengan sisa jaringan gigi Anda. Pilihan restorasi bergantung pada kekuatan sisa jaringan gigi dan jaringan pendukung sekitarnya (tulang dan gusi). Semoga jawaban saya dapat bermanfaat, have a nice day..

 Saya pny gi” brlubang tp sdh mati,dan kdang suka mnyebrkan bau tidak sdap pda mulut. Bgmn cra menghancurkn gi” yg sdh mati trsbut tanpa dcabut olh doktr? -Nara-

Halo Nara, salam kenal.. Gigi yang berlubang besar dapat menjadi tempat retensi sisa- sisa makanan dalam mulut. Akibatnya, gigi dapat menjadi sumber penyebab bau mulut, yang berasal dari proses pembusukan sisa- sisa makanan oleh bakteri. Bukan hanya bau mulut saja, penjalaran infeksi dari gigi berlubang dapat menyebar ke bagian tubuh/ organ lain, seperti jantung, paru- paru, ginjal, dan lainnya yang akan merugikan diri Anda. Walaupun gigi tersebut sudah mati atau non vital, namun bukan berarti tidak akan sakit lagi. Gigi dalam keadaan berlubang besar yang sarafnya sudah mati atau nekrosispun bisa menyebabkan rasa sakit dan bahkan dapat menimbulkan abses bila didiamkan. Dalam pertanyaan disebutkan bahwa Anda ingin agar gigi tersebut “dihancurkan” tanpa dicabut. Asumsi saya yang Anda maksud dengan “dihancurkan” mungkin artinya hancur sendiri atau gigi itu pecah sedikit demi sedikit, akhirnya lepas atau tanggal sendiri. Gigi yang berlubang besar dan sarafnya sudah mati memang terkadang dapat patah atau pecah akibat bagian gigi sudah rapuh. Lama kelamaan bila dibiarkan, gigi dapat menjadi bagian- bagian yang tidak utuh lagi, karena lepas atau tanggal sedikit demi sedikit. Namun ada kalanya bagian yang hilang tidak seluruhnya, terkadang masih tersisa bagian gigi yang berada di bawah/ di dalam gusi dan tulang. Walaupun bagian mahkota gigi sudah rapuh dan pecah, masih ada tersisa akar yang tertinggal di dalam gusi. Sisa akar ini masih memungkinkan menimbulkan rasa sakit bila di dalamnya kotor akibat adanya sisa- sisa makanan. Oleh karena itu, gigi yang hancur sekalipun sebaiknya tidak dibiarkan. Cara mengatasi gigi berlubang yang sarafnya sudah mati tidak selalu dengan pencabutan. Jika gigi tersebut masih bisa dirawat dan dipertahankan, sebaiknya jangan lekas- lekas diputuskan untuk dicabut. Saran saya, sebaiknya Anda memeriksakan kondisi gigi ini ke dokter gigi. Kalau ternyata gigi masih bisa dipertahankan, maka dapat dilakukan perawatan saraf gigi. Dengan adanya perawatan saraf gigi dan penambalan atau pembuatan restorasi gigi, maka bau mulut yang berasal dari gigi tersebut akan dapat diatasi. Cara penanganannya tidak selalu berakhir dengan pencabutan. Dengan melakukan perawatan gigi berlubang, Andapun dapat menjaga kesehatan mulut dan tubuh Anda. Oleh karena itu, gigi berlubang sebaiknya jangan dibiarkan saja karena akan merugikan Anda sendiri nantinya. Semoga jawaban saya dapat memberi masukkan bagi Anda..

 Apakah mmg bhaya kalau gigi graham yg msh kuat tp berlubang dicbt pada saat gi2 tdk trasa skt? knp gi2 nya ttp trasa skt ya padahal saya sangat rajin menyikat gi2? -Siske Rifani-

 

Halo Siske, salam kenal.. Gigi berlubang yang sudah ditambal namun tambalannya lepas, dapat disebabkan karena besarnya tekanan kunyah atau karena kurangnya faktor retensi dari gigi maupun tambalan. Tekanan kunyah yang besar akan membuat tambalan retak dan mudah lepas. Biasanya bila tambalan gigi sering lepas, dokter gigi akan mengganti jenis bahan tambal dengan restorasi lain yang lebih tahan terhadap tekanan kunyah (seperti inlay atau onlay). Tambalan juga dapat mudah lepas karena kurangnya faktor retensi gigi. Lubang yang besar pada gigi menyebabkan jaringan gigi yang tersisa sudah kecil atau rapuh, sehingga bahan tambal tidak dapat melekat dengan baik di permukaan gigi yang tersisa. Awalnya mungkin gigi Anda berlubang pada lapisan email sehingga tidak menimbulkan keluhan sakit. Namun karena setelah tambalan lepas tidak segera ditambal ulang, maka lubang pada gigi Anda membesar dan semakin dalam hingga akhirnya menimbulkan rasa sakit. Rasa ngilu akan terasa saat lubang mengenai dentin. Sedangkan rasa sakit sampai terasa di kepala, berdenyut- denyut, dapat terasa karena lubang sudah menjadi lebih dalam mengenai saraf/ pulpa gigi. Dokter gigi Anda menyarankan untuk tidak melakukan pencabutan gigi tersebut, karena dokter gigi Anda mungkin melihat bahwa gigi tersebut masih kuat dan masih bisa dipertahankan. Dalam hal ini bukan berarti gigi geraham Anda yang masih kuat berbahaya dicabut saat gigi tidak sakit, tetapi lebih kepada gigi itu sendiri masih dapat dirawat dan dipertahankan sehingga sayang untuk dicabut. Mengingat fungsi gigi geraham dalam mulut juga merupakan gigi yang penting untuk pengunyahan dan oklusi, untuk melakukan pencabutan gigi geraham perlu dipertimbangkan terlebih dahulu. Gigi geraham dapat dicabut bila memang ternyata sisa jaringan gigi tidak memungkinkan untuk dipertahankan, terdapat abses kronis/ menahun, gigi patah pada bagian 1/3 akar, gigi remuk/ pecah sehingga sulit direstorasi, gigi yang tersisa hanya bagian radix/ akar gigi dan mengalami kerusakan jaringan periodontal sehingga gigi mengalami kegoyangan parah. Kalau sekarang gigi itu terasa benar- benar sakit, menurut saya sebaiknya jangan didiamkan. Walaupun penyikatan yang teratur sudah Anda lakukan, jika lubang pada gigi (akibat tambalan lepas) didiamkan, maka sisa makanan dapat mudah menempel kembali. Lama kelamaan lubang menjadi semakin dalam dan menimbulkan rasa sakit. Saya sarankan Anda pergi ke dokter gigi kembali untuk mendapatkan perawatan yang sesuai. Anda dapat menceritakan kondisi gigi Anda, sejak tambalan lepas hingga kondisi sakit seperti yang sekarang dialami. Dokter gigi Anda tentunya akan membantu memberikan penanganan yang terbaik sesuai kondisi gigi tersebut. Jika didiamkan, selain sakit yang mengganggu aktivitas Anda, dikhawatirkan penjalaran infeksi semakin luas dan dalam. Sebelum menjadi lebih parah, sebaiknya segera dirawat dan diobati.

 Gigi atas saya bermasalah bolong besar di tengah dan sampingnya sudah keropos juga. gigi saya yang keropos lama-lama habis & tinggal akar giginya saja.Apakah akar gigi bisa dicabut? posisinya ada di rahang atas.Bahayakah? -Denny-

Halo Bapak Denny, salam kenal.. Mengenai gigi yang “bolong” atau berlubang besar di tengah, dan masih ada 3/4 bagian gigi, saya rasa kemungkinan masih dapat direstorasi. Gigi yang tinggal sisa akarpun kalau ternyata masih kuat, jaringan pendukung (gusi dan tulang) baik, bukan tidak mungkin untuk dirawat dan dipertahankan. Memang ada beberapa kondisi gigi yang tidak bisa dipertahankan lagi sehingga lebih baik dicabut. Kondisi- kondisi itu antara lain adalah gigi dengan patologis pulpa yang tidak dapat dilakukan perawatan saraf/ endodontic treatment, gigi dengan penyakit periodontal parah, gigi malposisi, gigi impaksi, pertimbangan perawatan ortodonti dan fraktur pada 1/3 akar. Bila gigi depan Pak Denny masih tersisa 3/4 bagian (asumsi saya yang rusak hanya 1/4 bagian) dan tidak termasuk salah satu kondisi yang saya sebutkan di atas, menurut saya kemungkinan masih dapat dilakukan perawatan dan dipertahankan. Gigi yang keropos di sebelahnya bila memungkinkan juga sebaiknya jangan diputuskan untuk langsung dicabut. Sebaiknya dirawat atau dibuatkan restorasi, mengingat gigi depan penting dalam fungsi fonetik dan juga berpengaruh pada penampilan. Kalaupun harus dicabut, saya kurang mengerti yang dimaksud dengan “susah untuk pembuatan gigi palsunya”. Apakah kesulitannya karena giginya sudah banyak yang hilang atau karena tulang dan jaringan penyangga yang sudah tidak memungkinkan? Dalam hal ini, sebaiknya menurut saya Anda berkonsultasi kembali dengan dokter gigi Anda agar didapatkan solusi yang terbaik. Kalau memang gigi tersebut masih dapat dipertahankan, jangan lekas- lekas dicabut. Semakin banyak jumlah gigi yang hilang, tulang rahang akan mudah resorbsi/ menyusut, sehingga pembuatan gigi tiruan semakin sulit, karena pembuatan gigi tiruan jenis apapun akan bertumpu pula pada tulang penyangga di bawah atau di atasnya. Mengenai gigi Pak Denny yang tinggal akar dan ingin dicabut, selama tidak ada kontra indikasi pencabutan, tindakan pencabutan gigi baik di rahang atas maupun rahang bawah aman untuk dilakukan. Dokter gigi akan memeriksa terlebih dahulu meliputi pemeriksaan gigi (bila perlu dilakukan pemeriksaan radiologi/ rontgen gigi) serta jaringan penyangga sekitarnya. Gambaran radiologi dental atau rontgen dental akan membantu dokter gigi menilai kondisi akar gigi, tulang, posisi sinus dan jaringan sekitarnya yang tak terlihat pada pemeriksaan dalam mulut. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya efek samping pencabutan. Sebelum pencabutan, perlu diketahui pula kondisi umum dan riwayat penyakit pasien. Dokter gigi akan menanyakan riwayat penyakit, memeriksa tekanan darah Anda, gula darah (bila perlu) sebelum tindakan pencabutan dilakukan. Bila kondisi umum baik, menurut saya Anda tidak perlu khawatir untuk dilakukan pencabutan gigi yang tinggal akar tersebut. Ada beberapa kondisi yang harus dipertimbangkan dokter gigi sebelum melakukan pencabutan gigi, antara lain adalah : adanya infeksi pericoronal akut, abses apikal, selulitis, pembengkakan gusi di sekitar gigi, kanker atau tumor ganas, paska radioterapi, alergi obat suntik (anestesi), kondisi kehamilan, penderita penyakit tertentu (penyakit atau kelainan jantung, hepatitis, nefritis, diabetes mellitus yang tidak terkontrol, hipertensi berat) dan pasien dengan kelainan darah (trombositopenia, leukemia, anemia parah, hemofilia). Penyakit kronis seperti penyakit ginjal, diabetes, hepatitis, dll, perlu pertimbangan sebelum pencabutan gigi karena dapat menimbulkan infeksi jaringan, masalah dalam penyembuhan dan kondisi penyakit dapat semakin memburuk. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, diharapkan efek samping pencabutan yang dapat terjadi seperti perdarahan, fraktur gigi, reaksi alergi, shock anafilaktik, dll, dapat diminimalisir. Semoga jawaban saya dapat memberi masukkan dan bermanfaat bagi Pak Denny.

 Dok bagaimana cara mengobati gigi yang berlubang hingga menimbulkan rasa sakit&bagaimana cara membersihkan karang gigi? -Wiwin Hervina-

Halo Mbak Wiwin, salam kenal.. Gigi berlubang yang sudah menimbulkan rasa sakit memang sangat mengganggu dalam kegiatan sehari- hari. Rasa sakit tersebut dikarenakan penjalaran infeksi akibat gigi berlubang sudah semakin dalam hingga mengenai lapisan dentin dan pulpa. Gigi itu sendiri sebenarnya memiliki struktur yang keras bahkan lebih keras dari tulang. Namun gigi tetap bisa berlubang. Penyebab gigi berlubang adalah asam yang dihasilkan oleh bakteri dalam mulut kita. Adanya sisa-sisa makanan dan pembersihan yang kurang baik, akan menyebabkan berlangsungnya proses fermentasi oleh bakteri. Bakteri mengubah gula dari sisa-sisa makanan menjadi asam yang menyebabkan lingkungan gigi dan mulut menjadi asam. Asam inilah yang akan melarutkan mineral- mineral yang ada pada struktur email sehingga terjadilah lubang gigi. Awalnya lubang kecil lama kelamaan menjadi besar dan dalam. Bila didiamkan akan berlanjut mengenai lapisan dentin dan juga pulpa di bawahnya, sehingga terjadi rasa sakit. Pada kondisi gigi Mbak Wiwin yang berlubang dan terasa sakit, kemungkinan penjalaran infeksinya sudah mengenai bagian saraf/ pulpa gigi. Sebaiknya cara mengatasinya adalah dengan pergi ke dokter gigi untuk dilakukan perawatan saraf gigi/ endodontik treatment. Dokter gigi akan membersihkan kotoran dan produk radang yang ada pada bagian mahkota gigi, bagian ruang pulpa dan saluran akar dengan alat dan obat- obatan khusus. Setelah dibersihkan, gigi akan diisi dengan bahan pengisi saluran akar dan kemudian dilakukan penambalan atau pembuatan restorasi untuk menggantikan bagian gigi yang hilang/ lubang. Namun bila dokter gigi melihat kondisi sisa jaringan gigi yang berlubang tersebut tidak memungkinkan untuk perawatan saraf gigi, maka biasanya akan disarankan untuk dilakukan pencabutan gigi. Gigi yang sudah berlubang besar dan dalam serta menyebabkan rasa sakit jika dibiarkan, lama kelamaan dapat menimbulkan pembengkakan/ abses mulut, pembengkakan pada wajah, bau mulut dan penyebaran infeksi ke jaringan atau organ lain dalam tubuh kita. Infeksi akibat gigi berlubang tidak boleh dianggap remeh karena dapat menyebar melalui pembuluh darah menuju organ paru, jantung, ginjal, hati dan lain- lain. Oleh karena itu menjaga kebersihan mulut sangat penting dilakukan agar terhindar dari gigi berlubang. Gigi bisa tetap sehat asalkan kita selalu menjaga kebersihannya, membatasi konsumsi gula dan asam, serta tidak lupa cek ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Mengenai cara pembersihan karang gigi, sebaiknya disarankan dilakukan dengan skeling di dokter gigi. Seperti kita ketahui karang gigi cukup sulit untuk dibersihkan dengan penyikatan biasa. Karang gigi adalah endapan plak yang termineralisasi yang menempel pada permukaan gigi, tambalan ataupun gigi tiruan. Karang gigi dapat berwarna kuning, kecoklatan, agak kehijauan atau kehitaman. Karang gigi yang menumpuk semakin lama akan menutupi permukaan gigi, baik pada bagian atas gusi (supragingiva) ataupun bagian bawah gusi (subgingiva). Dokter gigi akan membersihkan karang gigi baik supra gingiva maupun sub gingiva dengan alat skaler manual ataupun ultrasonik. Dengan skeling di dokter gigi, karang gigi Anda akan dihilangkan tanpa merusak lapisan email gigi di bawahnya. Semoga jawaban saya bermanfaat bagi Anda. Have a nice weekend..

 Gigi graham atas saya berlubang besar.Jika saraf-sarafnya dimatikan apa gigi saya akan mati? Gigi graham saya tinggal setengah bagian. brp persenkah gigi saya masih bisa dipertahankan dan ditambal?-Endeh Handawati-

Halo Mbak Endeh Handawati, salam kenal..
Pada gigi yang berlubang besar kebanyakan infeksi sudah menjalar jauh ke dalam lapisan gigi menembus email, dentin dan mengenai saraf gigi. Oleh karena itu dokter gigi Anda menyarankan untuk melakukan pembersihan gigi yang lebih luas meliputi saraf gigi yang sudah terinfeksi.
Yang dimaksud dengan pembersihan saraf- saraf gigi oleh dokter gigi Anda adalah perawatan saluran akar/ perawatan saraf gigi yang dalam kedokteran gigi disebut pula dengan endodontic treatment atau root canal treatment. Dengan perawatan tersebut, dokter gigi Anda akan membersihkan/ mengangkat saraf gigi Anda di bagian ruang pulpa dan saluran akar, beserta sisa- sisa jaringan nekrotik yang terdapat didalamnya.
Pembersihan dalam perawatan saluran akar ini dilakukan secara mekanis dan kimiawi, dengan tujuan untuk membersihkan dinding saluran akar, yang kemudian akan dilanjutkan dengan sterilisasi saluran akar. Setelah itu gigi akan diisi dengan bahan pengisi khusus saluran akar, agar kotoran/ bakteri tidak dapat masuk kembali ke dalamnya. Terakhir barulah gigi akan dilakukan penambalan atau pembuatan restorasi. Dengan adanya perawatan saluran akar ini, maka dikatakan bahwa gigi Anda telah mati, artinya di dalam saluran akar gigi tersebut sudah tidak terdapat saraf, jaringan pulpa dan pembuluh darah lagi.

Dalam pertanyaan dikatakan bahwa gigi Anda sudah tinggal setengah bagian. Biasanya dokter gigi akan melakukan diagnosis, rencana perawatan serta menentukan prognosis (keberhasilan perawatan) berdasarkan hasil pemeriksaan klinis pada gigi Anda, yang biasanya juga ditunjang dari pemeriksaan radiologi (rontgen gigi). Asumsi saya, dengan adanya tawaran rencana perawatan saraf gigi oleh dokter gigi Anda, walaupun gigi Anda tinggal setengah bagian namun diperkirakan masih bisa dipertahankan. Ada kemungkinan nantinya dokter gigi Anda akan membuatkan restorasi untuk menggantikan bagian gigi yang sudah tinggal setengah tersebut sehingga gigi tersebut dapat tetap bertahan dan berfungsi kembali dalam rongga mulut. Restorasi gigi yang mungkin dapat dibuatkan setelah perawatan saraf gigi adalah mahkota tiruan dengan pasak, onlay dengan pasak,dll. Namun untuk menentukan pilihan yang tepat kembali kepada luas sisa bagian gigi Anda yang harus dilihat dari pemeriksaan klinis. Bila gigi Anda dinilai terlalu rapuh dan tidak dapat dipertahankan, kemungkinan sejak awal dokter gigi Anda tidak akan menawarkan perawatan saluran akar, tetapi menyarankan pencabutan gigi. Saran saya, bila Anda masih ragu, Anda dapat berkonsultasi kembali sebelum dilakukan perawatan. Mungkin penjelasan dari saya dapat sedikit memberi informasi tambahan bagi Anda.. Have a nice day..

 Bagaimana caranya mengatasi gigi yang terlihat seperti mau tanggal dimana lapisan emailnya terkikis? Pasta gigi apa yg cocok saya pakai? Makasih sebelumnya -Virgo-

Halo Virgo, salam kenal…
Lapisan email gigi dapat terkikis karena beberapa hal. Yang paling sering adalah karena cara penyikatan gigi yang salah, yaitu dengan tekanan berlebihan dan arah gerakan penyikatan yang horisontal terus menerus. Penyikatan gigi dengan tekanan berlebihan apalagi menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang kasar, akan dapat menghilangkan lapisan email gigi. Mineral- mineral pada struktur gigi akan mudah terabrasi, sehingga lapisan dentin dapat terbuka. Akibatnya dapat terasa ngilu, atau gigi menjadi sensitif. Untuk menghindari terjadinya email yang terkikis, sebaiknya memperhatikan kembali cara penyikatan dan sikat gigi yang digunakan. Pada kondisi gigi Anda yang emailnya sudah terkikis dan terlihat seperti mau tanggal, kemungkinan abrasi yang terjadi sudah cukup lama. Jika lapisan gigi yang terkikis cukup dalam sehingga mengenai dentin maka sebaiknya dilakukan penambalan gigi tersebut di dokter gigi. Apabila terkikisnya lebih dalam lagi dan mengenai pulpa/ saraf gigi, sebaiknya dilakukan perawatan saraf/ perawatan saluran akar pada gigi tersebut dan barulah ditambal atau dibuatkan restorasi agar gigi tidak mudah patah. Untuk itu ada baiknya Anda memeriksakan terlebih dahulu kondisi gigi yang terkikis tersebut. Jika diketahui dan ditangani sejak dini, kemungkinan besar gigi Anda masih dapat dipertahankan.
Mengenai pasta gigi yang cocok untuk gigi tersebut, menurut saya sebaiknya Anda memilih pasta gigi dengan kandungan Fluoride dan yang tidak mengandung bahan pemutih gigi (bukan pasta gigi pemutih). Fluoride bersifat antibakterial dan dapat membantu menguatkan struktur gigi Anda. Pasta gigi pemutih tidak dianjurkan untuk digunakan pada kondisi gigi Anda karena kandungan bahan abrasif dan peroksida di dalamnya dapat menyebabkan gigi Anda semakin terkikis dan terasa ngilu. Bila saat ini gigi Anda sering terasa ngilu/ sensitif, dapat pula menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif seperti yang banyak beredar di pasaran saat ini. Pasta gigi yang mengandung bahan seperti Pottasium Nitrate dan Stronsium chloride dapat mengurangi rasa sensitif pada gigi karena kedua bahan ini dapat membantu memblok transmisi nyeri di tubulus dentin. Namun untuk menghilangkan rasa ngilu/ sensitif sebaiknya tetap dilakukan penanganan khusus oleh dokter gigi. Semoga saran saya bermanfaat bagi Anda..

 Ada cara menghilangkan karang gigi bila dilakukan sendiri ? Mohon jawabannya -Hanif-

Halo Mas Hanif, salam kenal..
Karang gigi yang melekat pada gigi memang tidak mudah untuk dilepaskan. Penyikatan gigi tidak dapat menghilangkan karang gigi yang sudah terbentuk di permukaan gigi. Karang gigi yang dibiarkan merupakan tempat berkumpulnya bakteri penyebab radang gusi. Lama kelamaan radang akan menjalar ke jaringan sekitarnya, menyebabkan penyakit periodontal penyebab gigi tanggal. Selain itu, selama karang gigi ada dalam mulut, aroma mulutpun berbau tidak sedap.

Banyak orang yang ingin mencoba menghilangkan karang gigi sendiri dengan cara melepaskannya atau mencungkilnya menggunakan benda- benda tajam seperti kuku tangan, jarum, peniti, silet, cutter, dsb. Cara ini tidak disarankan karena dapat melukai gusi dan juga bila alat yang digunakan atau kuku jari Anda tidak steril, justru dapat menyebabkan infeksi.
Ada pula yang membersihkan karang gigi dengan cara tradisional. Cara tradisional adalah dengan membersihkan karang gigi menggunakan bahan- bahan abrasif seperti batu bata yang dihaluskan, biji asam kawak yang diblender/ ditumbuk, biji cengkeh yang dihaluskan dsb. Bahan- bahan ini kemudian diaplikasikan pada permukaan gigi atau sikat gigi, kemudian digerakan seperti menggosok sehingga karang gigi akhirnya terlepas. Namun menghilangkan karang gigi dengan cara-cara seperti ini hanya dapat mengambil/ melepaskan karang gigi yang mudah terjangkau dan terlihat oleh yang bersangkutan. Sedangkan faktanya letak karang gigi tidak selalu di bagian permukaan gigi yang terlihat. Karang gigi dapat berada pada supra gingiva (di atas gusi) yang terlihat oleh mata kita, dan sub ginggiva (bawah gusi) yang tidak terlihat secara langsung karena tertutup gusi. Karang gigi juga dapat berada di sela- sela gigi (diantara gigi geligi) baik gigi geligi depan ataupun belakang. Bila kita ingin membersihkan karang gigi sendiri, mungkin kita akan menemui kesulitan saat membersihkan karang gigi pada bagian sela- sela gigi. Terutama pada gigi atas belakang, saya rasa pandangan kita ke gigi atas belakang menggunakan cermin sekalipun sudah cukup sulit, sehingga untuk membersihkan karang gigi di bagian tersebut dibutuhkan bantuan dokter gigi. Alangkah baiknya bila karang gigi dibersihkan secara profesional oleh dokter gigi. Dokter gigi akan membersihkan karang gigi meliputi karang gigi supra maupun sub gingiva, pada bagian permukaan gigi maupun bagian sela- sela gigi dengan skeling menggunakan alat scaler manual atau ultrasonic. Bentuk alat scaler sudah didesain sehingga mampu menjangkau bagian permukaan dan sela- sela gigi, termasuk karang gigi di bagian sub gingiva (bawah gusi). Alat- alat ini digunakan oleh dokter gigi profesional setelah disterilkan terlebih dahulu, sehingga lebih aman digunakan. Semoga jawaban saya dapat memberi masukan untuk Anda. Have a nice day..

 Bagaimana cara menghilangkan karang gigi, bau mulut dan gigi kuning.? Padahal saya sangat rajin menggosok gigi, mohon jawabannya. -Muhalim-

Halo Mas Muhalim..
Karang gigi adalah endapan plak yang terkalsifikasi (berikatan dengan Kalsium). Karang gigi atau kalkulus dapat menempel pada permukaan gigi, tambalan ataupun gigi tiruan. Karang gigi dapat berwarna kuning, kecoklatan, agak kehijauan atau kehitaman. Karang gigi terjadi akibat penyikatan yang kurang bersih, sehingga masih terdapat sisa- sisa makanan yang terselip atau menempel. Plak yang tidak dibersihkan lama kelamaan menjadi karang gigi. Karang gigi yang menumpuk semakin lama akan menutupi permukaan gigi, baik pada bagian atas gusi (supragingiva) ataupun bagian bawah gusi (subgingiva). Permukaan karang gigi cenderung kasar sehingga merupakan tempat perlekatan bakteri dalam mulut. Bakteri ini akan mengiritasi gusi sehingga mudah berdarah (terjadi gingivitis) dan inflamasi dapat berlanjut menjadi periodontitis. Pada periodontitis, gigi cenderung mudah goyang, dan bahkan dapat tanggal.
Karang gigi memang agak sukar dibersihkan. Banyak orang yang menggunakan cara tertentu untuk membersihkan karang gigi, yaitu dengan menggunakan biji asam Jawa yang dihaluskan ataupun menggunakan bahan abrasif seperti batu bata yang dihaluskan. Adapula yang membersihkan dengan cara mencongkel menggunakan benda- benda tajam, namun cara seperti ini tidak dianjurkan karena dapat melukai gusi atau bahkan mengikis lapisan gigi. Disarankan lebih baik membersihkan karang gigi dengan skeling di dokter gigi. Alat yang digunakan adalah skaler manual ataupun skaler ultrasonik yang sudah disterilisasi sebelumnya. Dengan cara ini, karang pada gigi Anda akan hilang tanpa merusak lapisan email gigi di bawahnya.

Mengenai bau mulut, ada beberapa penyebabnya. Salah satunya adalah banyaknya plak dan karang gigi. Bau mulut atau halitosis timbul karena adanya senyawa gas belerang dalam mulut.  Dapat disebabkan oleh faktor lokal dalam mulut yaitu adanya gigi berlubang, gigi nekrosis, akar gigi tempat retensi makanan yang membusuk, gigi tiruan yang kurang baik, tambalan yang bocor, abses pada gusi, gingivitis kronis, pericoronitis, candidiasis oral, luka pada rongga mulut, mulut kering, dll. Sedangkan penyebab lainnya adalah sinusitis, infeksi amandel, tonsilitis, penyakit ginjal, paru- paru, penyakit saluran cerna, kelainan darah, kanker. Bau mulut juga sering terjadi apabila mulut kering saat sedang berpuasa, atau karena konsumsi makanan yang berbau tidak sedap (bawang putih, jengkol, pete).
Cara mengatasi bau mulut adalah dengan mengetahui penyebabnya. Umumnya bau mulut yang sering terjadi lebih banyak berasal dari penyebab dalam rongga mulut. Karang gigi yang menumpuk akan mencetuskan bau mulut karena merupakan tempat berkumpulnya bakteri penghasil senyawa belerang penyebab bau mulut. Solusinya, Anda dapat mengecek kondisi gigi geligi Anda di dokter gigi, untuk mengetahui apakah ada gigi yang berlubang, tambalan yang bocor, dsb. Dokter gigi akan memberikan perawatan yang sesuai untuk mengatasi bau mulut yang Anda alami. Selain itu, tetap menjaga kebersihan mulut dengan penyikatan teratur, bila perlu dapat ditambah dengan obat kumur dan selalu kontrol berkala minimal tiap 6 bulan sekali ke dokter gigi.

Mengenai gigi yang kuning warnanya, menurut saya dalam hal ini terkait dengan faktor kebersihan mulut. Menyikat gigi secara teratur sebaiknya dilakukan dengan optimal, artinya cara penyikatan yang benar dan Anda bisa mengecek kembali gigi Anda apakah sudah bersih/ belum setelah penyikatan. Untuk bagian sela- sela gigi yang kadang terlewat, Anda dapat menggunakan sikat interdental, dental floss atau benang gigi. Pembersihan gigi yang kurang optimal menyebabkan gigi masih ditempeli sisa- sisa makanan dan lama kelamaan gigi menjadi berwarna kuning. Gigi kuning dapat disebabkan faktor internal, yaitu penyebabnya berasal dari dalam struktur gigi itu sendiri, jadi gigi sudah terlihat kuning sejak gigi tersebut erupsi. Namun gigi juga bisa kuning akibat faktor eksternal yaitu pembersihan gigi yang kurang baik, konsumsi makanan/ minuman berwarna, merokok, serta konsumsi obat- obatan tertentu dsb. Gigi yang berwarna kuning dapat dilakukan pemutihan gigi (bleaching). Namun saya sarankan Anda sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter gigi. Dokter gigi akan mencari solusi yang sesuai dengan kondisi gigi geligi Anda. Semoga saran saya bermanfaat bagi Anda..

 Gigi saya yang belakang ada yang berlubang, sudah cukup lama. memang saya tidak pernah sakit gigi, cuma merasa tidak enak aja. dan akhir-akhir suka ngilu terkena air waktu kumur-kumur. bagaimana cara mengatasinya? -Muhalim-

Halo Mas Muhalim, salam kenal..
Gigi berlubang tidak selalu menyebabkan sakit gigi. Pada awalnya, lubang masih kecil dan belum terlalu dalam, sehingga belum mengakibatkan rasa sakit. Lubang pada gigi yang baru mengenai lapisan email, biasanya tidak menimbulkan sakit sehingga si pemilik gigi kebanyakan membiarkannya atau tidak mencari pengobatan. Namun saat lubang semakin dalam dan mulai mengenai lapisan dentin, akan timbul rasa ngilu. Bila didiamkan, lama kelamaan lubang semakin dalam dan bisa mengenai bagian saraf gigi/ pulpa. Saat itu gigi akan terasa sakit, berdenyut- denyut yang akan mengganggu aktivitas Anda. Maka bukan berarti bila didiamkan gigi berlubang nantinya tidak akan sakit. Apalagi Anda mengatakan akhir- akhir ini sudah mulai terasa ngilu saat terkena air atau berkumur. Kemungkinan saat ini, lubang sudah membesar atau menjadi lebih dalam dan mulai mengenai dentin. Dentin yang terbuka akan terasa ngilu jika terkena air saat kita berkumur atau minum, terkena makanan/ minuman manis, asam dan saat makan.

Cara mengatasi gigi berlubang tidak selalu dengan pencabutan. Gigi yang masih bisa ditambal, dirawat, dipertahankan, sebaiknya jangan lekas- lekas diputuskan untuk dicabut. Saya anjurkan Anda memeriksakan kondisi gigi ke dokter gigi. Kalau lubangnya baru mengenai dentin, sebaiknya gigi ditambal. Kalau ternyata infeksinya sudah mencapai pulpa, dapat dilakukan perawatan saraf gigi dan gigi nantinya akan ditambal/ direstorasi. Dengan demikian tidak selalu berakhir dengan pencabutan. Dengan melakukan perawatan gigi berlubang, Anda dapat menjaga kesehatan mulut Anda. Seperti kita ketahui, gigi berlubang dapat menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan dan bakteri yang sulit dibersihkan dan dapat menjadi sumber infeksi ke jaringan dan organ tubuh lain seperti jantung, paru, ginjal, dll. Oleh karena itu, gigi berlubang jangan dibiarkan saja karena akan merugikan Anda sendiri nantinya. Semoga jawaban saya dapat memberi masukkan bagi Anda. Have a nice day..

 kenapa gigi harus berlubang,?apa yang akan terjadi dengan gigi yang sudah berlubang dan kita biarkan tanpa di cabut atau di obati ,kenapa gigi orang dewasa kalau sudah berlubang tidak bisa tumbuh lgi, apakah benar tidak boleh langsng mnggosok gi2 setelah makan? -Yathi-

Halo Mbak Yathi, salam kenal..
1. Gigi terdiri dari 3 lapisan yaitu email, dentin dan pulpa. Gigi itu sendiri strukturnya keras menyerupai tulang. Bahkan struktur email gigi manusia lebih kuat daripada tulang. Namun gigi tetap bisa berlubang. Penyebab gigi berlubang adalah asam yang dihasilkan oleh bakteri dalam mulut kita. Adanya sisa-sisa makanan dan pembersihan yang kurang baik, akan menyebabkan berlangsungnya proses fermentasi oleh bakteri. Bakteri mengubah gula dari sisa-sisa makanan menjadi asam yang menyebabkan lingkungan gigi dan mulut menjadi asam. Asam inilah yang akan melarutkan mineral- mineral yang ada pada struktur email sehingga terjadilah lubang gigi. Awalnya lubang kecil lama kelamaan menjadi besar dan dalam. Bila didiamkan akan berlanjut mengenai lapisan dentin dan juga pulpa di bawahnya, sehingga terjadi rasa sakit. Sakit gigi akan mengganggu aktivitas kita sehari- hari. Oleh karena itu menjaga kebersihan mulut sangat penting dilakukan agar terhindar dari gigi berlubang. Gigi bisa tetap sehat sampai tua, asalkan selalu dijaga kebersihan dan kesehatannya, membatasi konsumsi gula dan asam, serta tidak lupa cek ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

2. Gigi yang sudah berlubang dan kita biarkan tanpa dicabut atau diobati, lama kelamaan dapat menimbulkan rasa sakit, pembengkakan/ abses mulut, pembengkakan pada wajah, bau mulut dan penyebaran infeksi ke jaringan atau organ lain dalam tubuh kita. Infeksi karena gigi berlubang tidak boleh dianggap remeh. Infeksi gigi dapat menyebar melalui pembuluh darah sehingga terjadi infeksi pada organ paru, jantung, ginjal, hati dan lain- lain. Bahkan ada pula pasien yang mengeluhkan gatal- gatal di kulit, ternyata sumber penyebabnya adalah gigi berlubang. Walaupun kesannya sepele, tapi infeksi gigi berlubang yang sudah parah dapat pula mengakibatkan kematian.

3. Selama kita hidup, kita memiliki 2 periode pergantian gigi, yaitu gigi susu dan gigi tetap. Gigi susu adalah gigi yang erupsi dimulai usia 4- 6 bulan. Gigi susu berjumlah 20 buah, warnanya lebih putih (seperti susu) dan ukurannya kecil dibandingkan gigi tetap. Gigi susu akan tanggal saat usia tertentu (mulai usia 5- 6 tahun) dan akan digantikan oleh gigi tetap. Gigi tetap manusia jumlahnya 32 buah, warnanya tidak seputih gigi susu dan ukurannya lebih besar daripada gigi susu. Bila gigi tetap kita rusak, berlubang atau tanggal, maka tidak akan ada gigi penggantinya lagi.

4. Sebaiknya memang tidak langsung menggosok gigi setelah makan karena hal ini berhubungan dengan tingkat keasaman saliva dalam mulut (pHsaliva). Menurut penelitian, pH saliva normal adalah 6,8. Setelah makan, 15 menit berikutnya pH saliva akan mengalami penurunan menjadi kurang dari 5,5. Pada kondisi ini, jika kita melakukan penyikatan gigi, maka mineral- mineral pada struktur gigi akan mudah larut (terjadi demineralisasi). Kalau dilakukan terus menerus, lapisan email gigi akan terkikis dan gigi menjadi berlubang. Sebaiknya disarankan agar penyikatan dilakukan minimal 30 menit setelah makan saat pH saliva sudah mulai normal kembali.

 Gigi graham atas saya berlubang dan cukup besar ,sudah ditambal ber-kali2 masih saja lepas .saran dokter harus dicabut tapi saya kwatir ada efek samping . kira-2 apa solusinya ? -Naryo-

Halo Mas Naryo, salam kenal..
Gigi yang berlubang besar sudah ditambal namun berkali- kali lepas, dapat diakibatkan karena besarnya tekanan kunyah atau karena kurangnya faktor retensi dari gigi maupun tambalan. Tekanan kunyah yang besar akan membuat tambalan retak dan mudah lepas. Biasanya bila tambalan gigi sering lepas, dokter gigi akan mengganti jenis bahan tambal dengan restorasi lain yang lebih tahan terhadap tekanan kunyah, berupa inlay atau onlay metal. Namun bisa jadi tambalan lepas karena faktor retensi dari gigi yang kurang. Lubang yang besar pada gigi menyebabkan jaringan gigi yang tersisa sudah kecil atau rapuh, sehingga bahan tambal tidak dapat melekat dengan baik di permukaan gigi yang tersisa tadi. Akibatnya tambalan mudah lepas. Bila memang demikian keadaannya, dan gigi sudah tidak dapat dipertahankan lagi maka kemungkinan pertimbangannya adalah pencabutan.

Untuk menghindari terjadinya efek samping, sebelum melakukan pencabutan gigi, sebaiknya dilakukan pemeriksaan meliputi pemeriksaan gigi (bila perlu dilakukan pemeriksaan radiologi/ rontgen gigi) dan pemeriksaan kondisi umum pasien. Rontgen gigi membantu dokter gigi menilai kondisi akar gigi, tulang, sinus dan jaringan sekitarnya yang tak terlihat pada pemeriksaan dalam mulut. Apabila kondisi umum pasien baik, tidak perlu khawatir dilakukan pencabutan gigi. Beberapa kondisi yang harus dipertimbangkan sebelum pencabutan gigi antara lain adalah : adanya infeksi akut, selulitis, pembengkakan gusi di sekitar gigi, kanker atau tumor ganas, paska radioterapi, alergi obat suntik (anestesi), ibu hamil, penderita penyakit tertentu (jantung, ginjal, diabetes mellitus yang tidak terkontrol, hipertensi berat) dan pasien dengan kelainan darah (trombositopenia, leukemia, hemofilia). Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, diharapkan efek samping pencabutan yang dapat terjadi (seperti perdarahan, fraktur gigi, reaksi alergi, shock anafilaktik dll) dapat diminimalisir.

Untuk 2 gigi geraham bungsu yang tumbuh dan rapuh/ pecah, sebaiknya dilihat dahulu kondisi dan posisi gigi tersebut. Biasanya karena gigi geraham bungsu ini tumbuh terakhir, posisinya terkadang kurang baik dalam lengkung gigi (miring, horisontal, tumbuh sebagian dsb). Oleh karena itu sebaiknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk melihat apakah kondisi geraham bungsu masih bisa dipertahankan atau tidak. Bila gigi pecah atau rapuh namun masih bisa ditambal dan posisinya baik dalam susunan gigi geligi, maka sebaiknya jangan lekas- lekas memutuskan untuk dicabut. Semoga saran saya dapat bermanfaat bagi Anda..

 Kalo gigi berlubang dan banyak kuning nya bisa diatas gak bu? -Lilis-

Halo Mbak Lilis, salam kenal..
Gigi berlubang merupakan masalah gigi yang sering terjadi. Gigi berlubang dapat berakibat rasa sakit dan bau mulut. Pada gigi yang berlubang, makanan mudah menempel dan bila tidak dibersihkan akan membusuk, menyebabkan bau mulut. Sisa- sisa makanan yang tidak dibersihkan/ dihilangkan lama- lama akan melekat pada bagian lubang gigi, menimbulkan plak dan karang gigi.
Asumsi saya mungkin ini yang dimaksud oleh Mbak Lilis dengan “banyak kuningnya” adalah plak dan karang gigi. Plak dan karang gigi yang menempel memang berwarna kekuningan. Plak dan karang gigi terjadi karena lubang pada gigi merupakan tempat retensi sisa- sisa makanan yang sukar dibersihkan. Akibatnya penyikatan/ pembersihan gigi yang dilakukan selama ini kurang optimal. Bila sudah terjadi seperti ini, untuk mengatasinya tidak dapat hanya dengan penyikatan gigi saja. Gigi yang sudah berlubang bersifat “irreversible”, artinya tidak dapat menjadi utuh dengan sendirinya. Perlu tindakan khusus yaitu berupa perawatan dan penambalan/ restorasi, untuk mengembalikan ke bentuknya semula. Untuk itu cara mengatasinya adalah dengan pergi ke dokter gigi. Gigi akan dibersihkan, karang gigi akan dihilangkan, dan kemudian gigi ditambal agar tidak menjadi tempat akumulasi sisa makanan lagi.

 Saya selalu teratur menyikat gigi,tapi mengapa gigi saya malah berlubang,dan sering sakit gigi.
sekarang gusi saya malah bengkak.Bagaimana cara saya untuk merawat kesehatan mulut saya? -Susi-

Halo Susi, salam kenal..
Gigi berlubang dan sakit gigi dapat diakibatkan beberapa faktor, antara lain adalah kebersihan mulut yang kurang. Penyikatan secara teratur yang sudah dilakukan Mbak Susi sudah cukup baik, tetapi pertanyaannya adalah “Mengapa gigi masih juga berlubang dan sering sakit gigi..?”

Ada baiknya kita melihat satu persatu dimulai dari kualitas penyikatan itu sendiri. Apakah selama ini cara penyikatan yang dilakukan sudah benar? Apakah setelah penyikatan sudah tidak ada makanan yang terselip atau menyangkut di sela-sela gigi? Apakah tekanan penyikatan berlebihan sehingga terjadi abrasi gigi yang malah mengakibatkan timbulnya celah pada gigi? Apakah sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang kasar sehingga justru mengikis email dan dentin gigi? Hal yang juga perlu diperhatikan adalah pada saat penyikatan gigi, bagian-bagian gigi seperti bagian pit dan fissure atau ceruk-ceruk pada permukaan gigi juga harus dibersihkan. Pada bagian ini seringkali makanan mudah menempel dan terlewat saat penyikatan. Penyikatan gigi yang baik tentunya juga harus bisa membersihkan dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang menempel di seluruh permukaan gigi. Penggunaan benang gigi dapat membantu untuk membersihkan bagian sela-sela gigi. Disarankan pula untuk membersihkan lidah setiap kali sikat gigi. Sisa-sisa makanan yang melekat pada lidah dapat menjadi koloni bakteri yang juga mempengaruhi kebersihan mulut.

Selain pembersihan yang baik, ada beberapa hal lain yang juga perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan gigi yaitu : pola makan dan konsumsi makanan yang manis, asam, bersoda, serta pengecekan berkala yang perlu dilakukan ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Asupan gula atau konsumsi makanan manis, asam dan bersoda bagi gigi dapat mencetuskan terjadinya lubang. Fermentasi gula oleh bakteri menimbulkan asam yang dapat merusak struktur email dan dentin sehingga terjadilah lubang pada gigi. Lubang yang tidak dirawat semakin lama semakin membesar dan dapat menimbulkan rasa sakit.

Dalam pertanyaan disebutkan bahwa sering terasa sakit gigi dan ada gusi yang bengkak. Kemungkinan yang terjadi menurut saya adalah ada bagian yang terlewat saat pembersihan, sehingga terjadi lubang di gigi yang akhirnya terasa sakit. Gusi bengkak dapat disebabkan adanya makanan yang membusuk dan menyelip pada gusi karena adanya lubang di bagian samping gigi. Gusi bengkak dapat juga disebabkan oleh karena infeksi dari gigi yang menjalar ke jaringan gusi. Saya sarankan Mbak Susi untuk memeriksakan gigi ke dokter gigi. Gigi yang berlubang dan sakit, dengan kondisi gusi juga ada yang bengkak, sebaiknya segera dirawat agar tidak berlanjut menjadi semakin parah. Penyikatan gigi saja tidak dapat mengatasi gigi yang sudah berlubang dan sakit. Bila nanti dokter gigi sudah merawat gigi yang sakit serta mengobati gusi yang bengkak tersebut, sebaiknya tetap cek/ kontrol berkala tiap 6 bulan untuk mengetahui kondisi gigi geligi. Selain itu, perlu juga membatasi asupan gula dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Dengan melakukan hal- hal tersebut semoga masalah gigi Mbak Susi bisa teratasi..

 Dok gigi saya sudah berlubang..
kdang- kdang pas waktu mau tidur gigi saya sakit banget, kyak ngilu tapi sakit banget.
bagaimana cara mengatasinya dok.. -Putri-

Halo Putri, salam kenal..
Gigi yang sudah berlubang apalagi bila lubangnya sudah mengenai pulpa/saraf gigi, dapat menyebabkan rasa sakit tak tertahankan..Rasa sakitnya bahkan lebih sakit dari sakit hati..hehe.. Awalnya hanya terasa ngilu, lama kelamaan sakit berdenyut sehingga membuat tidak bisa beraktivitas dan sulit untuk tidur.
Saran saya untuk mengatasinya sebaiknya segeralah ke dokter gigi. Pergi ke dokter gigi adalah solusi terbaik untuk mengobati gigi yang sakit dan mencegah terjadinya penjalaran infeksi lebih lanjut. Gigi yang sudah berlubang akan menjadi tempat akumulasi sisa-sisa makanan dan bakteri dalam mulut. Mulut menjadi kotor dan berbau. Selain itu, sakit gigi jangan dianggap remeh. Bila didiamkan, dapat menyebabkan gusi bengkak dan penjalaran infeksi ke jaringan sekitarnya. Gigi berlubang juga merupakan jalan masuk kuman penyakit ke dalam pembuluh darah yang dapat mengakibatkan penyakit pada organ tubuh seperti jantung, ginjal, paru-paru dan lain-lain.
Bukannya mau menakut-nakuti, tapi sebelum kondisinya bertambah parah ada baiknya Mbak Putri segera ke dokter gigi..

 kenapa gigi berlubang kalo lagi musim dingin selalu kambuh?dan bagaimana cara mengatasinya? Dan bagaimana juga cara mengatasi guzi bengkak yg guzinya itu ada yg berwarna putih seperti susu? -Charolita-

Halo Charolita, salam kenal..
Sebenarnya sakit gigi tidak mengenal musim, bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, baik pada suhu panas ataupun suhu yang dingin. Namun kalau Mbak Charolita merasa bahwa sakit gigi kambuh saat musim dingin, ini dapat terjadi karena hawa atau udara dingin memang dapat merangsang gigi sehingga gigi terasa sakit. Suhu/ udara dingin merangsang saraf yang ada pada pulpa gigi sehingga terjadilah rasa sakit.
Rasa sakit ini dapat dikurangi dengan minum air putih hangat dan didiamkan beberapa menit di dalam mulut, jangan langsung ditelan. Ini dapat dilakukan berulang kali untuk mengurangi rasa sakit, namun tidak dapat menghilangkan secara total. Sebaiknya tetap mencari solusi terbaik dengan perawatan gigi berlubang tersebut di dokter gigi. Gigi akan dirawat dan ditambal oleh dokter gigi, sehingga tidak menimbulkan sakit berkelanjutan.

Untuk gusi yang bengkak dan gusinya keluar cairan putih seperti susu, apakah gusi tersebut berada di sekitar gigi yang berlubang tadi? Kemungkinannya menurut saya gusi bengkak karena ada infeksi yang berhubungan dengan gigi Mbak Charolita yang berlubang. Gigi yang berlubang besar merupakan sumber kuman penyakit dan akumulasi sisa- sisa makanan yang dapat membusuk sehingga menimbulkan bau mulut. Di samping itu bila gigi berlubang besar hingga infeksi menjalar ke gusi, bisa menyebabkan abses pada gusi. Cairan putih yang keluar seperti susu yang Mbak lihat itu adalah cairan abses/ nanah. Abses sebaiknya diobati dan dirawat, jangan sampai menyebabkan pembengkakan semakin besar. Bila didiamkan penjalaran infeksi dapat berlanjut menyebar melalui pembuluh darah menuju jantung, paru- paru, ginjal dan organ lainnya. Tentunya hal ini dapat dicegah apabila segera gigi dan gusi yang bengkak segera ditangani oleh dokter gigi. Semoga saran saya dapat membantu Mbak Charolita..

 Kata dokter rasa sakit bagian diklopak kiri mata saya karena sinus, itu berasal dari gigi berlubang saya. dan disarankan harus dicabut, kalau gak, rasa sakit itu akan terus terasa. Mohon solusinya. Trimakasih -Saman Nurhadi-

 Halo Mas Saman, salam kenal.. Organ mata, sinus serta gigi memang letaknya berdekatan. Biasanya bila ada rasa sakit di bagian mata dan berhubungan dengan sinus, dokter akan menganjurkan pemeriksaan gigi. Gigi geligi belakang rahang atas mempunyai hubungan dengan sinus, khususnya sinus maksilaris. Akar gigi geligi belakang rahang atas pada beberapa kasus letaknya sangat berdekatan dengan sinus bahkan posisinya dapat masuk sebagian ke dalam sinus tersebut. Bila gigi geligi ini berlubang, pada beberapa kasus infeksi dapat menjalar hingga ke sinus maksilaris sehingga menyebabkan sinusitis. Untuk mengatasi gigi berlubang, solusinya adalah perawatan gigi, penambalan atau bila kondisi gigi sudah tidak memungkinkan untuk dipertahankan, sebaiknya dilakukan pencabutan. Mungkin yang Anda baca dari media online, gigi berlubang yang sedang sakit akut atau mengalami pembengkakan sebaiknya memang tidak dicabut. Ada beberapa kasus gigi berlubang yang sebaiknya tidak langsung dicabut karena mempertimbangkan kondisi- kondisi tertentu. Dokter yang sudah memeriksa gigi Anda menyarankan pencabutan, ini berarti gigi tersebut kondisinya sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Menurut saya, bila memang gigi tersebut tidak dapat dipertahankan lagi dan menjadi penyebab keluhan di kelopak mata dan sinus, Anda tidak perlu merasa takut untuk dilakukan pencabutan gigi. Cerita dari pengalaman teman- teman boleh dijadikan masukan, tetapi jangan sampai Anda menjadi takut karenanya. Anda tentunya sudah memilih dokter gigi yang kompeten untuk melakukan pencabutan gigi sehingga Anda tidak perlu merasa khawatir. Dokter gigi yang profesional paham prosedur pencabutan yang tepat dengan mempertimbangkan kondisi umum dan lokal pasien. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu mengenai proses pencabutan yang akan dilakukan. Yakinkanlah diri Anda bahwa semua ini dilakukan untuk kepentingan kesehatan Anda. Semoga saran saya dapat memberi masukan untuk Anda. Have a nice day..

 Gigi saya bolong di depan dok, terus gmna dok apa masih bisa di rapikan agar tidak kelihtan yg bolong ny? -Doni Saputra-

Halo Doni, salam kenal..
Mengenai gigi yang “bolong di depan”, apakah yang dimaksud adalah adanya diastema/ jarak antara gigi- gigi depan? Apakah pada gigi geligi seri atas terdapat jarak sehingga ada celah diantaranya? Ataukah yang dimaksud gigi yang “bolong di depan” karena adanya gigi yang patah akibat terjatuh/ trauma, patah karena lubang yang besar hingga mahkota rapuh, atau karena gigi sudah dicabut oleh dokter gigi?

Bila gigi “bolong di depan” yang dimaksud adalah celah yang terlihat akibat gigi patah karena trauma atau karena mahkota rapuh akibat lubang yang besar, kemungkinan masih tersisa akar gigi di dalam gusi dan tulang. Sebaiknya perlu dilakukan pengecekan di dokter gigi, dan kemudian diperiksa apakah sisa gigi tersebut masih bisa dipertahankan atau dicabut. Bila masih bisa dipertahankan, gigi yang patah dapat dirawat dan dibuatkan restorasi agar susunan gigi menjadi kebih rapi. Namun apabila gigi sudah dicabut oleh dokter gigi, maka untuk merapikannya sebaiknya dibuatkan gigi tiruan untuk menggantikan posisi gigi tersebut.

Apabila yang dimaksud “bolong di depan” oleh Mas Doni adalah adanya celah antara gigi geligi seri atas, sehingga terdapat jarak antara gigi geligi dan kondisi gigi baik, maka dapat dilakukan perawatan ortodonti untuk merapikan susunan gigi tersebut. Gigi dapat dirapatkan dengan menggunakan kawat orto, sehingga tidak ada lagi bagian yang “bolong” depan. Dalam hal ini saya sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis ortodonti untuk mendapatkan perawatan yang sesuai. Semoga jawaban saya dapat memberi masukkan bagi Anda..

 Gigi/geraham sejati saya berlubang. setelah itu, saya bersihkan dan ditambal dengan tambal sinar di klinik sama dokter gigi. akan tetapi. jika suhu badan saya panas. gigi saya sakit dan kepala saya pusing.Bagaimana cara mengatasinya? -Merizasochni-

Halo Mbak Meriza, salam kenal..
Dalam pertanyaan disebutkan bahwa gigi Anda yang sudah ditambal di klinik dokter gigi, ternyata terasa sakit dan mengganggu terutama saat kondisi sedang tidak fit. Untuk gigi yang berlubang kecil atau dangkal biasanya dokter gigi akan melakukan pembersihan dan menutupnya dengan tambalan tetap, salah satunya tambalan sinar. Pada kasus gigi berlubang yang dalam dan hampir mengenai pulpa, terkadang dokter gigi memberikan obat untuk merangsang pembentukan dentin sekunder, kemudian dilakukan penambalan. Diharapkan dengan adanya dentin sekunder, bagian saraf gigi/ pulpa akan terlindungi dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun dapat saja terjadi ternyata penjalaran infeksi telah masuk lebih jauh hingga berdampak pada pulpa gigi. Maka walaupun sudah ditambal tetap, saat kondisi sedang drop gigi menjadi sakit kembali. Saran saya sebaiknya dilakukan pengecekan ulang di dokter gigi yang menambal gigi Anda. Anda dapat menyampaikan kondisi yang dirasakan ini sehingga dokter gigi akan membantu mengatasinya. Kemungkinan tambalan tersebut akan dibongkar dan dilakukan perawatan yang sesuai. Bila dokter gigi tersebut mau memahami keluhan Anda, maka untuk berkonsultasi dan perawatan saya rasa beliau akan mau membantu meringankan biayanya. Saran lain adalah Anda dapat juga mengunjungi Puskesmas atau Rumah Sakit Pemerintah terdekat untuk mencari pengobatan yang mungkin biayanya bisa lebih murah. Semoga saran saya dapat membantu Mbak Meriza..

 Gigi belakang sy berlobang, sampe gusinya muncul ditengah lobang. Apa berbahaya? Bagaimana solusi pas nya? -Fathor Rasyid-

Halo Mas Fathor, salam kenal…
Gigi yang berlubang sampai gusi muncul di tengah lubang, ini menandakan lubang yang terjadi cukup besar dan dalam. Bagian yang muncul di tengah lubang yang menyerupai gusi itu disebut sebagai polip. Polip ini mudah berdarah sehingga seringkali saat penyikatan atau makan terasa ada darah yang keluar dari arah polip tersebut. Polip juga akan terasa sakit bila ditekan, biasanya pada waktu makan akan terasa mengganggu.

Pada gigi ada 2 macam polip yaitu polip gingiva dan polip pulpa. Polip gingiva tumbuh akibat adanya rangsangan pada gingiva berupa iritasi kronis, biasanya terjadi karena adanya lubang di bagian pinggir/ samping gigi. Gusi terlihat seperti masuk dari arah samping ke arah lubang gigi. Sedangkan polip pulpa biasanya letaknya di tengah gigi. Polip pulpa ini adalah jaringan yang keluar dari ruang pulpa gigi berupa jaringan granulomatosa. Jaringan polip pulpa sebenarnya adalah produk radang yang terbentuk karena pertambahan dan pembesaran jumlah sel pulpa yang berlangsung lama yang didukung faktor vaskularisasi dalam pulpa. Pada saat gigi berlubang mengenai email dan dentin, bila tidak segera dirawat maka akan menyebabkan terjadinya penjalaran lebih lanjut ke ruang pulpa gigi. Dalam ruang pula terdapat saraf gigi, pembuluh darah dan kelenjar limfe. Iritasi pada pulpa merangsang daya tahan tubuh kita untuk membentuk antibodi dan produk radang sebagai bentuk mekanisme pertahanan tubuh. Dalam kurun waktu lama maka akan terbentuk jaringan granulomatosa yang menonjol keluar dari lubang gigi yang disebut polip pulpa.

Bila gigi Mas Fathor tumbuh polip seperti yang tadi dijelaskan diatas, saran saya sebaiknya segera memeriksakan ke dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi tersebut, apakah masih bisa dilakukan perawatan atau sebaiknya dilakukan pencabutan. Perawatan dapat dilakukan dengan pengangkatan polip, pembersihan gigi dan dilanjutkan dengan perawatan lubang gigi atau perawatan saraf gigi. Namun pada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan perawatan, sebaiknya dilakukan pencabutan gigi tersebut. Semoga jawaban saya dapat membantu..

 Mengapa menyikat gigi terlalu cepat setelah makan/minum mempunyai efek yg merusak? -Klara Setiyawati Putri-

Halo Klara, salam kenal..
Menyikat gigi bertujuan untuk membersihkan sisa- sisa makanan, menghilangkan plak yang menempel pada gigi agar gigi bersih dan terhindar dari lubang. Pada beberapa orang yang sering terjadi adalah setelah makan justru cepat-cepat menyikat gigi dengan tujuan membersihkan gigi dan mulut dari sisa-sisa makanan yang telah dikonsumsi. Namun ternyata menyikat gigi segera setelah makan memberikan efek yang kurang baik bagi kesehatan gigi itu sendiri. Efek yang ditimbulkan berkaitan dengan pH saliva (tingkat keasaman saliva) dalam mulut.
Sebelum makan, pH normal saliva adalah 6,8. Menurut penelitian, pH saliva pada waktu 15 menit setelah makan menunjukkan penurunan yang artinya tingkat keasaman menjadi lebih tinggi/ lebih asam. Dengan kondisi pH mulut lebih asam maka akan lebih mudah terjadi proses demineralisasi pada email gigi. Proses demineralisasi adalah keadaan larutnya/ hilangnya garam mineral yaitu hidroksiapatit pada email gigi. Kondisi pH mulut yang asam di bawah 5,5 dapat melarutkan mineral- mineral pendukung gigi. Hal ini akan diperparah apabila setelah makan segera dilakukan penyikatan gigi. Penyikatan gigi setelah makan disaat pH saliva turun ini akan dengan mudah mengikis struktur gigi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa efek menyikat gigi setelah makan/ minum justru dapat merusak gigi. Oleh karena itu disarankan agar menyikat gigi setelah makan/ minum minimal setelah 30 menit, yaitu saat pH saliva sudah kembali normal ke kondisi semula. Setelah makan sebaiknya berkumur terlebih dahulu dengan air putih, baru setelah 30 menit dapat dilakukan penyikatan gigi.

 Apakah jenis makanan yang kita makan pada saat ini dizaman yg serba instan ini dimana setiap jenis makanan mengandung bahan kimia -mempengaruhi itu semua dok ataukah karna faktor usia yang bertambah..? -Bagus-

Halo Pak Bagus, salam kenal..
Betul sekali yang Anda katakan bahwa kesehatan gigi dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang kita konsumsi. Di zaman sekarang banyak sekali bermunculan produk makanan dan minuman yang variatif dari segi bentuk, kemasan, rasa dan bahan/ isi yang terkandung di dalamnya. Beberapa jenis makanan dan minuman ada yang baik/ aman dikonsumsi, adapula yg dapat berdampak pada kesehatan gigi kita bila dikonsumsi terus menerus, seperti makanan/ minuman yang banyak mengandung gula dan asam. Pada umumnya makanan yang mengandung gula, karbohidrat, pati, akan sukar dibersihkan bila melekat pada gigi geligi kita.  Makanan yang mengandung gula dapat berfermentasi sehingga berpotensi menyebabkan gigi berlubang. Fermentasi gula oleh bakteri akan menyebabkan suasana asam dalam mulut yang dapat menyebabkan demineralisasi email gigi dan terjadilah pembentukan karies. Selain kandungan gula, yang harus diperhatikan adalah kandungan bahan kimia pada makanan/ minuman yang kita konsumsi seperti zat pengawet dan zat warna karena dapat berpengaruh pada kesehatan kita.

Biasanya anak- anak senang sekali dengan makanan yang rasanya manis. Makanan yang rasanya manis (seperti : permen, coklat, softdrink, jelly, snack ringan, biskuit manis, dsb yang banyak di pasaran) mengandung gula yang dapat mengenyangkan anak, sehingga anak kadangkala enggan makan makanan pokok yang seharusnya dimakan yaitu nasi, lauk pauk, sayur, buah.  Bila kebiasaan makan makanan diluar makanan pokok ini terjadi terus menerus dalam jangka waktu lama, selera makan anak dapat berubah, akibatnya pertumbuhan anak dapat terganggu dan tentu saja dapat menyebabkan gigi anak mudah berlubang karena kandungan gula yang relatif tinggi pada makanan-makanan tersebut. Anak-anak boleh makan makanan ini asal jumlahnya tidak berlebihan/ dibatasi.

Faktor usia juga berpengaruh pada kondisi gigi dan mulut. Seiring bertambahnya usia, akan terjadi perubahan pada aspek fisiologis secara alami. Perubahan meliputi kondisi gigi geligi, jaringan periodontal, mukosa mulut, otot, sendi temporo mandibula, lidah, kelenjar liur dll. Yang sering terjadi adalah hilangnya email gigi akibat pemakaian/ fungsi pengunyahan terus menerus sehingga gigi dikatakan “aus”. Pada manula perubahan yang terjadi antara lain: leher gigi dan akar mudah terjadi karies, mukosa mulut menjadi lebih tipis, lebih kering dan proses penyembuhan lambat, koordinasi otot rahang dan mulut berkurang, indera pengecapan berkurang, terjadi degenerasi kelenjar liur dsb. Kondisi kesehatan gigi dan mulut yang mengalami perubahan akibat penuaan ini akan menurun apabila kebersihan mulut tidak baik. Oleh karena itu sebaiknya kita membiasakan menjaga kesehatan gigi sejak dini dengan membersihkan gigi secara rutin, membatasi konsumsi makanan/ minuman manis dan asam, serta rutin cek ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Semoga penjelasan saya cukup menjawab pertanyaan Anda. Have a nice day..

 Gigi saya cenderung rapuh dan ada yang sudah mulai retak. Padahal saya masih muda. Bagaimana mengatasinya dokter? -Aidita-

Halo Mbak Aidita, salam kenal..
Menurut saya, kita boleh- boleh saja gonta ganti pasta gigi, asal kita tahu bahan yang terkandung di dalamnya. Komposisi dan jenis bahan yang terkandung dalam pasta gigi bermacam- macam. Kandungan yang biasa dijumpai dalam pasta gigi adalah senyawa Fluoride yang dapat menguatkan gigi, bahan anti bakteri (Triclosan), bahan abrasif (Calcium Carbonate , garam Phosporic Acid), bahan pembersih yang menghasilkan busa (Sodium Lauryl Sulfate) dan bahan penyegar nafas (Mint).Sekarang ini banyak beredar pasta gigi dengan kelebihan- kelebihan komposisi dan kandungan tertentu dengan berbagai kegunaan/ manfaat. Ada pasta gigi yang lebih dikhususkan untuk gigi anak- anak, pasta gigi untuk perokok, pasien ortodonti, untuk gigi sensitif, untuk menyehatkan gusi dan juga pasta gigi untuk bleaching/ memutihkan. Namun sebaiknya kita tetap memilih pasta gigi dengan mempertimbangkan kondisi gigi geligi kita.

Bila Mbak Aidita merasa gigi cenderung rapuh dan mudah retak, sebaiknya menghindari pasta gigi yang mengandung bahan abrasif silica dan soda bikarbonat seperti yang terdapat pada pasta gigi pemutih/ bleaching. Bila gigi Anda terasa rapuh dan sensitif, Anda dapat memilih pasta gigi yang mengandung Pottasium Nitrat untuk mengurangi rasa sensitif. Sedangkan untuk gigi yang mulai retak, untuk mengatasinya saran saya sebaiknya segera memeriksakan ke dokter gigi. Jangan sampai gigi tersebut terlanjur patah. Gigi rapuh dapat disebabkan pula kebiasaan menyikat terlalu sering. Menyikat gigi memang penting, namun sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Menyikat gigi terlalu sering, apalagi dengan tekanan yang besar bukan menyebabkan gigi menjadi bersih dan putih, tetapi justru akan melukai gusi dan mengikis email gigi. Menyikat gigi sebaiknya dilakukan dengan tekanan ringan dan sebaiknya sikat gigi yang digunakan berbulu lembut/ tidak kasar karena dapat merusak email gigi. Semoga jawaban saya dapat memberi masukkan bagi Mbak Aidita, have a nice day…

 Anak saya umur 3 tahun lebih dan baru kami tahu kalau ada lubang digigi gerahamnya paling belakang bagian atas. apa sebaiknya gigi tersebut ditambal? -Syamsul-

 

Halo Pak Syamsul.. Salam kenal..
Membaca pertanyaan Pak Syamsul, saya percaya bahwa Bapak dan Ibu sangat memperhatikan kesehatan gigi anak dan sudah cukup baik menjaga kebersihan gigi anak-anak Bapak. Yang selama ini dilakukan juga sudah benar dan tepat, yaitu menjaga kebersihan dengan menyikat gigi 2x sehari, sehabis minum susu dibiasakan minum air putih dan membatasi konsumsi makanan manis seperti permen. Namun, mengapa masih terjadi lubang pada gigi geraham bagian atas belakang…?
Gigi geraham susu bagian atas maupun bawah memiliki struktur gigi yang berbeda dengan gigi geligi depan (gigi seri dan gigi taring). Gigi geraham anak memiliki bagian pit dan fissure yaitu lekuk-lekuk gigi di bagian permukaan atas mahkota gigi yang mudah sekali menjadi tempat retensi/ perlekatan makanan. Karies pada gigi anak Bapak kemungkinan bisa saja terjadi karena posisi gigi geraham atas cenderung lebih sulit terjangkau dalam penyikatan, sehingga memungkinkan pembersihan sisa-sisa makanan/minuman yang kurang maksimal atau bisa jadi terlewat. Mungkin juga terjadi ada makanan yang terselip di sela- sela antara gigi- gigi geraham atas yang terlewat dibersihkan saat penyikatan gigi. Sisa-sisa makanan/ minuman terutama yang mengandung gula (seperti biskuit, nasi, jus buah, susu) yang melekat pada permukaan gigi dan terlewat saat dibersihkan, lama kelamaan berpotensi menyebabkan terjadinya karies. Akumulasi sisa makanan yang mengandung gula tersebut akan diubah oleh bakteri menjadi asam yang dapat merusak gigi. Paparan asam pada kurun waktu yang relatif lama menyebabkan terjadinya demineralisasi email dan dentin gigi. Demineralisasi adalah kondisi larutnya mineral-mineral yang terdapat pada struktur gigi, sehingga akan timbul lubang pada struktur email dan dentin. Pada gigi belakang kadangkala adanya karies dini tidak terlihat, sehingga baru kita sadari gigi anak berlubang ketika ukuran lubangnya sudah membesar dan terlihat oleh mata kita.

Bukan berarti penyikatan gigi yang selama ini dilakukan sia-sia, tetapi akan lebih baik bila saat penyikatan pembersihan gigi geligi bagian belakang atas dan bawah lebih diperhatikan. Untuk gigi geraham anak Bapak yang sudah berlubang, sebaiknya dilakukan pemeriksaan di dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa dan melakukan penambalan untuk mencegah lubangnya bertambah besar. Selain itu, saran saya adalah tetap membiasakan anak membersihkan gigi dan mulutnya minimal 2x sehari (seperti yang selama ini sudah dilakukan), saat pagi dan terutama malam hari sebelum anak tidur. Gunakan sikat gigi kecil dengan bulu sikat yang lembut untuk membersihkan gigi anak. Setelah anak mampu berkumur, dapat mulai diberikan pasta gigi khusus anak. Dalam pasta gigi terkandung Fluoride yang dapat menguatkan struktur gigi anak. Sebagai orang tua, ada baiknya bila kita mengajarkan anak menyikat giginya hingga akhirnya anak mampu melakukan sendiri dengan baik dan benar. Setelah penyikatan dapat kita lihat apakah masih ada sisa-sisa makanan yg terselip atau terlewat. Bila ada makanan yang masih terselip kita dapat membantu mengeluarkannya dengan menggunakan benang gigi.

Membatasi konsumsi makanan dan minuman yang manis dan membiasakan anak minum air putih yang dilakukan sudah cukup baik. Minum air putih terutama dianjurkan diantara waktu menyusu. Air putih membantu menetralkan suasana asam pada rongga mulut anak terutama akibat susu, sehingga dapat membantu mengurangi waktu paparan asam ke permukaan gigi geligi. Selain itu, bila anak masih minum susu dari botol menggunakan dot, dapat mulai dikurangi dan dibiasakan menggunakan botol minum khusus tanpa dot atau menggunakan sedotan. Yang terakhir adalah melakukan cek/ pemeriksaan berkala ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Semoga jawaban saya dapat membantu Bapak. Have a nice day..

 Dok saya mau tanya, saya mempunyai gigi yang berlubang dan lubang nya sudah besar sehingga menyababkan gigi saya yg berlubang sudah tinggal kerikil2 gigi dok.apakah tindakan yg harus saya lakukan dok?Apakah masih bisa mencabut gigi tanpa operasi dok? -Erwind-

Halo Erwind.. Salam kenal..
Salah satu tindakan yang dilakukan dalam kedokteran gigi adalah pencabutan gigi. Pencabutan dilakukan terutama bila gigi sudah rapuh, gigi berlubang besar dan kondisinya sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Gigi yang berlubang besar merupakan tempat akumulasi sisa-sisa makanan dan juga merupakan sumber infeksi dalam rongga mulut. Selain itu gigi berlubang besar dapat mengakibatkan rasa sakit, penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain dan dapat menyebabkan bau mulut, yang tentunya dapat mengganggu aktivitas kita sehari-hari.

Dalam pertanyaan disebutkan bahwa bagian gigi Anda yg berlubang besar tersebut ada bagian yang sudah kecil-kecil menyerupai “kerikil”.  Kemungkinan besar gigi tersebut sarafnya sudah mati dan bagian gigi juga rapuh sehingga mudah patah. Pada gigi yang berlubang dan cenderung rapuh, bisa jadi saat kita membuka mulut bagian gigi yang terlihat hanya seperti kerikil/ bagian-bagian kecil. Namun sebenarnya masih terdapat bagian gigi dan akar gigi yang berada di dalam, yang saat ini tertutup oleh gusi.

Saran saya bila demikian kondisinya, sebaiknya dilakukan tindakan pencabutan gigi. Dokter gigi akan memeriksa dan melihat apakah kondisi gigi tersebut dapat dilakukan pencabutan biasa. Perlu diketahui bahwa tindakan operasi/ pembedahan hanya akan dilakukan oleh dokter gigi bila ada bagian gigi yang sulit diambil dengan tindakan pencabutan biasa. Hal ini dilakukan biasanya karena posisi atau letak gigi/akar gigi yang sulit dijangkau sehingga memerlukan tindakan bedah. Sebelumnya mungkin ada baiknya dilakukan pengambilan foto rontgen gigi untuk melihat posisi sisa gigi dan akar gigi yang ada di bawah gusi/ dalam tulang. Jadi Anda tidak perlu khawatir, karena bila dengan pencabutan biasa gigi dapat diambil, maka tidak akan dilakukan tindakan bedah. Semoga jawaban saya dapat memberi masukan yang berguna bagi Anda. Have a nice day..

 Hallo Dok, mau tanya nich, gigi kanan atas saya berlubang.Pernah ditambal tapi lama kelamaan habis tambalannya.Apakah bisa ditambal utuk kedua kalinya? Soalnya kalau buat makan kadang suka masuk, tapi ga sakit c…cuma risi aj…:) -Nur Aini-

Tambalan gigi lama kelamaan memang bisa aus, berkurang ketinggiannya, retak dan bahkan lepas. Bila tambalan gigi lepas, gigi menjadi berlubang lagi walaupun tidak atau belum menyebabkan rasa sakit. Sisa-sisa makanan dapat dengan mudah menempel, menyelip, membusuk di lubang gigi tersebut. Makanan yang terselip dan menempel pada lubang gigi yang dalam akan sulit dibersihkan dengan penyikatan biasa. Bila dibiarkan nantinya dapat menimbulkan rasa sakit dan juga bau mulut. Tentunya bila nanti gigi tersebut menjadi sakit akan mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Sebaiknya sebelum lubang membesar dan gigi terasa sakit, segera dilakukan penambalan ulang.

Gigi saya ada yg berlubang di kedua geraham saya(g.kanan dan g kiri).apa perlu tindakan penambalan segera? Kalo boleh tau,proses penambalan itu seperti apa? apakah gigi berlubang menyebabkan bau mulut? Hal apa lagi yg membuat bau mulut? -Susanti Indah Hidayati-

Halo Mbak Santi, salam kenal. Gigi berlubang walaupun kecil akan dapat menjadi celah atau tempat sisa-sisa makanan menyelip dan sulit untuk dibersihkan. Bakteri akan mengubah gula dari sisa-sisa makanan menjadi asam yang menyebabkan lingkungan gigi menjadi asam. Asam inilah yang akan membuat lubang pada email gigi semakin besar dan dalam. Bila didiamkan, gigi yang tadinya berlubang kecil dan tidak terasa ngilu, lama kelamaan lubangnya akan semakin besar, tidak hanya mengenai email gigi tetapi juga mengenai lapisan dentin di bawahnya. Saat mengenai dentin, gigi akan terasa ngilu. Namun rasa sakit yang timbul tidak selalu menjadi patokan perawatan. Ada kalanya gigi yang sepintas terlihat berlubang kecil dan tidak terasa sakit, ternyata penjalaran infeksinya sudah mencapai dentin dan bahkan sudah mengenai pulpa/ saraf gigi. Untuk itu saya sarankan sebaiknya Anda memeriksakan gigi Anda ke dokter gigi. Gigi geraham kanan dan kiri yang sudah berlubang, walaupun belum terasa ngilu/sakit, sebaiknya dicek dan dilakukan penambalan oleh dokter gigi. Apalagi Anda mengatakan sepertinya lubangnya dalam. Pada lubang yang kecil tetapi dalam, penyikatan gigi saja tidak akan mampu menjangkau seluruh permukaan gigi, sehingga pembersihan lubang gigi tersebut dari sisa-sisa makanan akan sulit, akibatnya penjalaran infeksi menjadi semakin dalam.

Untuk proses penambalan, biasanya dokter gigi akan membersihkan gigi tersebut dari kotoran yang menempel, kemudian melakukan pembersihan jaringan keras gigi dengan bur. Setelah gigi bersih dan tidak ada bagian yang lunak lagi, barulah gigi ditambal dengan bahan tambalan.
Bila lubangnya belum terlalu besar dan tidak dalam,  biasanya akan dilakukan penambalan secara langsung. Namun bila lubangnya besar, dalam atau bahkan mengenai bagian saraf gigi/ pulpa, biasanya tidak akan langsung dilakukan penambalan permanen, tetapi dilakukan penambalan dengan bahan tambal sementara. Dokter akan melakukan perawatan saraf gigi terlebih dahulu dan setelah perawatan saraf gigi selesai barulah gigi ditambal dengan tambalan/ restorasi permanen.

Bau mulut dapat disebabkan beberapa penyebab antara lain bakteri yang ada pada gigi dan mulut kita (pada lubang gigi, celah gigi, abses gusi, karang gigi), makanan dan minuman yang baunya menyengat, gangguan pencernaan dan penyakit saluran nafas ( diabetes, gangguan ginjal, penyakit lever, sinusitis, bronkitis, dll). Namun sebagian besar penyebab bau mulut bersumber dari rongga mulut.

Gigi berlubang dapat menyebabkan bau mulut. Hal ini dikarenakan penumpukan sisa-sisa makanan yang menempel pada bagian gigi yang lubang akan sulit dibersihkan. Lubang pada gigi adalah tempat akumulasi sisa-sisa makanan dan bakteri yang akan menyebabkan bau mulut. Bau mulut dapat membuat orang jadi minder, tidak percaya diri dan mengganggu dalam pergaulan. Sebelum terjadi, sebaiknya gigi berlubang penyebab bau mulut dirawat/ ditambal terlebih dahulu. Selain itu untuk mencegah terjadinya gigi berlubang, dianjurkan untuk selalu rajin membersihkan gigi dan mulut, membatasi konsumsi gula dan asam, serta rajin kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

 Jika saya meminum susu setelah menggosok gigi apakah ada pengaruh ke gigi? -Christian-

Menggosok gigi kita lakukan dengan tujuan untuk membersihkan gigi dan mulut dari sisa-sisa makanan/minuman yang kita konsumsi agar tidak terjadi akumulasi plak yang lama kelamaan dapat merusak gigi. Menggosok gigi akan menjadikan gigi bersih, terhindar dari bau mulut tak sedap dan mengurangi resiko gigi berlubang yang dapat menyebabkan sakit gigi. Oleh karena itu menggosok gigi harus dilakukan dari waktu ke waktu secara rutin pada waktu yang tepat. Bila setelah menggosok gigi kita makan/minum makanan atau minuman yang manis/asam, maka yang akan terjadi adalah sisa-sisa makanan/minuman menempel dan mengotori kembali permukaan gigi dan rongga mulut yang sudah kita bersihkan tadi. Begitu pula dengan susu yang manis dan mudah melekat di gigi. Gula pada susu akan berpotensi menyebabkan kerusakan pada gigi. Ada satu cara untuk mengurangi gula yang menempel pada gigi dan mulut yaitu dengan cara berkumur-kumur air putih. Namun akan lebih baik jika kita tidak mengkonsumsi makanan/minuman manis/asam setelah menggosok gigi, terutama apabila setelah itu kita akan tidur.

 Apa yang menyebabkan plak pada gigi, knapa plak bisa muncul walaupun kita udah rajin gosok gigi? dan adakah cara alami untuk menghilangkan plak? -Veronika-

Dental plaque atau plak gigi adalah suatu lapisan tipis yg terbentuk pd permukaan gigi dan permukaan keras lainnya dalam rongga mulut yang disebabkan oleh bergabungnya air ludah, endapan sisa-sisa makanan dan bakteri. Plak dapat menjadi penyebab lokal terjadinya penyakit gigi dan mulut. Aktivitas bakteri dalam plak menghasilkan asam yang dapat menyebabkan terjadinya demineralisasi atau larutnya lapisan email gigi sehingga gigi dapat menjadi rapuh serta mudah berlubang.

Proses terjadinya plak sangat alami dan akan terjadi terus menerus sehingga plak dapat muncul walaupun kita sudah rajin menggosok gigi. Namun demikian, menggosok gigi secara rutin dan benar sangatlah penting untuk mencegah akumulasi plak. Dengan mencegah akumulasi plak, penyakit gigi dan mulut dapat dihindari. Selain menggosok gigi, disarankan pula untuk menggunakan dental floss/ benang gigi dan rajin berkumur untuk mencegah akumulasi plak di sela-sela gigi yang sulit terjangkau dengan sikat gigi.

Saya rajin menyikat gigi teratur 2x sehari, mengapa gigi saya tetap ada yang berlubang?

Jawab :

Penyikatan gigi yang teratur sangat penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, namun yang juga penting adalah kualitas penyikatan/pembersihan itu sendiri. Apakah Anda sudah menyikat dengan cara yang benar? Apakah Anda sudah membersihkan seluruh permukaan gigi tmsk membersihkan sela-sela gigi dengan dental floss? Apakah pembersihan meliputi gusi dan lidah? Apakah Anda juga menggunakan obat kumur? Selain itu konsumsi gula juga turut berperan dlm pembentukan karies gigi. Usahakan pula untuk selalu cek/kontrol gigi Anda ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Semoga saran ini bermanfaat dan gigi Anda senantiasa sehat bebas dari lubang..

Ayah saya pengidap Diabetes. Gigi taringnya berlubang parah dan kadang sakit. Gigi tersebut hanya goyang sedikit. Apakah aman kalau giginya dicabut?

Jawab :

Hal ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gigi ayah Anda untuk mengetahui apakah ada alternatif perawatan lain selain pencabutan untuk gigi taring tersebut. Kemudian bila memang yang terbaik adalah pencabutan maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam ayah Anda. Untuk pasien dengan penyakit Diabetes Mellitus apabila akan dilakukan pencabutan harus mempertimbangkan kadar gulanya. Bila kadar gula dalam keadaan tinggi dikhawatirkan akan terjadi komplikasi paska pencabutan gigi berupa perdarahan.

 

Whiter Teeth

 Apa kandungan dalam daun salam yang dapat membuat gigi putih? -Lie Sin-

Halo Lie Sin, salam kenal.. Banyak orang ingin memutihkan gigi dengan berbagai cara tradisional. Salah satu cara dengan menggunakan bahan- bahan alami, yaitu menggunakan daun salam yang biasa merupakan bumbu dapur. Daun salam dipercaya dapat membuat gigi tampak lebih putih. Caranya adalah dengan dikeringkan terlebih dahulu, kemudian ditumbuk dan digosokkan ke gigi geligi. Daun salam dengan nama binomial Syzygium polyanthum mengandung minyak atsiri (sitral, eugenol), tannin dan flavonoid. Minyak atsiri memiliki khasiat anti bakteri, tannin bersifat sebagai astringent, dan flavonoid merupakan antioksidan, sedangkan kandungan di dalamnya yang dipastikan membuat gigi lebih putih sepertinya perlu diteliti lebih lanjut. Kalau daun salam tersebut dikeringkan dan ditumbuk halus kemudian digosokkan ke permukaan gigi, ada kemungkinan bisa berfungsi sebagai material abrasif untuk membersihkan gigi dari kotoran yang menempel, sehingga gigi terlihat lebih putih. Namun untuk memastikan khasiat bahan pemutih yang terkandung di dalamnya, menurut saya masih perlu dibuktikan melalui penelitian lebih lanjut.

 Dok, mau tanya. Gigi geraham saya ada ky noda kecil gtu warnaya coklat. Baru tau akhr2 ini. Sebenernya itu apa sih dok, bs ilang atau tdak?
-cendy-

Halo Cendy, salam kenal.. Pada gigi geraham Anda terdapat noda kecil berwarna coklat yang baru terjadi akhir- akhir ini. Kemungkinan noda tersebut adalah noda gigi atau stain akibat makanan/ minuman, karang gigi atau karies. Ketiganya dapat timbul pada gigi dan untuk menghilangkan/ mengatasinya dibutuhkan penanganan yang berbeda. Stain timbul karena adanya deposit pigmen warna dalam makanan atau minuman yang kita konsumsi. Stain berwarna coklat atau bahkan hitam dapat terjadi bila Anda sering minum teh, kopi atau minuman lainnya yang mengandung zat warna tertentu. Noda/ stain jenis ini biasanya timbul di permukaan gigi, bukan di dalam struktur gigi. Noda ini dapat dihilangkan dengan skeling dan pemolesan gigi di dokter gigi. Noda coklat pada gigi bisa juga adalah karang gigi. Karang gigi bisa timbul pada permukaan gigi, sela- sela gigi, dan bahkan pada gigi tiruan sekalipun. Karang gigi ini biasanya timbul akibat pembersihan mulut yang kurang optimal. Warna karang gigi ada yang kuning, coklat bahkan hitam. Perbedaannya dengan stain, apabila diraba gigi yang memiliki karang gigi terasa lebih menonjol/ tebal daripada gigi yang memiliki stain. Karang gigi dapat dibersihkan dengan skeling di dokter gigi. Bila ternyata noda kecoklatan itu bukan stain dan karang gigi, melainkan karies gigi, maka sebaiknya dilakukan penambalan di dokter gigi. Gigi yang mengalami karies, awalnya bermula dari demineralisasi (larutnya mineral) pada email sehingga timbul bercak putih (white spot). Dengan adanya demineralisasi, lapisan email lebih rapuh dan rentan terhadap kerusakan. Lama kelamaan bercak menjadi berwarna gelap/ kecoklatan akibat produk- produk bakteri dan stain dari makanan/ minuman yang menempel pada struktur gigi. Sebelum menjalar lebih jauh, gigi yang karies sebaiknya segera ditambal/ dirawat. Untuk memastikan noda kecil pada gigi geraham Anda adalah karang gigi, stain atau karies, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter gigi. Semoga saran saya bermanfaat bagi Anda.

 Dok, bagaimana caranya menghilangkan gigi kuning yang sudah benar-benar membatu ?Apakah ada obat alami untuk menghilangkannya? -Fia-

Halo Fia, salam kenal..
Mungkin yang dimaksud Fia dengan gigi kuning yang sudah membatu adalah karang gigi. Karang gigi atau calculus memang tidak mudah untuk dihilangkan sendiri bahkan dengan penyikatanpun cukup sulit untuk membersihkannya sampai benar- benar bersih. Walaupun sulit dibersihkan, karang gigi sebaiknya jangan dibiarkan, karena karang gigi dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri penyebab gingivitis/ radang gusi. Lama kelamaan radang dapat menjalar ke jaringan sekitarnya, menyebabkan penyakit periodontal penyebab gigi tanggal. Disamping itu, selama karang gigi masih ada dalam mulut, aroma mulutpun berbau tidak sedap.

Secara alami karang gigi dapat dicegah dengan rajin membersihkan gigi dan melakukan penyikatan gigi yang benar. Permukaan gigi disikat secara merata dan tidak ada sisa makanan yang tertinggal. Sela- sela gigi dan bagian permukaan dalam gigi harus benar- benar disikat agar sisa- sisa makanan yang terselip bisa dikeluarkan. Dengan rutin membersihkan gigi, pembentukan karang gigi dapat dicegah. Namun bagaimana bila karang gigi sudah timbul dan membuat gigi terlihat kuning? Tentunya karang gigi ini juga dapat membuat penampilan Anda kurang maksimal. Banyak orang mencoba menghilangkan karang gigi sendiri dengan cara melepaskannya atau mencungkilnya menggunakan benda- benda tajam seperti kuku tangan, jarum, peniti, silet, cutter, dsb. Cara ini tidak disarankan karena dapat melukai gusi dan juga bila alat yang digunakan atau kuku jari Anda tidak steril, justru dapat menyebabkan infeksi.
Selain cara- cara diatas, ada beberapa cara alami yang banyak dilakukan orang untuk membersihkan karang gigi. Caranya adalah dengan menggunakan bahan- bahan abrasif seperti batu bata yang dihaluskan, biji asam kawak yang diblender/ ditumbuk, biji cengkeh yang dihaluskan dsb. Bahan- bahan ini kemudian diaplikasikan pada permukaan gigi atau sikat gigi, kemudian digerakan seperti menggosok sehingga karang gigi akhirnya terlepas. Namun menghilangkan karang gigi dengan cara-cara seperti ini hanya dapat mengambil/ melepaskan karang gigi yang mudah terjangkau dan terlihat oleh yang bersangkutan. Ada beberapa bagian karang gigi yang sulit dibersihkan dengan cara ini, terutama pada bagian sela- sela gigi, permukaan dalam gigi belakang dan karang gigi yang ada di dalam gusi/ gingiva. Sebaiknya menurut saya, karang gigi dibersihkan secara profesional oleh dokter gigi. Dokter gigi akan membersihkan karang gigi pada bagian permukaan gigi maupun bagian sela- sela gigi dengan skeling menggunakan alat scaler manual atau ultrasonic. Semoga jawaban saya dapat memberi masukan bagi Anda..

 Dokter,saya mau tanya. saya selalu sikat gigi 2x sehari..tapi kenapa gigi nya kuning terus ya dok? -Septian Maulana-

Halo Mas Septian, salam kenal..
Gigi berwarna kuning penyebabnya bermacam- macam. Beberapa penyebab warna gigi dibagi menjadi 2 yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar struktur gigi yaitu : akumulasi plak gigi akibat pembersihan gigi yang kurang optimal, adanya penumpukan karang gigi sehingga gigi terlihat kuning, dan sering konsumsi minuman/ makanan berwarna (jamu, makanan yang mengandung bahan kimia, zat warna, mengandung kunyit dsb). Sedangkan faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam struktur gigi yaitu : faktor genetik, tebal tipisnya lapisan gigi, sering konsumsi obat- obatan antibiotik, dan proses penuaan/ aging process.

Anda merasa gigi Anda kuning, walaupun Anda sudah menyikatnya dengan rajin. Apakah warna kuning ini sudah lama terlihat (sejak kecil) atau baru- baru ini Anda sadari? Penyikatan gigi secara rutin dapat mencegah gigi berwarna kuning, tetapi bila warna ini berasal dari faktor internal gigi maka penyikatan yang rajin sekalipun tidak akan mengubah warna gigi tersebut. Pada ras tertentu misalnya ras Negroid, walaupun kulit mereka hitam namun ternyata warna gigi mereka lebih putih. Warna gigi ini dipengaruhi faktor genetik sehingga tingkat warna putih gigi tiap orang dapat terlihat berbeda- beda ( putih kekuningan, putih kecoklatan, dsb). Usia yang bertambah juga berpengaruh pada warna gigi. Semakin tua, gigi akan terlihat cenderung kuning ataupun berwarna lebih gelap. Sering konsumsi makanan/ minuman yang mengandung zat warna atau bahan kimia tertentu, akan berpengaruh pula pada warna gigi. Karang gigi dan plak yang menempel pada gigi juga dapat membuat gigi terlihat lebih kuning.

Ada baiknya memang diketahui terlebih dahulu kondisi warna kuning pada gigi Anda berasal dari faktor internal, eksternal atau keduanya. Menurut saya, yang jauh lebih penting adalah selalu menjaga kebersihan dan kesehatan gigi kita. Bila dengan kondisi gigi Anda sekarang, Anda masih belum puas dan ingin membuat gigi menjadi lebih putih, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi untuk melakukan bleaching/ pemutihan gigi. Dokter gigi akan memilihkan alternatif tehnik bleaching/ pemutihan gigi yang aman dan sesuai dengan kondisi gigi Anda. Semoga saran saya dapat menjadi masukkan bagi Anda..

 Dok, saya mau bertanya tentang noda2 hitam di gigi apa bedanya karang gigi dgn sten? yang kedua, kenapa ya noda hitam di gigi sy cepat muncul? jadi sten di gigi saya penyebabnya apa ya dok? -Riris-

Halo Mbak Riris, salam kenal..
Noda- noda hitam yang ada pada gigi disebut sebagai “stain”. Stain adalah deposit berpigmen yang melekat pada permukaan gigi. Stain berbeda dengan karang gigi. Karang gigi atau kalkulus adalah plak yang mengeras / mengalami kalsifikasi karena adanya endapan mineral cairan mulut (saliva). Karang gigi terlihat sebagai massa keras yang berwarna kuning ataupun hitam yang terdapat pada permukaan gigi. Biasanya letak karang gigi ini terlihat dimulai dari bawah gusi dan daerah leher gigi. Baik stain maupun karang gigi yang sudah terjadi akan sukar dibersihkan dengan penyikatan gigi saja. Timbulnya karang gigi ini berhubungan dengan pembersihan gigi yang kurang, sehingga terdapat sisa- sisa makanan, timbunan plak dan akhirnya timbullah karang gigi. Sedangkan stain menempel dan berwarna coklat kehitaman, sehingga permukaan gigi warnanya terlihat kotor.

Penyebab timbulnya stain umumnya adalah kebiasaan minum teh, kopi, merokok atau mengunyah tembakau. Namun Mbak Riris mengatakan bahwa tidak suka minum kopi, teh dan tidak merokok. Lalu darimanakah asal stain pada gigi tersebut? Stain juga dapat timbul karena penyebab lain, yaitu akibat penggunaan obat kumur tertentu yang mengandung klorheksidin, pigmen yang memberi warna pada makanan/ minuman yang kita konsumsi (kecap, sirup, minuman soft drink, dll), obat- obatan tertentu, dan juga dari deposisi pigmen bakteri kromogen yang melekat pada pelikel gigi. Selain itu stain juga dapat timbul pada pekerja industri yang menghirup debu industri melalui mulut, sehingga substansi logam berkontak dengan gigi. Stain semacam ini disebut stain metalik, sering terjadi pada pekerja  industri logam besi, nikel, tembaga, kadmium. Orang yang sering mengkonsumsi obat- obatan yang terkontaminasi logam tertentu juga terkadang akan timbul stain pada permukaan giginya. Hal ini disebabkan karena pigmen metal pada obat berkontak dengan permukaan gigi. Cara mencegahnya adalah dengan menghindari kontak langsung dengan obat, mengkonsumsi obat dalam bentuk tablet/ kapsul, atau menggunakan sedotan.
Untuk menghilangkan stain yang sudah terjadi, dapat dilakukan skeling dan pemolesan gigi di dokter gigi. Sedangkan untuk mencegah timbulnya stain yang tebal dan sulit dihilangkan, sebaiknya selalu rutin membersihkan gigi dan kontrol berkala setiap 6 bulan sekali. Semoga saran saya dapat memberi masukkan bagi Anda. Have a nice day..

 Gigi saya dari kecil berwarna coklat/kuning, sudah pakai pasta pemutih tetap saja tidak bisa, kata dokter saya kebanyakan obat, kira-kira apa ya Dok solusi untuk memutihkan gigi saya? -Irwan Firmansyah-

Halo Mas Irwan, salam kenal..
Gigi yang terlihat berwarna coklat/ kuning dapat disebabkan beberapa penyebab. Penyebab gigi coklat atau kuning dibagi menjadi 2 yaitu faktor ekstrinsik dan faktor intrinsik. Faktor ekstrinsik antara lain adalah akumulasi plak pada gigi karena pembersihan gigi yang kurang optimal, banyak mengkonsumsi minuman atau makanan berwarna ( teh, kopi, soda, sirup, jamu, makanan yang mengandung zat warna, mengandung kunyit dsb) dan penggunaan obat kumur yang mengandung klorheksidin. Sedangkan faktor intrinsik adalah banyak mengkonsumsi antibiotik (misalnya : tetrasiklin), penyakit kelainan darah, adanya trauma pada gigi, gigi berlubang, dan faktor penuaan.
Pada  gigi yang sudah terlihat kuning/ coklat karena obat- obatan, pewarnaannya berasal dari dalam struktur gigi. Penyikatan yang rajin dan penggunaan pasta gigi pemutih tidak akan dapat mengubah warna gigi yang coklat/ kuning karena faktor intrinsik. Warna gigi yang putih memang terlihat lebih indah, namun memiliki gigi yang bersih dan sehat jauh lebih penting. Menurut saya, lebih baik kita selalu menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Bila dengan kondisi gigi Anda sekarang, Anda masih belum puas dan ingin membuat gigi menjadi lebih putih, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi untuk melakukan bleaching/ pemutihan gigi. Bleaching dalam bidang kedokteran gigi merupakan prosedur pemutihan gigi yang dalam prosesnya menggunakan bahan seperti carbamide peroxide dan hydrogen peroxide. Bleaching pada kasus pewarnaan gigi akibat antibiotik mungkin hasilnya tidak semaksimal bleaching pada pewarnaan akibat faktor ekstrinsik. Bleaching ini sebaiknya juga dilakukan di bawah pengawasan dokter gigi. Dokter gigi akan memilihkan alternatif tehnik bleaching/ pemutihan gigi yang aman dan sesuai dengan kondisi gigi Anda. Semoga saran saya dapat bermanfaat bagi Anda..

 Dok, gigi saya kuning, padahal saya rajin sikat gigi, terus gigi saya belakangnya bolong, jadi kalo gak lagi makan, mulut saya jadi bau .gimana dok solusinya? -Uci Susilawati-

Halo Mbak Uci, salam kenal.. Gigi bisa berwarna kuning karena 2 faktor, yaitu faktor ekstrinsik dan faktor intrinsik. Faktor ekstrinsik antara lain adalah akumulasi plak pada gigi karena pembersihan gigi yang kurang optimal, banyak mengkonsumsi minuman atau makanan berwarna ( teh, kopi, soda, sirup, jamu, makanan yang mengandung zat warna, mengandung kunyit dsb) dan penggunaan obat kumur yang mengandung klorheksidin. Sedangkan faktor intrinsik adalah banyak mengkonsumsi antibiotik (tetrasiklin), penyakit kelainan darah, adanya trauma pada gigi, gigi berlubang, dan faktor penuaan. Pada gigi yang sudah terlihat kuning sejak kecil, kemungkinan pewarnaan kuning disebabkan faktor intrinsik. Bila diakibatkan faktor intrinsik, penyikatan yang rajin sekalipun tidak akan dapat mengubah warna gigi. Perlu penanganan khusus dari dokter gigi untuk membuat gigi menjadi lebih putih. Misalkan ada trauma pada gigi ataupun lubang sehingga gigi berubah warna, gigi dapat dirawat dan direstorasi untuk membuat tampilannya lebih baik atau terlihat lebih cerah warnanya. Namun dalam pertanyaan disebutkan bahwa dulu gigi Mbak Uci terlihat lebih putih, atau warna kuning baru terlihat belakangan ini. Menurut saya kemungkinan ini berasal dari faktor ekstrinsik. Faktor ekstrinsik karena akumulasi plak dan pewarnaan akibat makanan/ minuman atau obat kumur tertentu, dapat dihilangkan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan pembersihan gigi secara optimal menggunakan sikat gigi, pasta gigi yang mengandung bahan abrasif, dan rutin melakukan skeling untuk membersihkan gigi dari stain/ noda dan karang gigi di dokter gigi. Bila dengan cara- cara tersebut Anda masih belum puas dan ingin lebih putih, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi untuk melakukan bleaching/ pemutihan gigi. Bleaching dalam bidang kedokteran gigi merupakan prosedur pemutihan gigi yang dalam prosesnya menggunakan bahan reaktif antara lain : carbamide peroxide dan hydrogen peroxide. Bleaching sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter gigi. Dokter gigi akan memilihkan alternatif tehnik bleaching/ pemutihan gigi yang aman dan sesuai dengan kondisi gigi Anda sehingga Anda dapat kembali memiliki gigi yang putih seperti sebelumnya. Mengenai gigi yang berlubang dan mengakibatkan bau mulut, saya sarankan sebaiknya segera ditambal. Bau mulut menandakan ada sisa- sisa makanan yang menempel/ menyelip dalam lubang gigi tersebut dan mengalami pembusukan. Gas yang dikeluarkan dalam proses pembusukan inilah yang menyebabkan timbulnya bau pada mulut. Tentunya bau mulut akan mengganggu dalam keseharian Anda terutama dalam pergaulan. Untuk itu, jangan dibiarkan dan segeralah mencari solusi dengan penambalan di dokter gigi.

 Kenapa gigi saya masih keliatan kuning walaupun rajin sikat gigi 2 x sehari? apakah dengan rajin sikat gigi saja belum cukup ya? -Vivi Nilawaty-

Halo Mbak Vivi, sebelumnya saya ingin bertanya apakah gigi kuning ini sudah terlihat sejak lama, atau baru terlihat warnanya berubah lebih kuning akhir-akhir ini?
Gigi yang kelihatan kuning memang terlihat mengganggu penampilan. Walaupun rajin menggosok gigi 2x sehari dapat menghilangkan sisa-sisa makanan pada gigi, namun warna gigi yang kuning tidak dapat diubah dengan hanya dengan menggosok gigi.  Menggunakan pasta gigi pemutih sekalipun hanya dapat menghilangkan/mengurangi noda pada permukaan gigi, tetapi tidak dapat memutihkan gigi yang sudah berwarna kuning.

Warna gigi yang kuning dapat disebabkan oleh faktor ekstrinsik dan intrinsik. Faktor-faktor yang dapat membuat warna gigi menjadi lebih kuning karena sumber ekstrinsik adalah konsumsi makanan/minuman berwarna, misalnya : teh, kopi, soda, jamu, kecap, saus kari, makanan yang mengandung kunyit, penggunaan obat kumur yang mengandung klorheksidin dan akibat akumulasi plak yang tidak dibersihkan. Sedangkan pewarnaan akibat sumber intrinsik adalah akibat penyakit hati, konsumsi antibiotik, merokok, faktor genetik dan proses penuaan. Seiring usia bertambah, warna gigi akan lebih kuning dibandingkan sebelumnya. Bila warna kuning terlihat sejak kecil, kemungkinan disebabkan oleh faktor intrinsik. Namun apabila baru terlihat akhir-akhir ini kemungkinan disebabkan faktor ekstrinsik.

Bila memang Mbak Vivi merasa kurang puas dengan warna gigi yang kuning ini, bisa dilakukan pemutihan gigi/ bleaching di klinik dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa dan memberikan beberapa alternatif pemutihan gigi yang sesuai dengan kondisi gigi geligi agar didapatkan hasil terbaik sesuai dengan yang diharapkan.

 Dok, sekarang sedang nge-tren bleaching untuk memutihkan gigi, apakah bleaching gigi tsb cukup aman dilakukan?

 Jawab:

Bleaching / pemutihan gigi akhir-akhir ini memang cukup “nge-tren” di masyarakat. Selain dapat membuat senyum lebih menawan, mempercantik penampilan, juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Namun sebelum melakukan bleaching, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu beberapa hal mengenai bleaching.
Bleaching dalam bidang kedokteran gigi merupakan prosedur pemutihan gigi yg dalam prosesnya menggunakan bahan yg cukup reaktif. Bahan yang digunakan antara lain adalah carbamide peroxide dan hydrogen peroxide. Penggunaan bahan- bahan ini sebaiknya di bawah pengawasan dokter gigi, karena bahan- bahan ini dapat mengiritasi jaringan mukosa mulut apabila terpapar dan cukup berbahaya bila  tertelan. Selain itu efek samping dari bahan ini adalah menyebabkan rasa ngilu pada gigi. Dokter gigi dapat meminimalkan resiko yang terjadi dalam proses bleaching dengan melakukan perlindungan gusi terlebih dahulu dan menetralisir rasa ngilu yg ditimbulkan. Dokter gigi juga akan memilihkan alternatif tehnik bleaching/ pemutihan gigi yang aman dan yang sesuai dengan kondisi gigi pasien. Maka dari itu untuk melakukan bleaching dengan aman sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi Anda.

Bagaimana cara memilih obat bleaching/ pemutih gigi yang aman di pasaran?

Jawab :

Di pasaran banyak terdapat obat pemutih gigi. Sebelum membeli, pastikan Anda mengetahui isi/ kandungan bahan yg tertera pada kemasannya. Kadar bahan pemutih/ bahan aktif (hidrogen peroksida) dalam batas aman yg dianjurkan apabila akan memutihkan sendiri di rumah adalah kurang dari 10%. Hidrogen peroksida yg terdapat dalam obat pemutih gigi dapat menimbulkan iritasi gusi dan mukosa mulut. Selain memilih obat bleaching yang aman, penting pula untuk mengetahui kondisi gigi geligi sebelum proses bleaching dilakukan. Proses bleaching dapat mengakibatkan timbulnya rasa ngilu pada gigi. Maka dari itu bila ada gigi yg retak, berlubang atau karies sebaiknya dirawat/ dilakukan penambalan terlebih dahulu.

 Saya pernah dengar ada tehnik bleaching in office dan home bleaching. Manakah yang lebih baik dilakukan?

Jawab :

In office bleaching adalah proses pemutihan gigi yang dilakukan oleh dokter gigi.
Sedangkan home bleaching adalah proses pemutihan gugi yang dilakukan sendiri di rumah dengan instruksi dari dokter gigi. Tehnik In office bleaching biasanya menggunakan bahan aktif hidrogen peroksida 30-50% dengan lama proses sekitar 1-2 jam. Sedangkan konsentrasi utk home bleaching sekitar 3-5% dengan lama proses 2- 8 jam per hari, yang dilakukan sendiri oleh pasien di rumah. Kedua tehnik ini baik dilakukan asalkan di bawah pengawasan dokter gigi.

 

Special Needs

 Gigi saya gingsul, saya sangat tidak percaya diri Dok. Apakah saya lebih baik cabut gigi gingsulnya? Kenapa ya dok gigi kok bsa gingsul? dan bagaimana perawatannya? -Wahyu-

Halo Mas Wahyu, salam kenal..
Saya sendiri baru sekarang mendengar ada tren gigi gingsul di Jepang..hehe.. Ada yang mengatakan bila punya gigi gingsul senyumnya terlihat lebih manis, lebih keren (mengingatkan saya pada vampir- vampir ganteng di film box office:p) dan sebagainya. Gigi yang gingsul biasanya adalah gigi depan ketiga (gigi taring) yang letaknya di dekat sudut mulut. Bisa jadi, saat tersenyum gigi ini jadi memberikan ‘perhatian lebih’ bagi orang yang melihatnya. Namun ada pula yang tidak suka dengan adanya gigi gingsul ini, karena membuat tidak percaya diri.

Menurut saya, memiliki gigi yang gingsul itu boleh- boleh saja selama tidak ada masalah dengan faktor kebersihan gigi dan mulut. Gigi gingsul terletak di luar lengkung gigi yang seharusnya, sehingga posisinya tidak segaris atau menumpuk dengan gigi di sekitarnya. Akibatnya dapat menjadi kendala saat pembersihan/ penyikatan. Bila ada makanan terselip yang sulit dikeluarkan atau luput saat penyikatan di sela- sela gigi yang menumpuk itu, akibatnya bisa terjadi lubang.

Ada beberapa hal yang menyebabkan gigi gingsul yaitu : gigi susu terlalu cepat tanggal/ premature loss, bentuk rahang yang kecil dan tidak sesuai dengan ukuran gigi sehingga gigi berjejal, persistensi gigi susu sehingga gigi taring tetap tumbuh tidak pada tempatnya, malnutrisi dan lainnya.
Penanganan kasus gigi gingsul dapat dengan berbagai cara, antara lain rekonturing gigi dengan pembuatan gigi tiruan mahkota, pencabutan yang diikuti dengan pembuatan gigi tiruan, atau Anda dapat menghubungi dokter gigi spesialis ortodonti untuk memperbaiki posisi gigi gingsul tersebut dengan menggunakan kawat gigi. Dalam perawatan ortodonti, untuk memperbaiki posisi gigi gingsul kadang dibutuhkan pencabutan gigi untuk memenuhi kebutuhan ruangan. Namun yang dicabut bukanlah gigi taring, melainkan gigi premolar yang ada di belakangnya. Saran saya, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi Anda. Dokter gigi akan menyarankan perawatan yang sesuai dengan kondisi gigi Anda. Andapun dapat mengetahui dan memilih perawatan yang paling cocok bagi Anda. Semoga jawaban saya dapat membantu Anda. Salam Formula..

 Sejak berusia diatas 35 thn, gigi saya sangat sering terasa ngilu.Skrg2 ini saya selalu menunggu makanan menjadi tidak terlalu dingin atau tidak terlalu panas sebelum dikonsumsi. apakah penyebab dan cara mengatasinya dok?? -Sarah-

Halo Mbak Sarah, salam kenal..
Gigi terasa ngilu atau yang disebut sebagai gigi sensitif seringkali dirasakan oleh banyak orang. Penyebab rasa sensitif pada gigi adalah adanya lapisan email gigi yang terkikis atau terabrasi sehingga ada bagian dentin yang terbuka. Pada dentin terdapat saluran-saluran kecil yang disebut sebagai tubuli dentin. Tubuli dentin yang terbuka inilah yang kemudian bila terkena rangsang panas, dingin, asam, manis, akan menyebabkan perubahan arah gerakan cairan dalam tubuli dentin yang diteruskan ke sensor saraf sebagai rasa nyeri.

Untuk mengatasi gigi yang sensitif, sebaiknya diketahui terlebih dahulu sumber penyebabnya. Apabila gigi terasa sensitif hanya pada saat mengkonsumsi makanan/ minuman yang sangat dingin, itu masih merupakan hal yang wajar. Tapi bila gigi terasa sensitif terus menerus, ngilu berkelanjutan, ada baiknya segera mengecek kondisi gigi ke dokter gigi. Mungkin saja ada bagian email atau dentin yang terbuka atau bahkan berlubang sehingga menyebabkan gigi terasa ngilu dan perlu penanganan khusus dari dokter gigi.

Penyebab gigi sensitif antara lain adalah : penyikatan gigi dengan cara yang salah sehingga gusi mengalami resesi (gusi terbuka) dan akar gigi mengalami abrasi/ terkikis, menipisnya lapisan email gigi, email gigi aus, ada gigi yang retak atau berlubang, kebersihan mulut buruk, pemakaian obat pemutih gigi/ bleaching dan kebiasaan mengkonsumsi makanan/minuman yang terlalu panas, terlalu dingin, asam dan manis yang berlebihan. Penyikatan gigi yang salah dapat mengakibatkan terjadinya resesi gusi. Gusi yang resesi menyebabkan akar gigi terbuka sehingga gigi menjadi sensitif terhadap panas dan dingin. Oleh karena itu penyikatan harus dilakukan dengan cara yang benar dan tidak dengan tekanan berlebihan.
Mengganti sikat gigi setelah bulu sikat mengalami perubahan bentuk susunan setelah pemakaian adalah baik, namun sebaiknya pemilihan jenis bulu sikat gigi juga ikut dipertimbangkan. Sebaiknya menggunakan sikat gigi dengan bulu ekstra lembut pada kondisi gigi yang sensitif.
Penyikatan gigi dengan bulu yang tebal dan kasar akan merusak/ mengikis permukaan gigi terutama bagian akar. Email dan bahkan dentin gigi akan terkikis sehingga menimbulkan rasa ngilu. Kebiasaan bruxism atau menggemertakkan/ mengerot/ menggerus gigi saat tidur juga dapat mengurangi ketebalan email gigi sehingga dapat terjadi gigi sensitif. Email yang terbuka akibat gigi retak atau berlubang dapat menimbulkan rasa sensitif karena ada dentin yang terbuka. Apabila pada gigi sudah terjadi lubang, sebaiknya segera dirawat agar rasa sensitif tidak berkelanjutan.

Untuk mengatasi rasa sensitif pada gigi, Anda dapat mencoba rangkaian produk Sensitive Range dari Formula Oral Care, yang terdiri dari sikat gigi, pasta gigi dan obat kumur khusus gigi sensitif. Sikat gigi Sensitive Flex khusus gigi sensitif dari Formula memiliki bulu sikat ekstra lembut yang mampu membersihkan bagian sela- sela gigi tanpa melukai gusi. Sikat ini juga memiliki batang yang lentur sehingga memudahkan dalam mengontrol tekanan penyikatan. Ujung kepala sikat berbentuk mengecil sehingga mampu menjangkau gigi paling belakang.
Pasta gigi Sensitive Care dari Formula mengandung Pottasium Nitrat, Tea Tree Oil, Clovemint dan juga Fluoride yang dapat membantu mengatasi masalah gigi sensitif. Obat kumur Sensitive Active Care dilengkapi dengan kombinasi Pottasium Nitrat dan Fresh Lock Technology, yang mampu mengurangi rasa ngilu pada gigi sensitif sekaligus tetap menjaga kesegaran nafas 2x lebih lama.
Selain penggunaan sikat gigi, pasta gigi dan obat kumur khusus, sebaiknya juga membatasi konsumsi makanan yang terlalu asam, bersoda, manis, terlalu panas atau dingin, untuk mengurangi rasa sensitif pada gigi. Pada kondisi gigi geligi yang sudah berlubang, retak ataupun terkikis pada bagian email atau dentin yang cukup dalam, sebaiknya tetap dilakukan penanganan/ perawatan oleh dokter gigi. Dokter akan merawat dan menambal bagian gigi yang berlubang tersebut. Semoga jawaban saya berguna bagi Anda. Have a nice day..

 Gigi depanku kok sering ngilu ya, jd bikin ga nyaman. Gimana cara mengatasinya? -Ayu-

Halo Ayu, salam kenal..
Ada berbagai penyebab gigi terasa ngilu. Gigi dapat terasa ngilu antara lain karena kebiasaan konsumsi makanan yang manis dan asam secara berlebihan, hilangnya/ menipisnya lapisan email gigi, resesi gusi, adanya akar gigi yang terkikis/ abrasi, email gigi yang aus, gigi yang retak, adanya lubang atau karies pada gigi, kondisi kebersihan mulut yang buruk, dan penggunaan obat pemutih gigi.

Gigi yang ngilu atau sensitif disebabkan oleh adanya email yang terbuka sehingga ada bagian dentin gigi yang terekspos. Penyebab utamanya adalah terbukanya saluran-saluran kecil pada dentin yang disebut sebagai tubuli dentin. Tubuli dentin yang terbuka dan terkena rangsang (panas, dingin, asam, manis) akan menimbulkan rasa ngilu. Rasa ngilu dikarenakan terjadinya perubahan arah pergerakan cairan pada tubuli dentin yang diteruskan langsung ke sensor saraf gigi kita.

Untuk mengatasi gigi yang ngilu, sebaiknya diketahui terlebih dahulu penyebabnya. Bila perlu dilakukan pengecekan ke dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya dengan pemeriksaan kondisi gigi tersebut. Pada gigi Anda yang sering mengalami ngilu, Anda dapat menguranginya dengan menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif yang banyak dijual di pasaran, salah satunya adalah pasta gigi dari Formula Sensitive Active Care. Dalam pasta gigi khusus gigi sensitif tersebut terkandung bahan- bahan seperti Pottasium Nitrate, Tea Tree Oil dan Fluoride yang dapat membantu mengatasi masalah gigi sensitif. Selain pasta gigi, adapula obat kumur Formula khusus gigi sensitif, yang juga mengandung Pottasium Nitrate untuk mengurangi rasa ngilu dan menjaga kesegaran mulut Anda.

Selain penggunaan pasta gigi dan obat kumur khusus, Anda sebaiknya juga memperhatikan cara dan tekanan penyikatan khususnya di bagian gigi depan tersebut. Cara penyikatan horisontal untuk gigi depan lebih baik dihindari dan tekanan penyikatan dikontrol agar jangan berlebihan. Tekanan penyikatan yang berlebihan akan menyebabkan akar gigi mudah terkikis atau abrasi sehingga gigi akan sensitif terhadap rangsang panas dan dingin.
Bulu sikat gigi juga dianjurkan dipilih yang tidak terlalu keras atau kasar. Sikat gigi yang digunakan sebaiknya memiliki bulu lembut agar tidak semakin mengabrasi email dan tidak melukai gusi. Anda dapat mencoba sikat gigi Formula Sensitive Flex yang memiliki batang lentur dan bulu sikat yang halus agar memudahkan dalam mengontrol tekanan selama penyikatan gigi.

Apabila rasa ngilu tetap berlanjut dan tidak hilang, Anda sebaiknya menghubungi dokter gigi untuk mendapatkan perawatan pada gigi tersebut. Dokter gigi dapat mengaplikasi gel/ cairan Fluor untuk menghilangkan rasa ngilu. Pada kondisi gigi yang ngilu akibat adanya lubang atau terkikis cukup banyak sehingga celahnya besar, dokter akan menambal gigi tersebut. Semoga saran saya bermanfaat bagi Anda.

 Saya kan kalau tiap kali sikat gigi, bawaan nya selalu aj muntah terutama kalau menggunakan odol yg ada flavor mint gt, kira2 ada solusinya gk ya untuk saya biar saya nyaman saat sikat gigi tanpa menimbulkan rasa muntah -Henny-

Halo Henny, salam kenal.. Kebanyakan produk pasta gigi dan obat kumur yang dijual di pasaran memang memiliki aroma mint. Aroma mint ini berguna untuk menyegarkan nafas dan memberikan sensasi rasa segar pada rongga mulut. Namun ada beberapa orang yang justru kurang nyaman saat menyikat gigi menggunakan pasta gigi dengan rasa mint, sehingga merasa mual seperti yang Anda alami. Solusinya adalah menggunakan pasta gigi tanpa kandungan mint atau pasta gigi dengan kandungan mint yang rendah. Anda dapat menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif yang mengandung mint rendah, ataupun pasta gigi anak. Pasta gigi khusus anak- anak memiliki kandungan mint rendah ataupun bebas mint, sehingga tidak membuat Anda mual. Pasta gigi anak juga dilengkapi dengan rasa lain selain rasa mint, seperti rasa stroberi atau jeruk, yang juga dapat menyegarkan nafas Anda. Untuk mencegah timbulnya rasa mual saat penyikatan, kepala sikat gigi sebaiknya jangan dimasukkan terlalu dalam ke dalam mulut. Anda juga dapat menggunakan sikat gigi dengan kepala sikat yang kecil, dan usahakanlah agar setiap kali menyikat gigi geligi di rahang atas, bulu sikat gigi tidak terlalu menekan hingga ke bagian belakang langit- langit mulut atau tenggorokan. Hal ini dapat merangsang rasa mual. Penyikatan sebaiknya dilakukan secara lembut/ tidak dengan tekanan yang keras, dan setelah selesai penyikatan berkumurlah dengan air hangat. Semoga jawaban saya bermanfaat bagi Anda..

 Kmren gigi geraham saya keropos dan runcing hingga melukai lidah saya, saya ke dkter dn d putuskn untuk d cabutt. stlh pncabutan kok masih ada kaya rasa rasa mint. Cara ngilangin rasa mint tu gmn yaw dok ? dan solusi biar gusinya cpet sembuh -Cika-

Halo Cika, salam kenal..
Setelah pencabutan gigi geraham yang keropos, Anda masih merasakan rasa obat seperti rasa mint dalam mulut. Saya ingin tanya sebelumnya, apakah dokter gigi Anda mengoleskan bahan anestesi topikal berupa pasta/ gel sebelum pencabutan ke gusi sekitarnya? Asumsi saya, rasa mint yang dimaksud mungkin berasal dari obat anestesi topikal. Ada kalanya sebelum anestesi injeksi/ suntikan, dokter gigi memberikan obat anestesi topikal untuk mengurangi rasa sakit saat dokter melakukan injeksi obat anestesi lokal ke daerah pencabutan gigi. Rasa mint yang Anda rasakan menurut saya kemungkinan berasal dari obat anestesi topikal tersebut, yang belum hilang efeknya saat ini. Bisa saja terjadi saat pencabutan ada sebagian obat anestesi topikal yang mengenai saraf/ nervus yang terbuka, atau dapat pula mengenai nervus yang terluka saat dokter melakukan pencabutan gigi. Adanya obat anestesi rasa mint yang mengenai nervus, akan memberikan sensasi rasa mint yang cukup lama hilangnya.

Saat ini, apakah Anda juga merasa seperti kesemutan atau hilang rasa di bagian bekas pencabutan atau pada bagian lainnya seperti pada lidah atau bibir? Bila ada rasa kesemutan atau baal atau hilang rasa di daerah tersebut, kemungkinan terjadi yang dinamakan prolonged anestesi, yaitu suatu keadaan paska pencabutan dengan efek obat anestesi tidak hilang sebagaimana seharusnya. Kebanyakan kasus prolonged anestesi bersifat sementara, keadaan ini akan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu tertentu (sekitar 1-2 bulan). Saat nervus yang terluka mengalami penyembuhan, maka sensasi rasa pada pasien akan normal kembali. Namun pada beberapa kasus tertentu, ada pula yang tidak kunjung hilang sehingga membutuhkan penanganan untuk membantu menghilangkannya. Saran saya sebaiknya Anda berkonsultasi kembali dengan dokter gigi Anda mengenai hal ini. Walaupun keadaan ini bukan hal yang berbahaya, namun dapat mempengaruhi kenyamanan Anda juga.

Mengenai gusi paska pencabutan, agar cepat sembuh yang harus dilakukan adalah mengikuti instruksi atau anjuran dokter gigi serta meminum obat yang diresepkan. Pada beberapa jam pertama paska pencabutan, sebaiknya jangan terlalu sering berkumur atau menghisap darah yang terasa dalam mulut. Bekuan darah yang ada pada soket bekas pencabutan harus dijaga agar jangan sampai terlepas. Selama 3- 7 hari paska pencabutan memang gusi belum dapat menutup sempurna. Yang harus dilakukan adalah menjaga agar luka bekas pencabutan gigi tidak kotor oleh sisa- sisa makanan. Bila ada makanan yang terjebak di dalamnya, sebaiknya  tidak dikorek/ dicongkel dengan menggunakan tusuk gigi ataupun benda tajam lainnya.

Selama gusi belum sembuh, penyikatan gigi harus tetap dilakukan agar mencegah penumpukan plak pada gigi geligi lain yang dapat mencetuskan infeksi pada rongga mulut. Anda dapat menggunakan obat kumur yang mengandung bahan antibakteri (misalnya : Triclosan) untuk mencegah infeksi. Berkumur juga membantu mengeluarkan kotoran yang masuk ke dalam soket/ lubang gusi, namun dianjurkan untuk berkumur secara perlahan. Semoga jawaban saya dapat membantu Anda..

 Gigi bungsu saya yg baru tumbuh setengah menyebabkan rasa sakit karena melukai gusi, saya harus bagaimana? -Adi Prasetyo-

Gigi geraham bungsu atau molar ketiga atau yang dikenal dengan wisdom teeth merupakan gigi yang tumbuh paling akhir pada susunan gigi geligi manusia. Gigi ini biasanya mulai erupsi di usia 17 hingga usia 30 tahun. Gigi ini sering tidak mendapatkan tempat/ ruang yang cukup untuk tumbuh sehingga sering terjadi gigi geraham bungsu ini tumbuh tidak sempurna dan posisinya miring karena kekurangan tempat/ ruangan untuk erupsi, yang disebut dengan impaksi. Gigi geraham bungsu ini dapat erupsi normal bila tersedia cukup ruangan. Kadangkala posisi gigi geraham bungsu ini tumbuh melintang horisontal, miring dengan mahkota gigi terhimpit oleh tulang, ataupun tidak keluar sama sekali karena tidak tersedianya ruangan yang cukup pada lengkung rahang.

Pada beberapa kasus seringkali pasien tidak menyadari gigi bungsu ini erupsi/ tumbuh, sampai merasakan adanya rasa sakit seperti rasa nyeri seperti sakit gigi, radang pada gusi sekitar gigi bungsu tersebut, merasakan sakit kepala, bahkan pada beberapa kasus terjadi sakit pada telinga, telinga berdengung, sakit leher, terjadi gangguan pada kulit, dll. Selain itu, pada gigi geraham bungsu yang baru tumbuh juga dapat menimbulkan pericoronitis atau infeksi pada gusi yang disebabkan oleh sisa-sisa makanan dan bakteri yang terjebak pada gusi di atas gigi bungsu tersebut. Gigi bungsu yang posisinya miring dan tidak tumbuh sempurna sukar pembersihannya sehingga gigi tersebut mudah berlubang. Kadang lubang tidak hanya pada gigi bungsu tersebut, tetapi juga gigi geraham di depannya oleh karena akses pembersihan yang cukup sulit. Infeksi kronis ��gigi bungsu juga dapat mengakibatkan timbulnya abses dan infeksi tulang rahang. Pada keadaan abses dan infeksi tulang tentunya rasa sakit akan terasa lebih hebat, dan perlu penanganan segera.

Apabila gigi bungsu Anda sudah tumbuh sebagian, dan sudah menyebabkan rasa sakit pada bagian gusi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter gigi. Dokter gigi akan menentukan apakah gigi geraham bungsu Anda perlu dicabut/ dioperasi atau tidak, dengan melihat posisi serta kondisi gigi dengan bantuan foto rontgen. Dalam hal ini pengambilan gigi bungsu merupakan tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih buruk.

Hal yang dapat Anda lakukan selama gigi tersebut belum ditangani oleh dokter gigi, saya sarankan agar Anda selalu menjaga serta memperhatikan kebersihan gigi di daerah tersebut. Gigi yang tumbuh setengah bagian dengan bagian lain yang masih tertutup gusi, dapat menyebabkan retensi makanan dan akan sukar dalam pembersihannya. Bila tidak dibersihkan dengan baik, maka dapat menyebabkan infeksi yang justru akan menambah rasa sakit. Anda dapat menggunakan sikat gigi dengan desain khusus yang memiliki potongan bulu sikat lebih tinggi di ujungnya (sikat dengan desain spiky head/ bulu jambul) agar mampu menjangkau posisi gigi geraham bungsu yang letaknya paling belakang. Selain itu Anda dapat pula menggunakan obat kumur yang mengandung bahan antibakteri untuk membantu pembersihan rongga mulut. Bila gusi Anda terluka oleh karena iritasi dari gigi bungsu, maka disarankan menggunakan obat kumur yang bebas alkohol agar tidak menambah iritasi pada jaringan gusi. Semoga saran saya dapat bermanfaat bagi Anda

 Gigi saya suka ngilu kalau makan makanan yg dingin atau panas. apa gigi saya termasuk gigi sensititf? Lalu, gigi saya mudah sekali rapuh. apa ya penyebabnya? bagaimana cara mengatasinya? terimakasih dok -Claudya-

Happy New Year, salam kenal Claudya.. Apabila gigi Anda terasa ngilu saat makan makanan yang panas atau dingin, bisa jadi gigi Anda sensitif. Gigi sensitif dapat disebabkan oleh adanya rangsangan dingin atau panas, asam atau manis, baik dari makanan atau minuman yang kita konsumsi. Gigi akan terasa ngilu/ sensitif karena ada bagian/ lapisan email gigi yang terkikis atau terabrasi sehingga ada bagian dentin yang terbuka. Penyebab timbulnya ngilu atau sensitif yang dirasakan adalah terbukanya saluran-saluran kecil pada dentin yang disebut sebagai tubuli dentin. Tubuli dentin yang terbuka kemudian terkena rangsang panas, dingin, asam, manis, akan menyebabkan terjadinya perubahan arah gerakan cairan dalam tubuli dentin yang diteruskan ke sensor saraf. Akibatnya menimbulkan rasa ngilu atau gigi terasa sensitif. Beberapa keadaan penyebab gigi sensitif : kebiasaan sikat gigi dengan cara yang salah sehingga gusi mengalami resesi (gusi terbuka) dan akar gigi mengalami abrasi/ terkikis, menipisnya lapisan email gigi, email gigi aus, gigi retak atau berlubang, kebersihan mulut yang buruk, penggunaan obat pemutih gigi/ bleaching dan sering mengkonsumsi makanan/minuman yang terlalu panas, terlalu dingin, atau asam dan manis yang berlebihan. Cara penyikatan gigi yang salah juga dapat mengakibatkan terjadinya resesi gusi, sehingga gigi terasa ngilu/ sensitif. Gusi yang mengalami resesi menyebabkan akar gigi terbuka sehingga gigi menjadi sensitif terhadap panas dan dingin. Penyikatan gigi dengan tekanan yang berlebihan justru akan merusak/ mengikis akar gigi. Lapisan email gigi akan terkikis sehingga bagian dentinnya akan terekspos dan menimbulkan rasa ngilu terutama saat makan/ minum panas atau dingin. Pada beberapa pasien, email gigi mengalami aus karena kebiasaan bruxism atau menggemertakkan/ mengerot/ menggerus gigi saat tidur. Email yang aus menyebabkan dentin terbuka sehingga gigi sensitif. Gigi yang retak atau berlubang dapat pula menjadi sensitif karena ada dentin yang terbuka. Tentunya bila sudah terjadi lubang, sebaiknya segera dirawat agar rasa sensitif tidak berkelanjutan. Gigi dapat pula menjadi sensitif apabila kondisi kebersihan mulut buruk dengan adanya penumpukan plak dan karang gigi yang mengiritasi gusi. Rasa sensitif pada gigi Anda dapat dikurangi dengan penggunaan pasta gigi khusus gigi sensitif yang mengandung bahan- bahan tertentu. Pasta gigi yang mengandung Potassium Nitrate dan Fluoride telah teruji secara klinis dapat mengurangi rasa sensitif pada gigi setelah pemakaian yang teratur. Sikat gigi yang digunakan sebaiknya memiliki bulu halus/ soft and micro slim bristles, agar saat penyikatan memberikan tekanan yang lembut pada permukaan gigi geligi. Apabila gigi Anda terasa sensitif terus menerus, ngilu berkelanjutan, sebaiknya Anda mengecek kondisi gigi geligi ke dokter gigi. Kemungkinan ada bagian email atau dentin yang terbuka, ataupun lubang gigi sehingga menyebabkan gigi tersebut perlu penanganan khusus oleh dokter gigi. Untuk masalah gigi yang rapuh, mungkin perlu diketahui sebelumnya, apakah maksudnya gigi Anda mudah pecah karena adanya lubang, atau struktur gigi Anda sejak awal erupsi/ tumbuh memang kurang baik sehingga mudah rapuh. Dalam hal ini perlu pemeriksaan oleh dokter gigi untuk mengetahuinya. Saran saya, sebaiknya yang perlu dilakukan adalah tetap menjaga kebersihan rongga mulut terutama gigi geligi dengan pembersihan yang optimal. Penyikatan gigi secara teratur menggunakan pasta gigi yang mengandung Calcium dan Fluoride, akan membantu menguatkan gigi dengan menutup lubang mikro penyebab gigi berlubang. Penyikatan yang baik dan benar akan menjadikan gigi tetap sehat dan kuat, terhindar dari karies. Selain itu perlu pula untuk membatasi konsumsi gula dan asam, dan kontrol berkala 6 bulan sekali ke dokter gigi. Semoga saran saya berguna bagi Anda, have a nice day.

 Sabtu kemaren saya scaling, namun kenapa hingga hari ini ngilu pada gigi depan saya belum juga hilang. Bukankah rasa gilu itu hanya 24 Jam?? Kenapa bisa demikian. Terimakasih -Ykudadiri-

Karang gigi atau dental calculus dapat terbentuk di permukaan gigi dan terakumulasi biasanya pada daerah leher gigi. Karang gigi yang dibiarkan menumpuk, lama- lama dapat menyebabkan resesi gusi/ turunnya gusi dari keadaan normalnya. Akibat resesi gusi ini, setelah scalling timbul rasa ngilu pada gigi. Bagian gigi yang tadinya tertutup oleh karang gigi, setelah karang gigi dihilangkan ada bagian dentin gigi yang menjadi terekspos/ terbuka. Hal inilah yang menyebabkan terjadi rasa ngilu. Pada dentin terdapat perpanjangan ujung saraf pulpa pada tubuli dentin, yang bila terkena rangsang asam/ manis atau rangsang suhu (terutama rangsang dingin) akan terasa ngilu.

Pada kondisi gigi dengan karang gigi yang terletak kebanyakan di daerah cervical atau leher gigi biasanya akan lebih terasa ngilu paska scalling daripada gigi yang memiliki karang gigi di bagian permukaan lain. Ini diakibatkan karena daerah cervical/ leher gigi memiliki email yang lebih tipis dibanding bagian mahkota gigi, hingga bagian akar gigi yang tidak mempunyai email. Bagian perbatasan leher gigi yang tertutup gusi, pada saat scalling biasanya ikut terbuka dengan dihilangkannya karang gigi di bagian itu. Bisa jadi bagian akar gigi (yaitu dentin akar) ikut terbuka pula sehingga terasa ngilu.

Setelah scalling hari Sabtu lalu hingga hari ini (Selasa), rasa ngilu paska scalling yang Anda rasakan belum juga hilang. Hal ini dapat terjadi karena ada dentin yang terbuka di bagian akar gigi Anda, ataupun sebelum scalling memang pada bagian yang tertutup karang gigi sudah ada resesi gusi sehingga setelah scaling justru terasa ngilu. Karang gigi yang cukup banyak terutama di bagian sub gingiva (di bawah gusi) dan adanya resesi gusi, akan berdampak pada rasa ngilu yang cukup lama setelah scalling. Ini terjadi karena bagian gingiva telah turun atau turun akibat penumpukan karang gigi sebelumnya, sehingga setelah gigi dibersihkan justru dentin akar menjadi terbuka dan menjadi ngilu.

Rasa ngilu yang timbul paska scalling dapat hilang dengan sendirinya apabila penyembuhan gusi sudah sempurna dan tidak terdapat resesi gusi. Namun bila rasa ngilu tidak juga hilang, Anda dapat menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif. Pasta gigi khusus gigi sensitif dapat membantu menghilangkan rasa ngilu paska scalling karena mengandung bahan- bahan pelindung yang dapat membantu menutup pori- pori gigi yang terbuka, seperti potasium nitrat, potasium klorida, sodium monofluorofosfat, strontium klorida, hidroksiapatit, dll. Bila rasa ngilu tidak juga hilang, Anda dapat menghubungi dokter gigi Anda kembali. Dokter gigi akan mengaplikasikan bahan khusus yang mengandung fluoride untuk mengurangi rasa ngilu tersebut. Semoga jawaban saya dapat bermanfaat..

 Jaringan periodontal ntuh apah ? Saya mau tanya dok,gigi saya suka sakit kalau makan eskrim ituh kenapah yah ? -Rahman-

Halo Mas Rahman, salam kenal..
Jaringan periodontal adalah jaringan yang berada di sekitar gigi, mengelilingi gigi dan fungsinya sebagai jaringan penyangga gigi. Jaringan periodontal terdiri dari gingiva, ligamentum periodontal, tulang alveolar dan sementum.
Gingiva adalah jaringan lunak yang berdekatan dengan bagian leher gigi, termasuk bagian di daerah interdental (diantara gigi yang berdekatan). Gingiva ini sehari- hari kita sebut sebagai gusi. Pada kondisi normal, gingiva melekat erat pada tulang dan gigi. Pada jaringan ini terdapat pembuluh darah, saraf dan cairan gingiva. Gingiva ini dapat terkena radang ataupun infeksi yang disebut sebagai gingivitis (gusi berdarah).
Ligamentum periodontal terdiri dari serat- serat kolagen yang berfungsi sebagai jaringan pengikat antara gigi dan tulang alveolar. Tulang alveolar adalah tulang yang membentuk dan mendukung soket gigi. Tulang ini terdapat baik di rahang atas ataupun rahang bawah. Sedangkan sementum adalah jaringan yang menutupi permukaan akar gigi, tempat melekatnya ligamentum periodontal pada gigi. Jaringan periodontal ini adalah suatu sistem yang kompleks. Jaringan ini peka terhadap tekanan dan dapat pula terkena radang, infeksi maupun penyakit, yang disebut dengan periodontitis. Dimulai dari adanya poket, kerusakan jaringan hingga hilangnya tulang yang akhirnya berdampak pada gigi goyang dan bahkan tanggal/ lepas.

Mengenai gigi yang terasa ngilu atau sakit saat makan es krim, kemungkinan ada bagian gigi yang terbuka. Rasa sensitif dapat terpicu oleh rangsangan dingin (saat minum dingin, makan es krim). Adanya email gigi yang terkikis atau terabrasi sehingga ada bagian dentin yang terbuka inilah yang menyebabkan gigi terasa ngilu. Penyebab timbulnya ngilu atau sensitif adalah terbukanya saluran-saluran kecil pada dentin yang disebut sebagai tubuli dentin. Tubuli dentin yang terbuka kemudian terkena rangsang panas, dingin, asam, manis, akan menyebabkan terjadinya perubahan arah gerakan cairan dalam tubuli dentin yang diteruskan ke sensor saraf. Akibatnya timbul rasa ngilu atau gigi terasa sensitif. Bila Mas Rahman sering mengalami rasa sakit atau gigi sensitif hanya saat mengkonsumsi makanan/ minuman yang sangat dingin, ini merupakan kondisi yang wajar. Tapi bila gigi tersebut terasa sensitif terus menerus, dan ngilu berkelanjutan, ada baiknya mengecek kondisi gigi geligi ke dokter gigi. Kemungkinan ada bagian email atau dentin yang terbuka sehingga menyebabkan gigi tersebut terasa sensitif dan perlu penanganan khusus oleh dokter gigi.

Ada beberapa keadaan yang dapat menyebabkan gigi sensitif antara lain adalah kebiasaan menyikat gigi dengan cara yang salah sehingga gusi mengalami resesi (gusi terbuka) dan akar gigi mengalami abrasi/ terkikis. Selain itu keadaan lainnya adalah email gigi yang aus, gigi retak atau berlubang, kebersihan mulut yang buruk, penggunaan obat pemutih gigi/ bleaching dan sering mengkonsumsi makanan/minuman yang terlalu panas, terlalu dingin, atau asam dan manis yang berlebihan.
Yang sering terjadi adalah gigi sensitif oleh karena cara penyikatan gigi yang salah. Penyikatan gigi yang salah dapat mengakibatkan terjadinya resesi gusi. Gusi yang mengalami resesi menyebabkan akar gigi terbuka sehingga gigi menjadi sensitif terhadap panas dan dingin. Penyikatan gigi dengan tekanan yang berlebihan juga akan mengikis akar gigi sehingga bagian dentinnya akan terekspos dan menimbulkan rasa ngilu terutama saat makan/ minum dingin. Gigi yang retak atau berlubang dapat pula menjadi sensitif karena ada dentin yang terbuka. Bila ternyata ada gigi yang retak atau berlubang sebaiknya ditambal sehingga lubang tidak membesar dan menimbulkan rasa sakit yang lebih parah. Semoga jawaban saya dapat bermanfaat bagi Anda.

 Dok,tanpa sebab yg jelas tau2 graham dekat taring kiri kanan dua2nya pecah /sigar] persis ditengah hngg ke atas,semula tdk sakit hny tersa risih ktk makan. Bs kah grahamku diselamatkan ,dng dii”Slup” logam umpamany spy sisa makanan tdk masuk gigi?-Siswo Lukito-

Halo Mas Siswo, salam kenal..
Gigi di sebelah taring yang dimaksud Mas Siswo mungkin gigi premolar pertama, bukan gigi geraham. Bentuknya memang seperti gigi geraham tetapi ukurannya lebih kecil. Karena gigi tersebut pecah sebagian maka kemudian ditambal. Namun ternyata kemudian gigi pecah lagi. Kemungkinan gigi premolar Mas Siswo ini sudah rapuh atau kariesnya cukup besar, sehingga mudah pecah/ retak. Pada kondisi gigi yang sudah rapuh, dokter gigi akan melihat/ memeriksa terlebih dahulu sisa jaringan gigi yang ada. Bila masih memungkinkan untuk dirawat dan dibuatkan tambalan/ restorasi, maka gigi itu tidak akan dicabut, tentunya dengan persetujuan pasien. Namun apabila ternyata gigi tersebut sangat rapuh, tambalan akan sulit untuk bertahan dan restorasi sulit dibuat, maka solusinya adalah pencabutan, kemudian gigi akan diganti dengan gigi tiruan.

Dalam pertanyaan disebutkan sebelum diobati oleh dokter gigi, gigi tersebut gusinya bengkak dan menimbulkan rasa sakit. Alasan dokter gigi Anda memberikan obat antibiotik dan anti radang adalah untuk mengatasi kondisi pembengkakan di gusi, namun setelah bengkak hilang, sebaiknya Anda tetap harus kembali ke dokter gigi untuk perawatan selanjutnya.
Pada kondisi pembengkakan, biasanya dokter gigi tidak akan melakukan pencabutan gigi, karena dikhawatirkan infeksi akan menjalar lebih jauh ke jaringan sekitarnya.
Menurut saya, gigi tersebut jangan dibiarkan, apalagi Anda mengatakan sebelum mengkonsumsi obat, setiap kali gigi tersebut terkena makanan gigi terasa sakit dan berdampak pada tensi yang naik, jantung berdebar serta sulit tidur. Karena sekarang gigi tersebut sudah tidak terasa sakit dan sayang untuk dicabut, maka sebaiknya Anda kembali ke dokter gigi Anda untuk melakukan perawatan selanjutnya. Bila gigi tersebut didiamkan tanpa dirawat, suatu hari bisa terjadi pembengkakan dan rasa sakit kembali seperti sebelumnya, tentunya Anda tak ingin hal ini terjadi.

Jika kondisi gigi Anda masih memungkinkan untuk dirawat, Anda tidak perlu khawatir, gigi tersebut akan dirawat dan tidak dicabut. Anda sebaiknya juga menjelaskan kepada dokter gigi Anda, bahwa Anda ingin agar gigi Anda dipertahankan selama masih memungkinkan. Dokter gigi Anda akan memeriksa dan mempertimbangkan kembali apakah gigi tersebut bisa dirawat atau lebih baik dicabut. Jika tidak dicabut, gigi Anda dapat dirawat dan direstorasi sehingga makanan tidak akan masuk kembali. Beberapa alternatif restorasi seperti onlay, mahkota tiruan logam maupun porselen dapat dipertimbangkan untuk menggantikan bagian gigi yang hilang. Namun semuanya kembali lagi tergantung pada kondisi gigi Anda yang tersisa. Semoga jawaban saya dapat bermanfaat bagi Anda..

 Saya kan memakai behel / kawat gigi. apakah akan berpengaruh bila behel saya di lepas warna gigi saya jadi tidak sama ? apakah frekuensi sikat gigi orang yang memakai behel dan tidak itu sama atau yang memakai behel harus lebih sering menggosok gigi?? -Dewinta C Ambaruni-

Halo Mbak Dewinta, salam kenal..
Salah satu hal yang penting diperhatikan selama perawatan ortodonti adalah kebersihan mulut. Adanya kawat dan breket/ bracket yang ditempel di gigi Anda memang membuat makanan lebih mudah menempel dan agak sulit untuk dibersihkan dibandingkan pada gigi yang tidak memakai kawat gigi. Oleh karena itu pembersihan mulut dan gigi sangat penting, karena jika kebersihan mulut kurang diperhatikan, dikhawatirkan gigi akan bermasalah nantinya. Gigi dapat berlubang, gusi dapat mengalami gingivitis bahkan pembengkakan, dan warna gigipun dapat menjadi kuning. Tentunya hal- hal ini tidak diharapkan timbul selama atau setelah perawatan orto.

Biasanya dokter gigi akan menyarankan menggunakan sikat gigi khusus orto. Sikat gigi khusus orto banyak beredar di pasaran dengan berbagai bentuk. Ada yang seperti sikat gigi biasa dengan perbedaan tinggi bulu sikat pada permukaan yang mengenai gigi, ada yang memiliki bulu sangat halus dan kepala sikat berbentuk kecil, dan ada pula yang berbentuk seperti sikat botol ukuran kecil. Sikat- sikat ini telah didesain khusus untuk membantu membersihkan gigi pada pasien yang memakai kawat gigi, sehingga memudahkan pembersihan dari sisa- sisa makanan yang melekat. Sikat- sikat ini ditujukan untuk menjangkau permukaan gigi terutama pada bagian permukaan depan (tempat breket menempel), bagian di antara breket  dan bagian sela- sela gigi yang tertutup kawat gigi.

Bila Anda memilih tidak menggunakan sikat- sikat ini, menurut saya tidak masalah asalkan Anda dapat tetap membersihkan seluruh permukaan gigi Anda dengan maksimal. Artinya pembersihan yang Anda lakukan tetap dapat menjangkau seluruh permukaan gigi, breket, kawat, bagian antara breket dan sela- sela gigi yang tertutup kawat tersebut.
Frekuensi penyikatan disarankan lebih sering, mengingat dengan adanya kawat gigi seringkali makanan mudah menempel bila tidak dibersihkan. Tentunya bila gigi dan kawat gigi Anda kotor, banyak makanan yang terselip diantaranya, penampilanpun akan terganggu. Jika makanan menyelip, menempel, bahkan membusuk di sela- sela kawat gigi, akan dapat mencetuskan gingivitis, dan juga lama kelamaan bisa menimbulkan bau mulut apabila tidak dibersihkan. Efek jangka panjangnya adalah warna gigi dapat menjadi kuning sehingga tidak sama atau berbeda dengan warna gigi sebelumnya, gigi mudah berlubang, gusi dapat menjadi bengkak dll. Jadi inti sebenarnya adalah rajin dan rutin membersihkan gigi, breket dan kawat gigi Anda secara maksimal sehingga walaupun selama perawatan gigi tertutup breket dan kawat gigi, kebersihan dan kesehatan gigi Anda dapat tetap terjaga.. Semoga saran saya dapat bermanfaat bagi Anda..

 Dok, sekitar sebulan yang lalu gigi graham bawah saya di cabut karena impaksi. Kira2 3 hari yg lalu saya merasakan di daerah bekas pencabutan itu gusi saya bengkak dan ketika saya tekan keluar nanah dan berdarah. Apakah tindakan saya sudah benar? -Ari-

Halo Mas Ari, salam kenal…
Gigi geraham yang impaksi seringkali terpaksa dicabut karena beberapa pertimbangan. Gigi Anda yang impaksi sudah dicabut sebulan lalu namun ternyata 3 hari lalu terasa gusi membengkak dan sakit di daerah tersebut. Bisa jadi pembengkakan ini berasal dari daerah bekas pencabutan gigi yang disebut dengan soket. Biasanya soket gigi akan tertutup oleh jaringan gusi dan tulang normal selama kurang lebih 2 bulan setelah pencabutan gigi. Namun karena baru 1 bulan, kemungkinan soket gigi Anda belum menutup sempurna. Pada soket yang belum menutup ini, sangatlah penting untuk membersihkannya setiap kali Anda selesai makan, agar makanan tidak mudah menempel di dalamnya. Sisa- sisa makanan yang masuk dan tidak dibersihkan, lama kelamaan dapat mengalami pembusukan sehingga menyebabkan infeksi dan pembengkakan. Infeksi ini dapat menimbulkan keluarnya pus/ nanah dan rasa sakit di daerah tersebut, atau bahkan menjalar ke daerah sekitarnya. Soket yang belum tertutup secara sempurna juga rentan terhadap iritasi, misalnya iritasi karena makanan yang keras, kebiasaan membersihkan makanan dengan tusuk gigi atau benda tajam lainnya yang justru malah berdampak melukai gusi, dan juga iritasi akibat penyikatan gigi. Luka akibat iritasi ini dapat menyebabkan invasi kuman sehingga menimbulkan pembengkakan.

Saran saya sebaiknya Anda kembali memeriksakan gigi tersebut ke dokter gigi Anda. Anda memang sudah meminum obat antibiotik, obat pereda sakit, dan mengoleskan gel inflamasi, tetapi Anda mengatakan bengkaknya tidak hilang. Memang ada beberapa kondisi yang tidak dapat diatasi dengan hanya pemberian obat- obatan saja. Soket yang kotor dan mengeluarkan pus sebaiknya dibersihkan. Antibiotik yang diminum juga harus disesuaikan dengan kondisi infeksi, serta ada dosis dan aturan penggunaannya. Dalam hal ini, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi Anda. Dokter Anda akan memeriksa kembali dan memberikan obat yang sesuai. Semoga saran saya dapat membantu Anda…

 Mengapa mulut saya banyak sariawan? setiap sebulan sekali muncul sariawan sampai 10 buah di area mulut dan lidah. -Bellinda-

Halo Bellinda, salam kenal..
Mulut banyak sariawan dapat disebabkan beberapa hal. Penyebab lokal adalah tergigit saat makan, terbentur saat penyikatan gigi atau trauma akibat benturan benda keras lainnya, iritasi akibat gigi palsu lepasan yang kuran baik, iritasi karena gigi/ tambalan yang tajam dan infeksi pada rongga mulut. Sariawan dapat disebabkan oleh faktor sistemik, yaitu ketidakseimbangan hormonal, daya tahan tubuh yang kurang baik, adanya penyakit tertentu (HIV, AIDS), kebiasaan mengkonsumsi makanan pencetus sariawan (makanan pedas), adanya alergi, kurang asupan nutrisi yang cukup mengandung vitamin dan mineral, sayuran dan buah- buahan. Kekurangan vitamin dan mineral seperti Zinc dan Kalsium yang terjadi sejak kecil, memungkinkan sariawan akan sering muncul saat pasien dewasa. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk membiasakan makan makanan dengan menu seimbang sejak kecil. Selain penyebab- penyebab diatas, pencetus sariawan lainnya adalah faktor psikologis. Tingkat stress yang tinggi dapat memicu timbulnya sariawan. Biasanya saat stress melanda (menghadapi masalah berat, pekerjaan berat atau ujian/ tes), sariawan muncul mengganggu.

Ada jenis sariawan yang seringkali timbul dan jumlahnya banyak yang dikenal dengan nama SAR (Stomatitis Aftosa Rekuren). Penyebab SAR bukan karena satu faktor saja tetapi banyak faktor/ multifaktorial, yaitu : genetik, stress, trauma, hormonal, merokok, infeksi bakteri, penyakit sistemik, defisiensi nutrisi, obat- obatan, alergi karena pasta gigi/ obat kumur yang mengandung Sodium Lauryl Sulphate, alergi lipstik, alergi permen, gigi palsu dsb. SAR diawali dengan rasa terbakar pada mulut, kadang timbul gatal- gatal pada mulut, kemudian berkembang menjadi ulser. Lokasi ulser berpindah- pindah dan sering berulang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor stress mempunyai peranan terhadap terjadinya SAR. Terdapat hubungan antara stress psikologis dan turunnya kekebalan tubuh. Turunnya kekebalan tubuh berdampak pada perubahan patologis sel epitel rongga mulut, sehingga lebih peka terhadap rangsangan dan mudah terjadi ulser/ sariawan.

Sariawan dalam mulut dapat terjadi di lidah, gusi, mukosa mulut, langit- langit dan bahkan di bibir. Ukuran sariawan bervariasi, dari yang kecil hingga yang besar. Walaupun ukurannya kecil sekalipun, sariawan terasa sakit dan mengganggu. Semua sariawan terlihat bentuknya seperti sama, namun setelah diperiksa ternyata penyebab dan diagnosisnya bisa berbeda- beda. Pengobatannyapun bisa berbeda- beda. Pada sariawan yang berhubungan dengan stress, tentunya perawatan sebaiknya mencakup aspek psikologi. Untuk sariawan yang berhubungan dengan faktor lokal misalnya karena iritasi gigi tiruan/ tambalan/ gigi yang tajam, dapat diatasi dengan menghilangkan faktor penyebab.
Sariawan dapat sembuh sendiri dalam waktu 3- 5 hari, namun bila dirasa mengganggu dapat menggunakan obat kumur khusus sariawan (klorheksidin), obat kumur untuk mengurangi sakit (yang mengandung benzokain, lidokain), salep/ obat oles (seperti kenalog), dan obat- obatan kortikosteroid untuk membantu proses penyembuhan. Sariawan yang sering terjadi di tempat yang sama selama berminggu- minggu harus diwaspadai. Bukan tidak mungkin sariawan tersebut merupakan gejala kanker pada rongga mulut.

Bila jumlah sariawan cenderung banyak hingga sampai 10 buah dan selalu timbul setiap bulan, menurut saya sebaiknya melakukan pemeriksaan menyeluruh. Sebaiknya ditelusuri satu persatu faktor penyebab yang mungkin terjadi, apakah asupan nutrisi cukup, apakah ada faktor stress yang mengganggu, apakah ada penyakit tertentu, hormon yang tidak seimbang, ada alergi terhadap bahan tertentu, dsb. Untuk itu sebaiknya saya sarankan Anda juga berkonsultasi dengan dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa kondisi sariawan yang ada, dan akan memberikan solusi pengobatan serta pencegahan agar tidak timbul kembali. Semoga penjelasan saya dapat membantu Anda..

 Stiap aku mnyikat gigi selalu saja berdarah, ituw yg berdarah gusi atau gigi yah? Dan pnyebab’a apa? Solusi’a bagaimana? -Fitri-

Halo Mbak Fitri, salam kenal..
Adanya perdarahan yang terjadi selama menyikat gigi dapat diakibatkan karena kesalahan cara menyikat gigi, adanya polip pada pulpa maupun gusi, atau karena adanya gingivitis/ radang pada gusi. Kesalahan cara menggosok gigi, dengan tekanan yang besar dan sikat gigi yang berbulu kasar akan mengiritasi gusi sehingga mudah berdarah. Cara mengatasinya adalah dengan memperbaiki cara penyikatan gigi, menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan tekanan yang tidak berlebihan. Adanya polip pulpa ataupun polip gusi juga dapat menimbulkan perdarahan. Biasanya terjadi pada saat makan dan penyikatan gigi. Polip pulpa maupun polip gusi dapat timbul akibat adanya gigi berlubang yang tidak dirawat. Untuk mengatasinya dapat dilakukan pengangkatan polip, kemudian gigi yang berlubang dirawat dan direstorasi.

Perdarahan yang sering terjadi adalah akibat radang pada gusi yang disebut gingivitis. Gingivitis dapat terjadi pada semua usia yang awalnya ditandai dengan perubahan bentuk dan warna gusi, kemudian terjadi perdarahan. Lama kelamaan gingivitis akan berkembang menjadi periodontitis, artinya inflamasi menyebar ke jaringan penyangga gigi dan tulang yang lebih luas dan dalam. Kondisi gingivitis yang didiamkan, tidak hanya menyebabkan gusi mudah berdarah. Gigi makin lama bisa menjadi goyang dan akhirnya tanggal.
Penyebab gingivitis adalah faktor lokal dan faktor sistemik. Faktor lokal antara lain adalah penumpukan plak dan kalkulus akibat kebersihan gigi dan mulut yang buruk; trauma pada gigi dan gusi karena benturan atau kesalahan cara menyikat gigi; adanya impaksi makanan; karies; tambalan gigi yang kurang baik (mengemper/ berlebih) atau gigi tiruan lepasan atau cekat (crown, bridge/ jembatan) yang kurang baik pembuatannya. Faktor sistemik penyebab gingivitis antara lain adalah perubahan hormonal (misalnya pada ibu hamil); penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama (misalnya obat anti depresan dan beberapa obat jantung); perokok aktif; kurang gizi; AIDS; kanker; penyakit diabetes dll.
Umumnya gingivitis yang sering terjadi adalah karena faktor kebersihan mulut yang kurang baik. Penumpukan plak dan kalkulus akan mengiritasi gusi. Tambalan mengemper atau berlebih dapat menyebabkan retensi makanan yang menimbulkan gingivitis. Penggunaan gigi tiruan yang tidak terjaga kebersihannya atau yang kurang baik pembuatannya dapat pula menyebabkan peradangan gusi sehingga gusi mudah berdarah. Solusi untuk mengatasi gingivitis akibat faktor- faktor tadi adalah dengan menghilangkan faktor penyebabnya. Bila terjadi karena banyaknya plak dan kalkulus, dapat dilakukan skeling/ pembersihan karang gigi. Bila terdapat tambalan atau gigi tiruan yang kurang baik, maka disarankan untuk diperbaiki/ ditambal ulang.

Untuk mengatasi keadaan ini saya sarankan untuk memeriksakan diri ke dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa dan mencari penyebabnya. Pengobatan dan perawatan gusi yang mengalami perdarahan akan lebih mudah bila diketahui sumber penyebabnya, bisa jadi karena dari gigi, gusi ataupun keduanya. Yang perlu dilakukan adalah tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan penyikatan gigi yang rutin dan teratur. Kondisi gusi berdarah akan semakin parah apabila penyikatan/ pembersihan gigi dan mulut tidak dilakukan secara optimal. Semoga penjelasan saya dapat membantu Anda..

 Apa efek yang ditimbulkan jika saya mencabut gigi geraham atas yang tidak goyang? -Andi Asriana-

Halo Andi, salam kenal..
Saya ingin bertanya sebelumnya, apakah gigi geraham atas yang tidak goyang itu rusak, berlubang atau menimbulkan sakit? Gigi geraham yang mana yang akan dicabut? Apakah gigi geraham pertama, kedua atau gigi geraham bungsu? Sayang sekali dalam pertanyaan tidak disebutkan penyebab Anda ingin mencabut gigi geraham tersebut. Padahal seperti kita ketahui, gigi geraham berfungsi untuk mengunyah makanan. Bila gigi geraham dicabut, pola pengunyahan akan terganggu. Gigi geraham bungsu sekalipun, walaupun tumbuh terakhir dalam lengkung gigi, selama letaknya baik dalam susunan gigi dan berkontak dengan gigi antagonisnya, sebaiknya tidak dicabut. Bila gigi geraham berlubang, sebaiknya dilakukan perawatan. Namun bila kerusakan parah dan gigi tidak dapat dipertahankan barulah dipertimbangkan untuk pencabutan.

Berikut adalah pertimbangan pencabutan gigi : gigi rusak parah tidak bisa dipertahankan lagi, infeksi menjalar ke periapikal, bahkan ke jaringan tulang di bawahnya, gigi menyebabkan radang pada sinus yang berlangsung kronis, gigi sebagai sumber infeksi (pada infeksi ginjal, endokarditis), gigi tambahan (supernumerary teeth), gigi impaksi, gigi patah pada bagian akar atau terbelah gigi malposisi, sisa akar gigi, gigi goyang, dan pertimbangan ortodonti untuk memperbaiki susunan gigi geligi. Pencabutan gigi geraham yang tidak goyang sekalipun tidak akan menimbulkan efek yang membahayakan, asalkan kondisi umum pasien juga menunjang (pasien sehat tanpa kontra indikasi pencabutan). Berbagai kontra indikasi pencabutan yang sebaiknya dipertimbangkan sebelum pencabutan gigi : adanya infeksi akut, selulitis, pembengkakan gusi di sekitar gigi, adanya kanker atau tumor ganas, pasien paska radioterapi. Pada ibu hamil dan pasien yang menderita penyakit jantung, ginjal, diabetes mellitus yang tidak terkontrol, hipertensi berat, pasien dengan kelainan darah (trombositopenia, leukemia, hemofilia) dan pasien kelainan jiwa, juga patut dipertimbangkan saat akan dilakukan pencabutan gigi. Kondisi umum pasien harus diperhatikan karena dapat berpengaruh pada pencabutan gigi. Apabila kondisi umum pasien baik, tidak perlu khawatir dilakukan pencabutan gigi yang tidak goyang sekalipun. Semoga jawaban saya dapat bermanfaat bagi Anda..

 Dok, gigi saya di tambal tp malah gusinya bengkak dan bernanah.adakah obat yg bagus selain mencabut gigi yang bagus? -Tri-

Halo Mbak Tri, salam kenal..
Sebelumnya saya ingin bertanya, apakah gigi tersebut sudah ditambal permanen? Kapan terakhir gigi tersebut ditambal? Gigi yang sudah dilakukan penambalan kemudian menjadi bengkak dan gusinya bernanah, kemungkinan ada bagian tambalan yang bocor.Kebocoran tambalan bisa menyebabkan gigi terinfeksi kembali. Sebaiknya untuk kondisi seperti ini, perlu pengecekan di dokter gigi. Walaupun dokter sudah memberikan resep obat dan Anda sudah meminumnya, tetap diperlukan tindakan pembersihan dan penambalan ulang oleh dokter gigi. Hal lain yang mungkin terjadi selain kebocoran tambalan adalah kondisi kebersihan gigi sekitar gusi yang bengkak tersebut. Pada kondisi kebersihan mulut dan gigi yang buruk, gusi sangat rentan iritasi. Gusi dapat menjadi bengkak karena abses gusi akibat faktor lokal yaitu iritasi plak dan karang gigi yang menempel pada gigi. Namun bila setiap hari Anda rutin membersihkan gigi dengan cara penyikatan yang benar, kemungkinan penyebab lebih kepada tambalan yang ada pada gigi. Tambalan yang kurang baik karena mengemper atau terlalu menekan gusi juga dapat berakibat tidak baik. Tambalan yang mengemper akan memudahkan makanan menyelip dan menekan gusi sehingga gusi sakit. Sebaiknya memang dilakukan pemeriksaan kembali untuk mengetahui penyebab gusi bengkak tadi.

Mengenai obat yang bagus yang dimaksud untuk pengobatan gusi yang bengkak dan bernanah, biasanya dokter gigi akan meresepkan antibiotik. Jenis obat- obatan antibiotik dan dosis yang diberikan bervariasi tergantung kondisi lokal dan sistemik pasien. Dengan pemberian antibiotik, infeksi dapat diatasi, namun untuk menghilangkan faktor penyebab harus dilakukan tindakan pembersihan/ perawatan pada gigi tersebut. Anjuran saya sebaiknya Anda memeriksakan kembali kondisi gigi dan gusi Anda ke dokter gigi sebelum infeksi menyebar ke jaringan lainnya. Jangan sampai sakit pada gusi mengganggu aktivitas Anda.

 Dok, sy bermasalah sama rasa ngilu yang sampek sekarang belum ilang,pdhl saya sudah pakai pasta gigi yang memang khusus buat gigi ngilu, tapi tetap tidak mau hilang, saya merasa kalau gusi saya terkikis. apa yang bisa saya lakukan untuk menghilangkan rasa ngilu? -Ria Septiana-

Halo Mbak Ria, salam kenal…
Rasa ngilu pada gigi memang sangat mengganggu. Sudah mencoba pakai pasta gigi khusus gigi sensitif tetapi rasa ngilu tidak hilang juga..apa penyebabnya? Saya rasa disini penyebabnya berhubungan dengan cara penyikatan yang selama ini dilakukan. Penyikatan yang menggunakan tekanan besar justru akan membuat gigi ngilu. Mengapa? Karena tekanan penyikatan yang besar akan mengikis struktur email gigi sehingga dentin menjadi terbuka. Pada dentin terdapat perpanjangan ujung saraf gigi sehingga bila dentin terbuka menimbulkan rasa ngilu. Sikat gigi dengan bulu yang kasar dan cara penyikatan horisontal juga dapat membuat gigi mudah terkikis atau mengalami abrasi. Akibatnya gigi menjadi ngilu dan rasa ngilu ini tidak hilang walaupun sudah memakai pasta gigi khusus gigi sensitif.

Dalam pertanyaan disebutkan juga bahwa gusi sampai terkikis. Mungkin yang dimaksud adalah gusi mengalami resesi. Ini diakibatkan oleh cara penyikatan yang salah, menggunakan sikat gigi yang berbulu kasar atau sering menggunakan tusuk gigi sehingga ketinggian gusi berkurang dari keadaan normalnya. Bila gusi mengalami resesi, ada bagian dentin terutama di daerah leher gigi dan akar yang terbuka. Hal ini berdampak pada rasa ngilu. Untuk mengatasi rasa ngilu sebaiknya Anda memeriksakan gigi ke dokter gigi. Dokter gigi dapat mengaplikasi gel/ cairan Fluor untuk menghilangkan rasa ngilu. Bila gigi yang terkikis cukup banyak sehingga celahnya besar, dokter akan menambal gigi tersebut. Dengan penambalan dentin tidak terekspos lagi, sehingga rasa ngilu tidak dirasakan lagi.

 Bagaimana cara menghilangkan karak gigi n apakah berbahaya kalau membiarkan patahan gigi tidak di cabut? -Hermawan-

Halo Mas Hermawan, salam kenal..
Mungkin yang dimaksud Mas Hermawan dengan kerak gigi adalah karang gigi yang menempel di permukaan gigi geligi. Karang gigi atau kalkulus terbentuk dari endapan plak yang mengeras karena adanya endapan mineral cairan mulut (saliva). Karang gigi memang agak sukar dibersihkan. Dahulu banyak orang yang menggunakan cara tradisional untuk membersihkan karang gigi seperti biji asam Jawa yang dihaluskan ataupun menggunakan bahan abrasif seperti batu bata yang dihaluskan. Kadangkala ada yang membersihkan dengan cara mencongkel menggunakan benda- benda tajam, namun cara seperti ini tidak dianjurkan karena dapat melukai gusi atau bahkan mengikis lapisan gigi. Saya sarankan lebih baik membersihkan karang gigi dengan skeling di dokter gigi. Alat yang digunakan adalah skaler manual ataupun skaler ultrasonik yang telah disterilisasi sebelumnya. Dokter gigi akan menghilangkan karang pada gigi Anda tanpa merusak lapisan email gigi di bawahnya.
Mengenai patahan gigi, apakah yangbdimaksud adalah sisa gigi yang patah yang masih melekat di gusi/ tulang? Apakah ukurannya cukup besar dan permukaannya tajam? Bila ukuran patahan gigi cukup besar dan tajam, tentunya dapat menimbulkan iritasi pada mukosa mulut dan juga lidah. Patahan gigi yang besar dapat menjadi tempat akumulasi sisa- sisa makanan sehingga dapat menjadi tempat koloni bakteri. Anjuran saya bila bagian gigi yang patah tersebut cenderung kotor dan mengiritasi, sebaiknya dilakukan pencabutan saja.

 Gigi gerahan belakang saya patah melintang sesuai susunan gigi. Apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya? bisakah ditambal? -Priyo-

Halo Mas Priyo, salam kenal..
Gigi geraham yang patah melintang sesuai susunan gigi apakah maksudnya adalah terbelah dua? Gigi yang patah masih dapat dilakukan penambalan asalkan sisa gigi masih kuat dan masih memungkinkan. Kalau gigi terbelah dua hingga ke bagian akar, kemungkinan besar solusinya adalah dilakukan pencabutan. Perawatan yang dilakukan perlu mempertimbangkan sisa gigi yang masih melekat kokoh pada tulang.
Pada beberapa kasus gigi patah yang mengenai dasar mahkota yang masih bisa dilakukan perawatan, dapat dipertahankan dengan bedah endodontik hemiseksi untuk menghindari pencabutan. Bagian gigi patah yang tidak dapat dipertahankan akan dicabut, sedangkan bagian lainnya yang masih kokoh dilakukan perawatan saluran akar. Kemudian bagian yang masih kokoh tertanam pada tulang tersebut selanjutnya akan direstorasi. Namun untuk memastikannya, menurut saya perlu pemeriksaan terlebih dahulu di dokter gigi spesialis konservasi. Dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi yang patah dan menentukan perawatan yang terbaik. Dalam hal ini yang perlu dipertimbangkan adalah prognosis perawatan. Pada prognosis kasus yang buruk (kemungkinan kegagalan perawatan besar) sebaiknya dilakukan pencabutan gigi tersebut. Dikhawatirkan bila gigi tetap ditambal akan menimbulkan sakit di kemudian hari dan juga

 Gusi saya sering berdarah ketika gosok gigi,bahkan ketika diampun berdarah, meskpun sy sdh gosok gigi knp mulut sy msh braroma tdk sedap? -Nur Aini-

Gusi berdarah atau yang dikenal dengan gingivitis adalah peradangan/ inflamasi pada jaringan gingiva/ gusi. Gingivitis dapat terjadi pada semua umur. Awalnya ditandai dengan perubahan bentuk dan warna gusi, kemudian terjadi perdarahan. Bila dibiarkan, lama kelamaan gingivitis akan berkembang menjadi periodontitis, artinya inflamasi menyebar ke jaringan penyangga gigi dan tulang yang lebih luas dan dalam. Lama kelamaan gusi tidak hanya mudah berdarah, tetapi gigi bisa menjadi goyang dan akhirnya tanggal.

Gingivitis dapat disebabkan oleh faktor lokal dan faktor sistemik. Faktor lokal antara lain adalah penumpukan plak dan kalkulus akibat kebersihan gigi dan mulut yang buruk; trauma pada gigi dan gusi karena benturan atau kesalahan cara menyikat gigi; adanya impaksi makanan; karies; tambalan gigi yang kurang baik (mengemper/ berlebih) atau gigi tiruan lepasan atau cekat (crown, bridge/ jembatan) yang kurang baik pembuatannya.
Faktor sistemik penyebab gingivitis antara lain adalah perubahan hormonal (misalnya pada ibu hamil); penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama (misalnya obat anti depresan dan beberapa obat jantung); perokok aktif; kurang gizi; AIDS; kanker; penyakit diabetes dll. Adanya penyakit atau kondisi sistemik dapat menyebabkan turunnya daya tahan tubuh sehingga memperparah gingivitis.

Kebanyakan kasus gingivitis yang sering terjadi adalah karena faktor kurangnya kebersihan mulut. Penumpukan plak dan kalkulus akan mengiritasi gusi. Tambalan mengemper atau berlebih dapat menyebabkan retensi makanan yang menimbulkan gingivitis. Selain itu penggunaan gigi tiruan yang tidak terjaga kebersihannya atau yang kurang baik pembuatannya juga dapat menyebabkan peradangan gusi sehingga gusi mudah berdarah.
Biasanya pasien akan mengeluhkan pula bau mulutnya. Hal ini disebabkan adanya perdarahan dan kotoran (plak dan kalkulus) yang menempel pada gusi menjadi media yang baik untuk tempat berkembangnya bakteri dalam mulut pencetus bau mulut. Bau mulut akan terasa di bagian gusi yang mengalami peradangan. Kondisi radang dan bau mulut akan semakin parah apabila penyikatan gigi tidak dilakukan secara optimal.

Dalam pertanyaan disebutkan bahwa gingivitis sering terjadi ketika menggosok gigi, bahkan dapat berlangsung secara spontan (saat Anda sedang diampun berdarah). Anda juga merasakan adanya bau mulut yang menggangu. Bau mulut ini berhubungan dengan gingivitis yang terjadi. Sebaiknya saya sarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa kondisi gusi, mencari penyebabnya dan memberikan pengobatan serta perawatan gingivitis yang sesuai. Perawatan gingivitis akibat plak dan kalkulus adalah dengan pembersihan/ skeling dan kontrol berkala. Dokter gigi akan melakukan tindakan untuk menghilangkan faktor penyebab lokal yang berhubungan dengan kondisi gigi geligi Anda. Disamping itu, untuk mencegah gingivitis akibat faktor lokal adalah dengan selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut, memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran yang kaya serat, vitamin dan kontrol berkala ke dokter gigi. Bila ternyata gingivitis bukan disebabkan faktor lokal, maka sebaiknya juga dilakukan cek kesehatan untuk mengetahui penyebab lainnya yang mungkin berkaitan dengan faktor sistemik. Semoga penjelasan saya dapat membantu Anda..

 Saya memiliki gigi sensitif,setiap saya meminum yang dingin-dingin, gigi saya rasanya ngilu.Apa penyebab gigi sensitif ya Dok?? Thanks -Sawitri Genta Mardhika-

Halo Sawitri, salam kenal…..
Gigi terasa sensitif dapat disebabkan oleh adanya rangsangan dingin atau panas. Gigi dapat menjadi sensitif apabila ada lapisan email gigi yang terkikis atau terabrasi sehingga ada bagian dentin yang terbuka. Penyebab timbulnya ngilu atau sensitif yang dirasakan adalah terbukanya saluran-saluran kecil pada dentin yang disebut sebagai tubuli dentin. Tubuli dentin yang terbuka kemudian terkena rangsang panas, dingin, asam, manis, akan menyebabkan terjadinya perubahan arah gerakan cairan dalam tubuli dentin yang diteruskan ke sensor saraf. Akibatnya menimbulkan rasa ngilu atau gigi terasa sensitif. Bila Mbak Sawitri sering mengalami gigi sensitif hanya pada saat mengkonsumsi makanan/ minuman yang sangat dingin, itu masih merupakan kondisi yang wajar. Tapi bila gigi tersebut terasa sensitif terus menerus, ngilu berkelanjutan, ada baiknya Mbak Sawitri mengecek kondisi gigi geligi ke dokter gigi. Kemungkinan ada bagian email atau dentin yang terbuka sehingga menyebabkan gigi tersebut terasa sensitif dan perlu penanganan khusus oleh dokter gigi.

Ada beberapa keadaan yang dapat menyebabkan gigi sensitif antara lain adalah kebiasaan sikat gigi dengan cara yang salah sehingga gusi mengalami resesi (gusi terbuka) dan akar gigi mengalami abrasi/ terkikis, menipisnya lapisan email gigi, email gigi aus, gigi retak atau berlubang, kebersihan mulut yang buruk, penggunaan obat pemutih gigi/ bleaching dan sering mengkonsumsi makanan/minuman yang terlalu panas, terlalu dingin, atau asam dan manis yang berlebihan.

Yang sering terjadi adalah gigi sensitif oleh karena cara penyikatan gigi yang salah. Penyikatan gigi yang salah dapat mengakibatkan terjadinya resesi gusi. Gusi yang mengalami resesi menyebabkan akar gigi terbuka sehingga gigi menjadi sensitif terhadap panas dan dingin. Penyikatan gigi dengan tekanan yang berlebihan justru akan merusak/ mengikis akar gigi. Lapisan email gigi akan terkikis sehingga bagian dentinnya akan terekspos dan menimbulkan rasa ngilu terutama saat makan/ minum panas atau dingin. Pada beberapa pasien, email gigi mengalami aus karena kebiasaan bruxism atau menggemertakkan/ mengerot/ menggerus gigi saat tidur. Email yang aus menyebabkan dentin terbuka sehingga gigi sensitif. Gigi yang retak atau berlubang dapat pula menjadi sensitif karena ada dentin yang terbuka. Tentunya bila sudah terjadi lubang, sebaiknya segera dirawat agar rasa sensitif tidak berkelanjutan. Gigi dapat pula menjadi sensitif apabila kondisi kebersihan mulut buruk dengan banyak penumpukan plak dan karang gigi yang mengiritasi gusi. Selain itu bahan pemutih gigi juga dapat menimbulkan rasa sensitif pada gigi.

 Keadaan apa yang menyebabkan gigi sensitif? -Reski Nur Fikriyyah-

Halo Reski, salam kenal..
Keadaan yang dapat menyebabkan gigi sensitif yang sering terjadi antara lain : hilangnya/ menipisnya lapisan email gigi, resesi gusi, akar gigi yang terkikis/ abrasi, email gigi yang aus, gigi yang retak atau berlubang, kondisi kebersihan mulut yang buruk, penggunaan obat pemutih gigi/ bleaching dan kebiasaan konsumsi makanan/minuman asam dan manis yang berlebihan. Gigi sensitif disebabkan oleh adanya email yang terbuka sehingga ada bagian dentin gigi yang terekspos. Penyebab utamanya adalah terbukanya saluran-saluran kecil pada dentin yang disebut sebagai tubuli dentin. Tubuli dentin yang terbuka dan terkena rangsang (panas, dingin, asam, manis) akan menimbulkan rasa ngilu. Rasa ngilu dikarenakan terjadinya perubahan arah pergerakan cairan pada tubuli dentin yang diteruskan langsung ke sensor saraf gigi kita.

Faktor kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu faktor penyebab gigi terasa ngilu.
Pada kondisi gigi dan mulut yang kotor, banyak terdapat sisa-sisa makanan yg terakumulasi menjadi plak dan kalkulus, akibatnya terjadi iritasi gusi dan gigi dapat menjadi ngilu. Akumulasi sisa- sisa makanan yang terutama mengandung sukrosa, difermentasi oleh bakteri di mulut dan enzim saliva akan menghasilkan asam. Asam menyebabkan proses demineralisasi email, yang lama-lama menyebabkan demineralisasi dentin gigi. Ketika mengenai lapisan dentin, gigi akan terasa ngilu. Gigi yang berlubang atau gigi dengan pembentukan struktur yang kurang sempurna/ hypoplasia email dapat pula menjadi sensitif karena ada bagian dentin yang terbuka. Penggunaan bahan pemutih gigi dan konsumsi makanan asam dan manis yang berlebihan juga dapat mencetuskan gigi sensitif.

Pada gusi yang resesi, akar gigi menjadi terbuka, akibatnya gigi menjadi sensitif terhadap rangsang panas dan dingin. Akar gigi yang terkikis/ abrasi dapat disebabkan oleh cara penyikatan gigi yang salah dengan tekanan berlebihan atau menggunakan sikat gigi dengan bulu yang kasar. Akibat tekanan penyikatan berlebihan dan cara penyikatan yang salah adalah email gigi akan terkikis, bagian dentinnya akan terekspos sehingga menimbulkan rasa ngilu. Email yang terkikis/ aus dapat disebabkan oleh kebiasaan bruxism atau menggemertakkan/ mengerot gigi.

 Saya mengalami resesi gusi hampir disemua gigi, atas anjuran drg semuanya ditambal, tp tambalannya sering lepas terutama bag gigi atas, bagaimana cara menyikat gigi untuk kasus sy yg benar or alternatif lain untuk pengobatan resesi gusi sy? -Sarah-

Halo Sarah.. Salam kenal..
Resesi gusi adalah kondisi tepi gusi yang turun atau berkurang ketinggiannya ke arah akar gigi sehingga mengakibatkan akar gigi terbuka/ terekspos. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa ngilu, dan sensitif terhadap panas, dingin, manis, bahkan bila terkena udara sekalipun. Selain itu, dari segi estetika juga kurang baik terutama bila mengenai gigi geligi anterior/ depan.

Resesi gusi dapat diakibatkan oleh cara penyikatan yang salah, penggunaan sikat gigi dengan bulu sikat yang kasar, posisi gigi berjejal atau posisi gigi yang kurang baik, serta adanya peradangan pada jaringan periodontal akibat faktor kebersihan mulut yang kurang baik.

Dalam pertanyaan dikatakan bahwa hampir seluruh gigi mengalami resesi gusi dan atas anjuran dokter dilakukan penambalan namun tambalannya sering lepas. Bisa jadi yang Anda alami bukan hanya resesi gusi tetapi juga abrasi gigi geligi karena sudah terjadi celah pada gigi yang akhirnya butuh penambalan. Menurut saya kemungkinan besar hal ini berkaitan dengan cara penyikatan yang Anda lakukan. Untuk penyikatan gigi yang sudah terlanjur resesi gusi dan abrasi, sebaiknya dihindari tehnik penyikatan arah horisontal karena akan memperparah resesi dan akan membuat tambalan pada leher gigi mudah lepas. Gerakan penyikatan dapat naik turun pada daerah gigi depan atas dan bawah, dan gerakan memutar pada bagian gigi samping kanan dan kiri. Posisi kepala sikat dimiringkan 45 derajat di daerah perbatasan antara gigi dan gusi. Usahakan pada gigi atas menggerakkan sikat ke arah bawah dengan gerakan yang lembut dan begitu pula sebaliknya pada gigi bawah. Pada gigi depan juga dapat dilakukan gerakan memutar perlahan. Disarankan agar tekanan penyikatan jangan berlebihan dan agar memilih/ menggunakan sikat gigi dengan bulu yang halus/ lembut yang saat ini banyak beredar di pasaran.

Untuk alternatif perawatan resesi gusi selain penambalan, dapat dilakukan aplikasi obat desensitisasi untuk mengatasi rasa ngilu yang ditimbulkan, atau alternatif lain adalah tindakan bedah cangkok gusi. Untuk cangkok gusi, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis Periodonti mengenai kondisi gigi Anda. Semoga jawaban saya dapat membantu Anda. Have a nice day..

 Hallo Dok, mau tanya untuk mengatasi gigi turun dari tulang bagamana? -Tri-

Halo Tri.. salam kenal..
Gigi turun dari tulang dikenal dengan istilah ekstrude atau “modot”, yaitu kondisi gigi yang terlihat lebih tinggi dari garis oklusi atau dari kondisi yang seharusnya.
Kondisi ini dapat disebabkan beberapa faktor antara lain :
- adanya penyakit periodontal sehingga terjadi kerusakan pada jaringan tulang penyangga dan jaringan periodontal sekitarnya
- adanya gigi antagonis yang hilang karena dicabut sehingga gigi turun mencari kontak
- adanya tambalan/ restorasi atau gigi tiruan pada gigi antagonis yang kurang ketinggiannya sehingga gigi mencari kontak dan lama kelamaan turun dari tulang.

Untuk mengatasinya kita perlu mengetahui terlebih dahulu faktor penyebabnya. Bila gigi tersebut memiliki gigi antagonis yang sudah dicabut, sebaiknya gigi antagonis dibuatkan gigi tiruan yang dapat mencegah gigi turun lebih jauh. Bila gigi turun karena adanya penyakit periodontal lanjut yang menyebabkan kerusakan tulang dan jaringan penyangga gigi, sebaiknya dilakukan perawatan periodontal. Kerusakan tulang dan jaringan penyangga yang dibiarkan lama kelamaan dapat mengakibatkan gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal/ lepas. Bila ternyata ada gigi tiruan atau tambalan yang kurang baik karena kurang ketinggiannya, sebaiknya dilakukan perbaikan gigi tiruan atau tambalan tersebut. Namun, semua kondisi ini bersifat mencegah gigi turun lebih lanjut.
Sedangkan untuk mengatasi gigi yang sudah terlanjur turun dari tulang, tergantung kepada tingkat keparahannya/ seberapa jauh gigi sudah ekstrude. Untuk gigi yang ekstrude ringan dengan kondisi tulang serta jaringan penyangga sekitarnya baik, dapat dilakukan koreksi dengan pemasangan alat ortodonti/ kawat gigi untuk mengembalikan gigi ke posisi seharusnya. Namun untuk gigi yang terlanjur turun/ ekstrud parah apalagi disertai kegoyangan, kemungkinan keberhasilan perawatannya rendah, sehingga ada kalanya gigi dipertimbangkan untuk dicabut dan dibuatkan gigi tiruan.

 Halo Dok, Gigi saya terkadang terasa ngilu secara tiba-tiba dan saat saya tidak sedang mengkonsumsi apapun.Boleh tahu kira-kira penyebabnya dan cara mengatasinya? Terima kasih :) -Sherly-

Halo Sherly, salam kenal…
Gigi yang terasa ngilu seringkali menjadi keluhan pasien dalam praktek kedokteran gigi. Walaupun pasien tidak sedang mengkonsumsi apapun, gigi dapat terasa ngilu secara tiba-tiba.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gigi ngilu :
- kebersihan mulut yang kurang baik
- adanya lubang pada gigi sehingga dentin terbuka
- pembentukan struktur gigi yang tidak sempurna (hypoplasia email)
- terkikisnya email/ abrasi email
- resesi gusi
- cara penyikatan yang salah dan terlalu kuat
- kebiasaan bruxism/ grinding gigi sehingga permukaan gigi aus
- penggunaan obat pemutih gigi
- konsumsi makanan/minuman manis dan asam berlebihan
- pasien yang mengalami xerostomia (mulut kering akibat berkurangnya jumlah saliva dalam mulut) dan pada pasien lansia.

Faktor kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu faktor penyebab gigi terasa ngilu.
Bila kondisi gigi dan mulut kotor, seringkali banyak terdapat sisa-sisa makanan yg terakumulasi menjadi plak dan kalkulus, akibatnya gigi dapat menjadi ngilu. Hal ini dikarenakan sisa makanan yang terutama mengandung sukrosa, bila bertemu dg bakteri di mulut dan enzim saliva akan menyebabkan proses fermentasi yang hasil akhirnya adalah asam. Asam akan menyebabkan demineralisasi email, yang lama-lama juga menyebabkan demineralisasi dentin gigi. Ketika mengenai lapisan dentin, gigi akan terasa ngilu. Demikian pula bila terdapat lubang pada gigi yang sudah mengenai lapisan dentin atau pada kondisi gigi dengan pembentukan struktur yang kurang sempurna/ hypoplasia email sehingga dentin terekspos.

Gigi dapat menjadi ngilu karena rangsangan diteruskan oleh perpanjangan ujung-ujung saraf gigi yang terdapat pada dentin menuju pulpa. Untuk menghindari terjadinya lubang pada gigi, usahakan selalu membersihkan gigi dengan teratur dan tidak lupa membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi. Bila sudah terjadi lubang, sebaiknya segera ditambal agar tidak menjadi semakin parah.
Namun ada kalanya kita sudah membersihkan gigi secara teratur, gigi masih juga terasa ngilu. Kemungkinannya adalah cara penyikatan yang salah, tekanan penyikatan yang berlebihan atau mungkin menggunakan sikat dengan bulu kasar. Cara penyikatan yang salah dapat menyebabkan resesi gusi yaitu kondisi berkurangnya ketinggian gusi sehingga dentin akar terekspos. Pada kondisi ini, gigi dapat terasa ngilu secara tiba-tiba walaupun gigi tidak berlubang. Cara penyikatan yang salah dan tekanan yang berlebihan akan mengikis lapisan gigi terutama bagian leher gigi sehingga dentin juga terbuka dan dapat terjadi rasa ngilu. Pada kondisi ini biasanya lama-kelamaan akan terbentuk kavitas/ lubang yang berbentuk cekungan pada permukaan leher gigi.

Kebiasaan bruxism/ grinding gigi juga dapat menyebabkan rasa ngilu bila permukaan gigi geligi aus sehingga lapisan dentin terekspos. Menggunakan obat pemutih gigi seringkali juga dapat memberikan efek rasa ngilu setelah pemakaian jangka waktu tertentu. Pada pasien lansia gigi dapat terasa ngilu akibat penurunan gusi karena faktor fisiologis. Sedangkan pada pasien dengan xerostomia, jumlah saliva berkurang sehingga efek self cleansing dari saliva juga menurun, sehingga penumpukan plak akan semakin mudah dan gigi cenderung mudah berlubang. Kondisi yang telah disebutkan di atas dapat menyebabkan timbulnya rasa ngilu sewaktu-waktu walaupun tidak sedang mengkonsumsi apapun.

Saran saya adalah usahakan agar selalu membersihkan gigi secara teratur dengan cara penyikatan yang benar, tidak menggunakan sikat dengan bulu yang kasar, banyak konsumsi buah dan sayuran, banyak minum air putih serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis atau asam. Untuk mengurangi rasa ngilu, Anda dapat menggunakan pasta gigi untuk gigi sensitif yang banyak terdapat di pasaran. Bahan yang terkandung dalam pasta gigi khusus gigi sensitif dapat mengurangi rasa ngilu. Namun bila rasa ngilu tetap mengganggu, Anda dapat berkonsultasi dan memeriksakan gigi Anda ke dokter gigi.

 Dok, gusi saya selalu berdarah..tidak hanya saat menggosok gigi,saat makan atau dalam keadaan diam pun tiba2 berdarah..dan di bagian tambalan gigi juga sering berdarah. itu kenapa yaa dok??bagaimana cara mengatasinya?? -Muftia Fajarani-

Halo Muftia, salam kenal.. Mengenai gusi yang mudah berdarah, beberapa faktor penyebabnya antara lain adalah adanya plak dan kalkulus/ karang gigi, infeksi gigi, infeksi gusi, adanya polip pada gusi, trauma mekanis akibat penyikatan berlebihan, adanya tambalan atau gigi tiruan yang kurang baik, kondisi kekurangan vitamin C, atau kelainan darah (trombositopenia, leukemia), perubahan hormonal selama kehamilan, dan penggunaan obat-obatan pengencer darah.

Untuk mengatasi gusi berdarah ini, sebaiknya kita mengetahui terlebih dulu faktor penyebabnya. Pada kondisi gusi berdarah secara spontan yang diakibatkan oleh plak dan kalkulus, perlu dilakukan pembersihan dengan penyikatan gigi dan juga sebaiknya dilakukan pembersihan karang gigi di dokter gigi. Koloni bakteri pada plak dan karang gigi inilah yang nantinya berpotensi  merusak jaringan penyangga gusi. Adanya infeksi gigi atau gusi juga dapat mencetuskan perdarahan gusi. Infeksi akan meningkatkan permeabilitas pembuluh darah sehingga gusi akan mudah berdarah. Selain infeksi gusi dan gusi, tambalan dan  gigi tiruan yang kurang baik pembuatannya dapat menyebabkan gusi mudah berdarah. Gigi tiruan yang terlalu menekan gusi akan menimbulkan iritasi gusi dan rasa sakit. Kondisi defisiensi vitamin C, pemakaian obat pengencer darah dan penyakit kelainan darah juga dapat mengakibatkan perdarahan gusi secara spontan.

Dalam pertanyaan disebutkan bahwa di bagian tambalan gigi juga sering berdarah. Kemungkinan ada bagian tambalan gigi yang masuk ke gusi atau mengemper sehingga menyebabkan retensi sisa makanan. Retensi makanan akan menyebabkan peradangan gusi dan gusi akan mudah berdarah. Solusinya adalah dengan memperbaiki tambalan tersebut bila memang kondisinya kurang baik. Ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter gigi agar segera dilakukan pemeriksaan dan perawatan yang tepat.

 Dok saya mau naya nich. Gusi saya sering sekali bengkak sampai kadang berminggu2, gmna cara mengatasinya ya dok?? -Yuni-

Gusi bengkak dapat disebabkan oleh faktor lokal dan faktor sistemik. Faktor lokal antara lain adalah infeksi gusi; infeksi gigi; kebersihan gigi dan mulut yang buruk; trauma pada gigi dan gusi karena benturan; gusi terkena duri; ada makanan yang menyelip dan membusuk di gusi antara sela-sela gigi; atau bahkan sering membersihkan gigi dengan cara menusuk- nusuk gusi/ gigi dengan tusuk gigi, lidi, peniti atau benda lainnya. Infeksi gigi yang dibiarkan lama kelamaan dapat menyebabkan gusi menjadi bengkak. Demikian juga dengan kebersihan mulut yang kurang baik. Akumulasi plak dan karang gigi merupakan faktor pencetus gusi berdarah dan juga pembengkakan gusi.

Faktor sistemik penyebab gusi bengkak antara lain adalah kondisi hormonal misalnya : pada ibu hamil; penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama misalnya: obat anti hipertensi, obat epilepsi; kelainan genetik; perokok aktif; penurunan daya tahan tubuh; penyakit sistemik misalnya pada pasien diabetes.

Kebanyakan pasien yang datang dengan keluhan gusi bengkak disebabkan oleh infeksi gigi atau gusi. Bila gusi bengkak yang disebabkan oleh infeksi ini dibiarkan, lama kelamaan akan menjadi infeksi kronis. Penjalaran infeksi dapat berlanjut ke jaringan sekitarnya meliputi tulang rahang dan otot wajah. Infeksipun dapat menyebar melalui pembuluh darah menuju jantung dan paru-paru. Cara mencegah gusi bengkak akibat faktor lokal adalah dengan selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut, perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran yang kaya serat dan vitamin dan kontrol ke dokter gigi.

Jika gusi bengkak sampai berminggu-minggu sebaiknya saya sarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa kondisi gusi, mencari penyebabnya dan memberikan pengobatan serta perawatan gusi yang sesuai. Pengobatan untuk gusi yang bengkak dapat berupa pemberian antibiotik dan juga dokter gigi akan melakukan tindakan untuk menghilangkan faktor penyebab lokal. Bila ternyata gusi bengkak bukan disebabkan faktor lokal, maka sebaiknya juga dilakukan cek kesehatan untuk mengetahui penyebab lainnya yang mungkin berkaitan dengan faktor sistemik. Semoga penjelasan saya dapat membantu Anda.

 Saya perokok aktif, apakah formula oral care ini pas untuk saya? -Juzi-

Bila Anda perokok aktif, untuk menjaga kesehatan dan kebersihan mulut setiap harinya dianjurkan untuk melakukan penyikatan gigi secara teratur minimal 2x sehari. Anda dapat menggunakan berbagai pasta gigi, benang gigi, pembersih lidah dan obat kumur yang terdapat di pasaran (salah satunya dari Formula oral care) untuk membantu membersihkan gigi dan menyegarkan nafas Anda.
Dampak merokok pada gigi dan mulut adalah dapat menimbulkan penyakit gusi, meningkatkan resiko terjadinya karies gigi, menyebabkan perubahan warna gigi, bau mulut dan kanker mulut. Para perokok aktif memiliki kemungkinan lebih besar terkena penyakit periodontal yang dapat mengakibatkan tanggalnya gigi. Penelitian menunjukkan bahwa sistem pertahanan dan kekebalan tubuh pada perokok aktif menjadi lebih lemah.
Untuk mengurangi timbulnya masalah kesehatan gigi dan mulut pada perokok aktif selain dengan membersihkan gigi dan mulut secara rutin, adalah dengan kontrol berkala ke dokter gigi. Dokter gigi akan membantu membersihkan kerak yang timbul pada gigi akibat merokok dan dapat pula dilakukan pembersihan noda pada gigi yang berubah warnanya karena stain dari nikotin.

 Keadaan apa sajakah yang dapat menyebabkan gigi sensitif? mhon d jwb. trimsksh. -Abdul Gofur-

Pada umumnya gigi yang sensitif disebabkan oleh  email yang terbuka sehingga bagian dentin terekspos.  Penyebab gigi sensitif bermacam-macam, namun penyebab utamanya adalah terbukanya saluran-saluran kecil pada dentin yang disebut sebagai tubuli dentin. Tubuli dentin yang terbuka dan terkena rangsang (panas, dingin, asam, manis) inilah yang akan mencetuskan rasa ngilu. Rasa ngilu diakibatkan karena adanya perubahan arah pergerakan cairan dalam tubuli dentin yang diteruskan ke sensor saraf.

Berbagai keadaan yang dapat menyebabkan gigi sensitif yang sering terjadi adalah adanya gusi yang terbuka (resesi gusi), akar gigi yang terkikis/ abrasi, menipisnya lapisan email pada gigi, email gigi yang aus, gigi yang retak atau berlubang, kebersihan mulut yang buruk, penggunaan obat pemutih gigi/ bleaching dan kebiasaan konsumsi makanan/minuman asam dan manis yang berlebihan.

Gusi yang resesi akan menyebabkan akar gigi terbuka, akibatnya gigi menjadi sensitif terhadap panas dan dingin. Akar gigi yang terkikis/abrasi dapat disebabkan oleh cara penyikatan gigi yang salah. Bila kita sering menyikat gigi dengan tekanan keras/ berlebihan, dengan harapan akan membersihkan gigi secara maksimal, justru yang terjadi adalah sebaliknya. Struktur email gigi akan terkikis sehingga bagian dentinnya akan terekspos. Hal ini akan menimbulkan rasa ngilu terutama saat makan/minum panas atau dingin. Pada beberapa pasien, email yang aus disebabkan oleh kebiasaan bruxism atau menggemertakkan/ mengerot/ menggerus gigi saat pasien tidur. Gigi yang retak atau berlubang dapat pula menjadi sensitif karena ada dentin yang terbuka. Selain itu gigi sensitif juga dapat terjadi apabila kondisi kebersihan mulut buruk dengan banyaknya penumpukan plak serta karang gigi yang lambat laun mengiritasi gusi. Lama kelamaan kondisi ini akan menyebabkan penurunan gusi sehingga bagian akar gigi terbuka. Penggunaan bahan pemutih gigi juga dapat mencetuskan gigi sensitif. Konsumsi makanan asam dan manis yang berlebihan juga dapat mencetuskan gigi sensitif.

Bila Anda memiliki gigi yang sensitif, Anda dapat menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif untuk mengurangi rasa sensitif tersebut, namun bila gigi Anda sensitif karena ada yang retak, rusak, aus atau gusi turun maka sebaiknya Anda memeriksakan gigi Anda ke dokter gigi. Dokter gigi akan membantu Anda mengatasi masalah gigi sensitif Anda.

 Saya sudah berusia 40th tetapi kenapa masih tumbuh gigi geraham belakang saya? Mengapa gigi yang berlubang dan sudah ditambal masih suka ngilu kalau makan makanan manis seperti coklat,atau makanan asem? -Dian Marlini S-

Halo Ibu Dian, apakah gigi geraham belakang yang tumbuh tersebut adalah gigi geraham bungsu? Biasanya gigi geraham bungsu erupsi/muncul ke permukaan di usia 17-30th, namun dapat pula terjadi di usia lebih dari itu. Ada yang erupsinya cepat, ada juga yang baru erupsi pada usia 40 tahun. Usia erupsi gigi geraham bungsu sangat bervariasi, berbeda-beda antar individu. Namun dapat pula terjadi gigi geraham bungsu Ibu sekarang baru erupsi di usia 40 tahun karena baru tersedianya ruangan untuk gigi tersebut muncul. Sebelumnya apakah di depan gigi tersebut ada gigi yang dicabut atau bergeser? Salah satu penyebab gigi geraham bungsu tidak muncul ke permukaan adalah karena tidak tersedianya ruangan yang cukup untuk gigi tersebut erupsi, ini yang disebut dengan impaksi gigi. Bila di depan gigi geraham bungsu yang tumbuh itu terdapat ruangan yang cukup, maka gigi kemungkinan dapat erupsi/muncul ke permukaan.

Untuk pertanyaan Ibu mengenai gigi yang berlubang dan sudah ditambal namun masih terasa ngilu bila makan makanan manis atau asam, ada baiknya Ibu mengecek kondisi gigi tersebut ke dokter gigi untuk mengetahui apakah ada kebocoran tambalan atau apakah ada karies di bagian gigi yang lain. Penyikatan gigi secara teratur 2 x sehari pagi dan malam sangatlah penting dilakukan, namun yang juga harus diperhatikan adalah kualitas penyikatan/ pembersihan itu sendiri. Penyikatan dengan tekanan yang terlalu keras dan arah penyikatan yang salah dapat menyebabkan abrasi email gigi terutama di bagian akar gigi yang dapat berdampak timbulnya rasa ngilu pada gigi. Selain penyikatan, untuk bagian sela-sela gigi yang kadang sulit dibersihkan, dapat dibersihkan dengan menggunakan dental floss/benang gigi dan penggunaan obat kumur. Semoga saran saya dapat membantu Ibu.

Apakah pencabutan gigi atas bisa mempengaruhi syaraf mata kita?

Jawab:

Syaraf yang mempersyarafi mata berbeda dengan syaraf gigi-geligi di rahang atas, sehingga bila dilakukan pencabutan gigi di rahang atas tidak akan berpengaruh pada syaraf mata. Namun bila gigi di rahang atas mengalami infeksi yang menjalar sehingga terjadi pembengkakan, terkadang pipi bagian atas dan mata ikut membengkak sehingga pengelihatan ikut terganggu pula.

Apakah pemasangan implan gigi cukup aman?

Jawab :

Implan gigi cukup aman apabila kondisi umum pasien sehat, tidak ada kontra indikasi anestesi lokal, kondisi tulang rahang cukup tebal, dan kebersihan mulut baik. Tingkat keberhasilan pemasangan implan akan berkurang pada penderita kencing manis, osteoporosis, pasien dengan bruxism, perokok berat dan peminum. Pemasangan implan disarankan pada usia dewasa stlh pertumbuhan tulang rahang sudah berhenti.

Gigi saya paling ujung bawah belakang baru tumbuh dan miring. Apakah harus dioperasi?

Jawab :

Gigi geraham bungsu atau wisdom teeth memang seringkali tumbuh miring, tidak semua mahkotanya terlihat dan kadang tidak bisa erupsi sempurna karena kekurangan tempat. Untuk mengetahui posisi gigi bungsu ini dpt dilakukan dengan rontgen panoramik. Dari hasil foto panoramik, dokter gigi akan menyarankan tindakan yang sebaiknya dilakukan. Bila posisi gigi geraham bungsu tersebut sulit untuk dilakukan pencabutan biasa, maka dokter gigi akan melakukan suatu prosedur operasi kecil yang dapat dilakukan dengan bius lokal.

Berapa sering sikat gigi harus diganti?

Jawab:

Sikat gigi sebaiknya diganti per 3 bulan. Bila bulu-bulu sikat gigi sudah mulai rusak dan terus menerus dipakai, maka cenderung akan melukai gusi dan pembersihan pun kurang optimal.

Gigi saya sering ngilu kalau minum es terutama di bagian dekat gusi. Bagaimana cara mengatasinya?

Jawab:

Kemungkinan gigi Anda mengalami abrasi cervical atau abrasi di daerah leher gigi. Abrasi berarti terkikisnya email atau bisa juga dentin pada gigi. Hal ini dpt disebabkan oleh cara sikat gigi Anda yang (mungkin) salah yaitu penyikatan gigi dengan arah horisontal yang dilakukan dengan penekanan berlebihan ataupun karena bulu sikat gigi yang kasar. Cara mengatasinya bisa dengan aplikasi gel fluor ke bagian gigi yang abrasi tersebut atau bila sudah terbentuk lubang maka dpt dilakukan penambalan dengan tambalan yang mengandung fluor. Cara penyikatan gigi juga sebaiknya tidak menggunakan kekuatan yang berlebihan dan aplikasi gerakan penyikatan yang sesuai. Untuk gigi depan bgn luar gerakan naik turun, sedangkan untuk gigi belakang gerakan memutar dengan tekanan ringan.

Saya saat ini sedang hamil 20 minggu, gusi saya sering sekali berdarah. Bagaimana cara mengatasinya?

Jawab :

Gusi berdarah seringkali terjadi pada saat hamil. Hal ini berkaitan dengan peningkatan kadar hormon progesteron pada ibu hamil yang mengakibatkan gusi bereaksi lebih thd bakteri pada plak gigi. Selain itu selama kehamilan sensitivitas gusi meningkat seiring dengan meningkatnya suplai perdarahan ke rongga mulut. Hal ini merupakan hal yang wajar saat hamil, namun Ibu bisa melakukan beberapa cara untuk mencegah gusi berdarah lebih lanjut dengan beberapa cara yaitu:

  • - Menjaga kebersihan gigi dan mulut
  • - Penyikatan gigi rutin 2x sehari secara perlahan
  • - Menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang halus/ lembut
  • - Konsumsi makanan yang bergizi
  • - Banyak minum air putih
  • - Kontrol gigi Anda ke dokter gigi

Saya lihat sekarang ini sangat banyak produk dan merek sikat gigi dari hrg yang murah sampai mahal. Apakah ada saran khusus untuk pemilihan sikat gigi yang baik?

Jawab :

Pemilihan sikat gigi sebaiknya mempertimbangkan :
1.Ukuran. Sesuaikan ukuran sikat dengan ukuran rongga mulut.
2.Bulu sikat. Bulu sikat yang kasar lbh mudah mengikis email gigi akibatnya gigi akan mudah ngilu. Sekarang banyak beredar di pasaran sikat gigi dengan bulu halus dan lembut. Namun bulu yang tll halus menyababkan pembersihan yang kurang optimal.
3.Helm/ penutup kepala sikat memiliki ventilasi udara.
4.Kepala sikat tidak terlalu besar dan tidak tll lebar sehingga dpt mencapai bagian dalam gigi geligi.
5.Pemakaian sikat kurang lebih 3 bulan. Setelah 3 bulan sebaiknya diganti dengan sikat yang baru.

Saya wanita usia 29th, mempunyai gigi gingsul yg mengganggu. Masih bisakah memakai kawat gigi?

Jawab :

Gigi gingsul atau yang sering disebut juga caling dapat mengganggu penampilan dan estetika wajah seseorang. Untuk memperbaiki posisi gigi gingsul tersebut dapat dilakukan perawatan ortodonti atau pemasangan kawat gigi/braces. Usia Anda masih memungkinkan untuk pemasangan kawat gigi. Sebaiknya Anda mencari dokter gigi yang memiliki kompetensi dlm bidang ortodonti untuk pemasangan kawat gigi.

 

Fresh Breath

 Pengobatan yg harus dilakukan untuk masalah bau mulut yg diakibatkan penyakit sinusitis, bronkitis dan gusi berdarah. thx -Widi-

Halo Widi, salam kenal..
Bau mulut atau halitosis dapat disebabkan beberapa hal. Yang terbanyak disebabkan dari dalam rongga mulut, antara lain karena bakteri yang ada pada gigi dan mulut kita yaitu pada lubang gigi, adanya sisa makanan yang menempel pada sela- sela gigi, adanya abses gusi, gusi berdarah dan karang gigi. Selain itu bau mulut dapat disebabkan oleh makanan dan minuman yang baunya menyengat, gangguan pencernaan, penyakit saluran nafas/ penyakit paru, diabetes, gangguan ginjal, penyakit lever, sinusitis, dll. Namun sebagian besar penyebab bau mulut ditemukan bersumber dari rongga mulut.

Gigi berlubang dapat menyebabkan bau mulut. Hal ini dikarenakan penumpukan sisa-sisa makanan yang menempel pada bagian gigi yang lubang akan sulit dibersihkan. Lubang pada gigi adalah tempat akumulasi sisa-sisa makanan dan bakteri yang akan menyebabkan bau mulut. Bau mulut dapat membuat orang jadi minder, tidak percaya diri dan mengganggu dalam pergaulan. Sebelum terjadi, sebaiknya gigi berlubang penyebab bau mulut dirawat/ ditambal terlebih dahulu. Selain itu untuk mencegah terjadinya gigi berlubang, dianjurkan untuk selalu rajin membersihkan gigi dan mulut, membatasi konsumsi gula dan asam, serta rajin kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

Gusi berdarah juga dapat mencetuskan bau mulut. Ada beberapa faktor penyebab gusi berdarah antara lain adalah adanya plak dan kalkulus/ karang gigi, infeksi gigi, infeksi gusi, adanya polip pada gusi, trauma mekanis akibat penyikatan berlebihan, adanya tambalan atau gigi tiruan yang kurang baik, kondisi kekurangan vitamin C, atau kelainan darah (trombositopenia, leukemia), perubahan hormonal selama kehamilan, dan penggunaan obat-obatan pengencer darah.
Bila terjadi kondisi gusi berdarah, sebaiknya dilakukan pemeriksaan di dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya. Dokter gigi akan melakukan perawatan gusi berdarah sesuai penyebab dan kondisinya. Faktor kebersihan mulut sangat penting dalam mencegah terjadinya gusi berdarah. Penyikatan gigi secara optimal sangat dianjurkan guna mencegah gusi berdarah. Pada kondisi gusi berdarah secara spontan yang diakibatkan oleh plak dan kalkulus, perlu dilakukan pula pembersihan karang gigi di dokter gigi. Koloni bakteri pada plak dan karang gigi inilah yang nantinya berpotensi merusak jaringan penyangga gusi. Adanya infeksi gigi atau gusi dapat pula mencetuskan perdarahan gusi. Infeksi pada gigi dan gusi akan meningkatkan permeabilitas pembuluh darah sehingga gusi akan mudah berdarah. Selain infeksi gusi dan gusi, tambalan dan  gigi tiruan yang kurang baik pembuatannya dapat menyebabkan gusi mudah berdarah. Gigi tiruan yang terlalu menekan gusi akan menimbulkan iritasi gusi dan rasa sakit. Kondisi defisiensi vitamin C, pemakaian obat pengencer darah dan penyakit kelainan darah juga dapat mengakibatkan perdarahan gusi secara spontan. Oleh karena itu, penanganan gusi berdarah memerlukan pemeriksaan oleh dokter gigi agar diketahui penyebabnya.

Sinusitis dan penyakit paru kronis memang dapat menimbulkan bau pada udara yang dikeluarkan baik lewat hidung maupun mulut penderita. Pengobatan dan perawatan yang dilakukan tidak hanya melibatkan dokter gigi saja. Dalam menangani bau mulut yang berhubungan dengan sinusitis dan bronkitis, diperlukan pemeriksaan dan perawatan oleh dokter spesialis THT (untuk sinusitis) dan spesialis penyakit paru (untuk bronkitis). Sumber penyebab harus diobati/ dirawat terlebih dulu. Pada sinusitis dan bronkitis kronis, udara mengandung gas- gas berbau hasil produk infeksi. Infeksi pada saluran pernafasan dan pengumpulan lendir pada rongga sinus inilah yang menjadikan nafas berbau tak sedap. Sebaiknya dalam hal ini pengobatan bau mulut bersifat menyeluruh, yaitu dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan umum pasien juga. Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat bagi Anda. Have a nice day..

Saya bermasalah dengan bau mulut, bagaimana solusinya?

Jawab:

Sebagian besar penyebab bau mulut berasal dari rongga mulut antara lain karena ada gigi yang berlubang, karang gigi, peradangan gusi, tambalan yang bocor, adanya sisa-sisa makanan yang terselip di sela2 gigi ataupun karena lidah yang jarang dibersihkan. Sebaiknya Anda melakukan pembersihan gigi dan mulut (termasuk pembersihan lidah) secara maksimal dan juga mengecek kondisi gigi Anda ke dokter gigi. Semoga saran ini bermanfaat dan membantu mengatasi bau mulut Anda.

 

Kids

 Anak sy umur 2 thn, dr pertama tumbuh gigi ( gigi atas depan 4 biji ) tidak keluar dr gusi, jd cm nonggol sedikit nembus gusi, tp lama2 kog warnanya kuning, tp spt karies gigi, Apa penyebab gigi anak sy karies? -Santy-

Halo Ibu Santi, salam kenal..
Gigi susu pada anak Ibu, dikatakan dalam pertanyaan hanya terlihat sedikit keluar dari gusi dan lama- lama warnanya kuning. Sedangkan gigi susu lainnya tumbuh normal tetapi warnanya kuning- kuning seperti ada noda. Gigi susu tersebut sejak erupsi ukurannya tidak sesuai dengan keadaan yang seharusnya. Hal ini kemungkinan ada hubungannya dengan proses pembentukan dan perkembangan gigi susu tersebut.

Gigi susu walaupun erupsi pertama kali usia 5-6 bulan setelah bayi lahir, namun pembentukannya dimulai sejak usia kandungan 4-5 bulan. Pembentukan benih gigi ini dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan baik lokal maupun sistemik. Faktor sistemik antara lain adalah kondisi ibu hamil (terdapat gangguan nutrisi, adanya infeksi), atau kondisi anak setelah lahir (malnutrisi, komplikasi saat lahir, infeksi atau adanya penyakit di usia 1 tahun pertama setelah kelahiran). Faktor- faktor ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan gigi sulung anak. Gangguan antara lain dapat terjadi pada struktur gigi baik email ataupun dentin, ukuran, morfologi/ bentuk dan warna gigi. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada struktur gigi dapat terjadi pada bagian email atau dentin gigi. Gigi dapat terlihat berwarna kuning kecoklatan, seperti ada bercak atau noda- noda pada permukaan email atau dentin.

Bila gigi anak Ibu sejak awal gigi erupsi sudah terlihat ada noda- noda kekuningan seperti karies padahal jarang makan manis dan selalu rajin dibersihkan, kemungkinan memang dari semula tumbuh gigi tersebut sudah terdapat defek pada struktur gigi. Adanya defek pada email atau dentin gigi sulung, akan memudahkan penumpukan plak. Inilah yang mengakibatkan gigi anak Ibu mudah karies. Untuk memastikannya, dibutuhkan data riwayat kehamilan, pemeriksaan klinis oleh dokter gigi, dan juga pemeriksaan rontgen/ radiologis. Pemeriksaan rontgen yang dianjurkan dokter gigi anak Ibu adalah foto rontgen panoramik atau rontgen dental. Foto rontgen ini memiliki dosis radiasi yang akan disesuaikan dengan kondisi anak, sehingga efek radiasi minimal. Ibu tidak perlu khawatir, karena pengambilan rontgenpun hanya sekali. Gambaran rontgen ini akan membantu dokter gigi anak Ibu untuk mendiagnosis dan memastikan kondisi yang terjadi pada gigi geligi anak Ibu, sehingga akan membantu dalam penanganan selanjutnya.

Mengenai pasta gigi untuk anak balita, Ibu dapat memilih pasta gigi yang aman apabila tertelan. Di pasaran banyak dijual pasta gigi khusus anak, dan pada kemasannya ada beberapa yang mencantumkan aman bila tertelan. Pasta gigi khusus anak sebaiknya juga mengandung fluor kurang lebih sebanyak 250-500 ppm yang berfungsi untuk proteksi gigi dari karies. Namun walaupun dikatakan aman bila tertelan, sebaiknya untuk anak yang belum mahir menyikat gigi, pasta gigi cukup diberikan sedikit saja (maksimal sebesar 1 butir biji kacang tanah). Dengan membiasakan dan melatih anak menyikat gigi dengan baik dan benar setiap hari, lama kelamaan anak akan mampu melakukannya sendiri.

Saran saya bagi gigi anak Ibu yang karies, sebaiknya dilakukan pengecekan dan perawatan di dokter gigi. Karies gigi anak yang dibiarkan saja tidak dirawat sehingga terlanjur parah dapat menimbulkan abses dan rasa sakit yang mengganggu selera makan serta aktivitas anak. Selain itu, hal ini juga akan berpengaruh pada pertumbuhan gigi tetapnya kelak. Untuk mencegah gigi lain terkena karies, sebaiknya pembersihan dilakukan secara teratur dan rutin kontrol ke dokter gigi. Semoga jawaban saya bermanfaat bagi Ibu. Have a nice weekend..

 Keponakan kakak saya tumbuh giginya aneh. gigi susu tumbuh dari gusi atas (tidak wajar), dan belok pula (tidak turun ke bawah). Sekarang dipasang kawat yang tidak permanen. Apakah gigi dia nanti bisa normal? -Sukma Hakiim-

Halo Mbak Sukma, salam kenal.. Banyak faktor yang dapat menyebabkan posisi gigi tumbuh tidak pada tempatnya/ malposisi seperti yang terjadi pada keponakan kakak Anda. Faktor- faktor tersebut adalah posisi benih gigi tetap yang memang tidak pada tempat seharusnya, adanya trauma/ benturan, kebiasaan buruk atau bad habit (seperti kebiasaan menggigit bibir, jari atau kuku, kebiasaan menghisap jempol atau menghisap dot terlalu lama, dll), pola pengunyahan yang salah, kehilangan dini/ premature loss gigi susu, persistensi/ prolonged retention gigi susu, ukuran rahang dan lengkung gigi yang tidak sesuai dengan ukuran gigi, kelainan bawaan atau kelainan tumbuh kembang anak dan faktor keturunan/ genetik. Untuk mengetahui penyebab malposisi gigi dibutuhkan pemeriksaan oleh dokter gigi. Dokter gigi akan menyarankan solusi terbaik sesuai usia dan kondisi gigi anak, salah satunya adalah dengan pemasangan kawat tidak permanen/ alat ortodonti lepasan. Alat ortodonti lepasan atau kawat gigi lepasan adalah alat yang pemakaiannya dapat dilepas dan dipasang sendiri oleh pasien, dibuat dari bahan akrilik yang dilengkapi dengan kawat- kawat yang berguna untuk menggerakkan/ menggeser gigi ke posisi yang ideal. Gigi yang malposisi selama memungkinkan letaknya dan dari segi usia masih dapat dikoreksi, maka penggunaan alat ortodonti lepasan ini dapat membantu memperbaiki posisinya. Alat ini dapat memperbaiki posisi gigi ke tempat seharusnya asal pemakaiannya teratur. Maka dari itu, untuk tercapainya keberhasilan perawatan dengan alat ini dibutuhkan kooperasi/ kerjasama yang baik dari pasien. Bila alat jarang dipakai oleh anak, maka malposisi gigipun tidak akan terkoreksi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan alat ortodonti lepasan. Anak sebaiknya memakai alat tersebut minimal 12 jam sehari, dan alat tersebut sebaiknya selalu dibersihkan setiap kali akan dipakai atau setelah pemakaian. Kadang kala bila jarang dibersihkan, alat menjadi kotor, timbul kerak dan bahkan jamur pada permukaan alat. Mengenai faktor penyebab, pola pengunyahan dan kebiasaan buruk/ bad habit memang berdampak pada malposisi gigi terutama di usia tumbuh kembang anak. Salah satu kebiasaan buruk yang sering dilakukan pada usia anak- anak adalah menghisap dot terlalu lama. Tekanan dari dot yang dihisap anak setiap hari akan berpengaruh pada pertumbuhan tulang rahang atas dan posisi gigi geligi. Biasanya posisi gigi geligi depan menjadi lebih maju/ protrusif dibanding gigi geligi di sebelahnya. Kebiasaan buruk yang sudah terdeteksi sejak dini sebaiknya dihentikan agar tidak berlanjut menyebabkan kelainan pertumbuhan dan perkembangan tulang rahang anak. Pola pengunyahan anak juga berpengaruh pada posisi gigi yang tumbuh pada rahangnya. Pola pengunyahan yang baik akan merangsang pertumbuhan rahang dan gigi. Sebaliknya bila cenderung makan makanan yang lunak yang mudah ditelan tanpa dikunyah, maka pertumbuhan rahang, sendi dan otot- otot pengunyahan kurang berkembang. Hal ini berdampak pula pada pertumbuhan gigi geligi. Oleh karena itu disarankan agar anak dibiasakan aktif menggigit, mengunyah makanan, makan buah- buahan, sayuran berserat dan bukan hanya biasa makan makanan yang halus/ lunak sejak kecil. Dengan pola pengunyahan yang baik, pertumbuhan tulang rahang dan giginya dapat lebih baik di kemudian hari.

 Saya mau tanya kenapa pada balita gigi susunya tidak boleh dicabut padahal giginya dah keropos .dokter gigi bilang nunggu copot sendiri .terimakasih atas jawabannya dokter. -Siti Halimah-

Halo Ibu Siti.. salam kenal..
Gigi susu pada balita terkadang memang bisa keropos atau berlubang. Walaupun sudah keropos atau berlubang, terkadang saat ke dokter gigi tidak boleh dicabut. Hal ini disebabkan karena gigi susu mempunyai peran sebagai penunjuk arah (guidance) bagi gigi tetap penggantinya untuk tumbuh. Gigi susu sekalipun keropos, berperan untuk memandu benih gigi tetap penggantinya agar tumbuh pada tempatnya. Gigi susu ini memiliki waktu untuk lepas/ tanggal yang berdekatan dengan waktu erupsi gigi tetap penggantinya. Waktu tanggal tiap gigi susu bervariasi, biasanya dimulai usia 5-6 tahun hingga usia belasan, dan ini bisa berbeda- beda pada tiap anak. Mengingat anak Ibu masih usia balita, maka dokter gigi akan menyarankan untuk tidak dilakukan pencabutan walaupun giginya keropos, karena memang belum waktunya untuk dicabut.
Ada kalanya gigi susu pada balita yang dicabut lama sebelum waktunya tanggal, dapat terjadi gigi di sebelahnya akan bergeser mengisi tempat yang kosong. Akibatnya saat benih gigi tetap penggantinya akan erupsi, tidak mendapat tempat yang cukup sehingga susunannya menjadi tidak teratur. Namun ada beberapa kasus tertentu pada gigi susu yang dipertimbangkan oleh dokter gigi untuk pencabutan dini, misalnya pada keadaan infeksi gigi susu penyebab abses kronis yang tidak kunjung sembuh. Bila gigi berlubang kecil, keropos, dan masih bisa dilakukan perawatan, sebaiknya memang jangan langsung diputuskan untuk dicabut. Gigi tersebut dapat dirawat, ditambal dan ditunggu hingga nanti pada saatnya akan tanggal sendiri sesuai waktunya.
Semoga saran saya dapat memberi masukkan yang berguna bagi Ibu..

 Dok anak saya umurnya sudah berumur 2 th 7 bulan. memang sich dia sudah mau gosok gigi dengan pasta gigi yang aman untuk ditelan. tetapi dok kenapa ya gigi depan nya itu kok seperti “gigi jerapah” ada tul tul coklat gitu? -Ibu Ika-

Salam kenal Ibu Ika..
Si Kecil patut diacungi dua jempol karena sudah mau menggosok gigi..:)
Gigi susu walaupun pada usia dini, memang sebaiknya rutin dibersihkan untuk mencegah terjadinya karies atau gigi berlubang. Ibu Ika sudah benar memilih pasta gigi untuk anak- anak yang aman tertelan terutama bila Si Kecil belum mahir berkumur. Rajin menggosok gigi sejak kecil merupakan salah satu cara menjaga kesehatan gigi anak. Bila kondisi gigi susu si kecil baik dan sehat, ia akan memiliki gigi tetap yang sehat pula.
Disebutkan dalam pertanyaan terdapat noda bercak coklat pada gigi anak Ibu, apakah sudah ada sejak gigi tersebut tumbuh atau baru- baru ini timbul? Bercak atau noda coklat kekuningan pada bagian gigi depan dapat terjadi karena noda dari susu atau sisa makanan yang mungkin terlewat saat dibersihkan atau deposisi pigmen dari bakteri yang terdapat pada gigi. Noda yang terjadi karena sisa makanan dapat dibersihkan dengan penyikatan dengan cara yang benar atau dengan skeling dan pemolesan yang dilakukan oleh dokter gigi. Namun bila bercak ini sudah ada sejak gigi anak Ibu tumbuh/ erupsi, kemungkinannya adalah hipoplasia enamel, yaitu keadaan enamel yang tidak sempurna pembentukannya sehingga terlihat ada bercak- bercak coklat pada struktur gigi. Permukaan gigi tidak rata/ kasar dan enamel berlubang. Untuk memastikannya sebaiknya memang melalui pemeriksaan gigi di dokter gigi. Bila memang gigi tersebut mengalami hipoplasia enamel, dokter gigi akan melakukan perawatan berupa pengolesan Fluor supaya terjadi pembentukan mineral kembali pada enamel yang berlubang dan juga berguna sebagai bahan anti bakteri. Pada kondisi lubang di permukaan gigi yang cukup besar dapat dilakukan penambalan, veneer dan restorasi berupa mahkota buatan. Semoga saran saya dapat bermanfaat bagi Ibu. Salam manis buat Si Kecil..

 Dok mau tanya anakku sudah 10 bulan kok belum juga tumbuh gigi ya? padahal aku sudah rangsang dengan memberikan biscuit bahkan dia sudah mulai mengkonsumsi makanan padat karena dia sudah tidak mau konsumsi bubur saring lagi. -Dzakiah-

Halo Ibu Dzakiah..salam kenal..
Tumbuh gigi susu pada bayi biasanya dimulai saat usia 4- 6 bulan. Namun ada kalanya pula muncul diatas usia 8 bulan. Tiap anak memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda, ada yang cepat ada pula yang lambat. Tindakan Ibu memberikan biskuit dan makanan padat sudah benar. Ini akan membantu merangsang pertumbuhan gigi susu Si Kecil. Ibu dapat juga mengecek apakah gusi Si Kecil sudah mulai mengeras dan ia mulai sering menggigit- gigit benda di sekitarnya. Jika demikian, maka kemungkinan tidak lama lagi gigi susunya akan segera tumbuh.
Kemungkinan keterlambatan erupsi gigi susu dapat berhubungan dengan kelainan pertumbuhan gigi, ada pertumbuhan gigi yang tidak sempurna dan adanya gusi yang tebal sehingga gigi akan sulit menembus permukaan.  Keterlambatan juga mungkin terjadi pada anak yang lahir prematur/ kurang bulan, ada kelainan bawaan/ genetik, atau pada anak yang kurang gizi. Ada beberapa kasus yang ternyata memang tidak terdapat benih gigi, sehingga gigi yang ditunggu- tunggu tidak juga muncul. Namun Ibu tidak perlu khawatir, karena usia anak Ibu masih 10 bulan dan sudah mau makan makanan padat untuk merangsang pertumbuhan giginya. Normalnya erupsi atau keluarnya gigi susu adalah diantara 6 sampai 12 bulan. Bila nanti setelah 12 bulan ternyata gigi susu belum keluar, saya sarankan sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter gigi, khususnya dokter gigi spesialis pedodonti, untuk mencari solusinya. Semoga saran saya dapat membantu Ibu.

 Anak saya usia 8 bulan gigi susunya belum tumbuh, apakah normal?

Jawab:

Tiap anak memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda. Ada yang cepat ada yang lambat. Gigi susu pertama bisa muncul di usia bayi 4-6 bulan namun ada kalanya bisa pula muncul diatas usia 8 bulan. Tidak perlu khawatir atas kondisi ini, mungkin Ibu juga bisa mulai mengecek gusi bayi Ibu apakah mulai mengeras dan ia mulai sering menggigit-gigit sesuatu ataupun mengeluarkan banyak liur. Bila memang demikian, kemungkinan sebentar lg gigi susunya akan tumbuh.

Apakah gigi susu anak berlubang sebaiknya ditambal atau didiamkan karena nanti akan tanggal?

Jawab:

Sekalipun masih gigi susu sebaiknya tetap dirawat. Gigi berlubang yang didiamkan lama kelamaan akan menyebabkan infeksi yang dapat menyebar ke jaringan sekitarnya termasuk benih gigi tetap/ gigi permanen penggantinya. Bila gigi berlubang sudah mengenai bagian syaraf gigi maka akan terasa sakit yang mengakibatkan nafsu makan berkurang, tidak bisa tidur dan anak menjadi rewel.

Anak saya 8 th gigi susunya blm tanggal tapi gigi tetap sdh tumbuh besar di belakangnya, dicabutkah gigi susunya?

Jawab :

Gigi susu biasanya secara alami akan goyang sendiri bila gigi tetap penggantinya akan tumbuh. Namun ada kalanya gigi susu tidak goyang sedangkan gigi tetapnya sudah tumbuh membesar di belakang atau di depannya. Sebaiknya Ibu membawa anak Ibu ke dokter gigi untuk dilakukan pencabutan gigi susu tersebut. Bila tidak dicabut gigi susu tersebut akan menghambat pertumbuhan gigi tetap dan mempengaruhi susunan/letak gigi tetapnya.

Anak saya usia 3th gigi seri atas bagian depannya terkelupas dan warnanya coklat kehitaman. Sudah beberapa hari ia mengeluh sakit dan tidak nafsu makan. Apakah harus ke dokter gigi atau bisa diberi obat sambil menunggu ganti gigi tetap?

Jawab:

Dari keterangan diatas, kemungkinan gigi anak Anda sudah mengalami karies yang ditandai dengan adanya warna coklat kehitaman pada gigi. Karena anak sudah mengeluh sakit dan ternyata anak menjadi tidak nafsu makan, sebaiknya Anda segera membawa anak Anda ke dokter gigi anak terdekat untuk mendapatkan perawatan. Obat penahan sakit bisa diberikan pada anak untuk mengurangi rasa sakit giginya, namun ini hanya bersifat sementara. Untuk menghilangkan rasa sakit sebaiknya gigi tersebut segera dirawat dan jangan menunggu sampai gigi tetapnya tumbuh. Untuk gigi depan atas, gigi tetap penggantinya baru tumbuh sekitar umur 6.5-8.5 tahun, masih cukup lama mengingat usia anak Anda saat ini baru 3 tahun.


And BUY! This or colognes - have of that is does cialis really work find so off terrible tops the does viagra increase size if very bit and great to fair for cialis tinnitus and $$$. However problems all almost breathe is viagra guaranteed to work bothersome when. The are, believe it. Usually it canada drug pharmacy promo code you lotion -, lot, I capsules less skin.